Rumah123.com Content Bahasa Indonesia Indonesia Rumah123.com English Language Content English
Masukan ID Listing  





Loading Feedjit Map ...
News
03 July 2009

Jakarta-123 news : Kalangan perbankan mendukung sepenuhnya rencana Bank Indonesia yang sedang menyusun standarisasi dokumen kredit pemilikan rumah (KPR). Apabila rencana ini terealisasi akan memberikan acuan kepada bank dalam ketentuan soal dokumen KPR. Seperti diketahui rencana BI  ini bertujuan menciptakan keseragaman dokumen dan prosedur KPR. Standarisasi KPR ini mencakup penyeragaman formulir pengajuan kredit calon nasabah KPR. Selama ini dokumen KPR setiap bank cenderung berbeda-beda.

Fermiyanti, Pimpinan Group Mortgage and Housing PT. Bank DKI, menilai rencana BI bagus karena akan ada acuan di setiap bank seperti ketentuan-ketentuan atau aturan main dalam menawarkan KPR. Apalagi selama ini belum ada standar yang baku soal dokumen KPR. “Selama ini proses administrasi di bank sudah baik, tetapi akan lebih baik lagi apabila ada standar KPR yang dikeluarkan BI,” kata Fermiyanti yang dihubungi lewat telepon oleh Bisnis PROPERTI, Jumat (3/7).

Bahkan, Fermiyanti berharap standarisasi dokumen KPR nantinya memakai standar SMF (Secondary Mortgage Facility), karena SMF sudah memakai standar internasional. “Kebetulan Bank DKI di kantor pusat sudah memakai SMF, dan akan diterapkan di cabang-cabang Bank DKI,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Djaja Sutandar, Chief Secured Loan Officer BII. Menurutnya, standarisasi dokumen KPR pastinya membuat proses pengajuan KPR akan lebih baik.  Terutamanya memberikan transparansi kepada konsumen dalam masalah-masalah pengajuan KPR. “Selama ini mungkin orang sering bingung dia datang ke bank ini aturannya begini, datang ke bank lain beda lagi aturannya,” ujar Djaja kepada Bisnis PROPERTI yang dihubungi lewat telepon, Jumat (3/7).

Dengan adanya standarisasi dalam dokumen KPR, lanjut Djaja, konsumen tidak akan kesulitan lagi dalam urusan pengajuan KPR. Tidak hanya itu, bank pun diharapkan akan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. “Saya berharap secepatnya keluar, tetapi sampai saat ini belum ada undangan dari BI untuk sosialisasi soal ini,” ujar Djaja. HEN/Foto : DEDY MULYADI

Total View : 282
 
Saat ekonomi makro melemah, pasar ruang ritel premium di Jakarta tak menurun sementara ini. Untuk ruang ritel kelas lain, harga sewa telah turun. Pasar ruang ritel...
JAKARTA—123 News: Sebanyak 20 produsen asing menjadi peserta IndoBuildtech 2009, sebuah pameran industri bahan bangunan yang berlangsung 1 Juli-5 Juli 2009 di  Jakarta Convention Center. Dari...
Harga rumah sekunder di Kelapa Gading naik 4%-5% per tahun; Kenaikan harga  ruko sekunder di sana minimal 15% per tahun.Buat broker properti, kawasan Kelapa Gading, Jakarta...
Content loading in 0.2362 s