Back To Top
Berita Properti
2008-05-19
Citeureup, Setelah Cibubur

Kawasan timur Cibubur mulai banyak dilirik kalangan pengembang. Cibubur dianggap mulai jenuh. Kini Citeureup yang punya prospek bagus.


Sejak dibukanya Jalan Transyogi yang menuju kawasan Cibubur, perkembangan properti di kawasan ini maju pesat. Di sepanjang jalan ini bisa dijumpai puluhan kawasan perumahan yang dibangun oleh banyak pengembang. Umumnya perumahan yang dibangun di sepanjang Jalan Transyogi adalah perumahan menengah sampai kelas mewah. Tidak hanya perumahan, sektor properti lainnya seperti ruko dan pusat perbelanjana juga tumbuh.

Cepatnya perkembangan properti kawasan Cibubur membuat kawasan ini dihantui kejenuhan properti. Malah ada beberapa pihak yang menilai perkembangan properti di Cibubur sudah mencapai titik jenuh. Tetapi kondisi ini justru membuka peluang kawasan sekitar Cibubur, seperti timur Cibubur untuk berkembang. Pengembang-pengembang perumahan kini mulai mengarahkan pandangannya ke timur Cibubur, seperti Cikeas, Cileungsi, Jonggol, Gunung Putri hingga ke Citeureup. Di kawasan-kawasan ini masih banyak lahan terbuka yang menjanjikan.

Apalagi ada rencana pembangunan jalan JORR II sepanjang 27,1 km yang menghubungkan Cibubur-Cibitung, tentunya akan membuat kawasan Timur Cibubur semakin menarik. Kawasan yang dilalui jalan tol ini akan mengundang perumahan-perumahan baru tumbuh. “Kawasan Timur Cibubur bagaikan gadis desa yang sedang bersolek sehingga banyak dilirik orang,” kata MA. Widiyastomo, Marketing Manager Taman Metropolitan (Grup Metland).

Perbedaan perkembangan kawasan yang cukup mencolok antara Cibubur dan daerah di sebelah timurnya sebenarnya sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Selain karena potensinya yang cukup besar, persaingannya juga masih belum terlalu ketat seperti di Cibubur. Inilah yang ditangkap oleh banyak pegembang untuk menggapai keuntungan di kawasan timur Cibubur. Memang kawasan ini terbilang jauh dari Jakarta.

Kawasan Prospektif
Kawasan Cileungsi dan Citereup merupakan daerah yang cukup prospektif untuk pengembangan sektor properti, baik residensial maupun komersial . Pasalnya, daya dukung lingkungannya di kawasan ini masih memadai. Selain itu, infrastruktur yang ada sangatlah memadai untuk pengembangan ke depannya.

Di kawasan timur Cibubur ini, amat mudah menemukan perumahan. Di Cileungsi, misalnya, ada perumahan Cileungsi Hijau, Duta Mekar Sari, Taman Metropolitan, Taman Cileungsi, Taman Laguna, Cibubur Country, Villa Permata Mas, Putri Indah  dan Griya Bukit Jaya. Di kawasan Citeureup pun dikembangkan banyak perumahan yang didominasi segmen menengah bawah. Seperti perumahan Putri Indah Estate, Griya Anggraini, Citeureup Permai, Citeurep Indah, Graha Puspasari, Taman Kenari Jagorawi, Bumi Asri Sentul, Panorama Taman Raya, dan Perumahan Pekerja Indonesia.

Perumahan Graha Puspasari yang dikembangkan PT Oganputra Samatas (Oganputra Grup) di atas lahan sekitar 4,9 hektare, tepat berlokasi dekat pintu tol Cibinong-Citeureup. Perumahan ini dibangun dengan sistem cluster, dengan kisaran harga antara Rp129 juta hingga Rp230 juta. Menurut Wiryanto, Marketing Manager PT Oganputra Samatas, akses menuju lokasi perumahan ini terbilang mudah. Ada dua pilihan akses pintu tol, yaitu untuk yang dari arah Jakarta dapat melalui dua pintu tol yaitu pintu tol Kranggan - Gunung Putri dan pintu tol Cibinong - Citeureup.

Perumahan Pekerja Indonesia yang dibangun di desa Tajur, Citeureup, dibangun di atas lahan seluas 65 hektare. Perumahan yang dibangun atas kerjasama antara Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Dep Kimpraswil) dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) dengan pengembangnya PT Merkindo Group.

Rencananya akan dibangun sebanyak 4.000 rumah sedehana sehat (Rsh) yang diperuntukan bagi kalangan pekerja. Tipe rumah yang ada luas bangunannya 30 m2 dan luas tanahnya 72 m2 yang ditawarkan dengan harga Rp36 juta perunitnya. Perumahan Pekerja Indonesia ini terletak enam km dari pintu tol Cibinong - Citeureup. Untuk mencapai lokasi perumahan ini harus melewati pasar Citeureup. Lokasi perumahan pekerja ini terletak di kawasan yang asri dan sejuk, serta dikelilingi pegunungan.

Kawasan Citeureup pun memiliki banyak tempat pariwisata, Pasir Mukti misalnya. Kawasan wisata seluas 35 hektare ini berlokasi di Jalan Raya Tajur Pasir Mukti Km 4, kecamatan Citeureup. Tempat plesiran ini menyajikan wisata pertanian yang berbasis rekreasi sambil belajar (education & entertainment). Selain lahan pertanian berupa sawah dan kebun, Pasir Mukti juga dilengkapi rumah penginapan, pemancingan, rumah makan, dan paket wisata yang back to nature.

 

Berita Terkait:

Tambahkan Komentar


Kembali Ke Atas