GlobeCreated with Sketch.IdEn

Simulasi KPR - Kalkulator Kredit Rumah

Gunakan kalkulator KPR untuk mendapatkan kemudahan pinjaman kredit rumah, perbandingan suku bunga cicilan bank di Indonesia

Simulasi KPR

Rp
Rp.
Rp.
15
tahun
7.7%
tahun
Rp. -
* Simulasi di atas hanya perhitungan dengan suku bunga fixed
Rp
15
tahun
Cicilan
Bank Produk Cicilan masa promosi  

* Angka di atas merupakan angka estimasi, untuk lebih akuratnya mohon hubungi bank terkait.

Informasi Seputar KPR

Persyaratan KPR

Apa saja persyaratan KPR? Sebelum membahas mengenai syarat dan ketentuannya, ada baiknya kita membahas singkat mengenai KPR dari awal. Kredit Pemilikan Rumah adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah.

Saat ini di Indonesia mengenal dua jenis KPR yaitu;

a) KPR bersubsidi dimana kredit diperuntukan kepada masyarakat yang penghasilannya dari menengah ke bawah. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan perumahan ataupun perbaikan rumah yang telah dimiliki.

b) KPR Non Subsidi yaitu KPR yang diberikan untuk seluruh masyarakat. Ketentuan dan persyaratannya ditentukan oleh bank sehingga penentuan besar kredit ataupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank tersebut.

Kenapa menggunakan KPR?

Lalu apa saja keuntungan menggunakan sistem KPR? Diantaranya adalah;

  • Tidak perlu khawatir dengan danai tunai. Dengan menggunakan KPR, nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan uang muka saja. Dengan system seperti ini, tidak diperlukan untuk mengumpulkan seluruh dana di awal.
  • Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, maka angsuran dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Selain mengumpulkan dokumen untuk syarat dan ketentuan KPR, kita tentunya perlu tahu mengenai biaya prosesnya. Pada umumnya fasilitas KPR, pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya; biaya appraisal, biaya notaris, provinsi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Syarat-syarat KPR

Ada beberapa persyaratan dasar dalam pengajuan KPR. Salah satunya, Anda harus berusia minimal 21 tahun. Selain itu, telah memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai  pegawai tetap/wiraswasta/professional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta)

Dalam persyaratan KPR ada beberapa dokumen yang Anda butuhkan diantaranya:

  • Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP
  • Slip gaji bulan terakhir/Surat Keterangan Gaji
  • Fotokopi Rekening Koran
  • Fotokopi Surat Izin Praktek
  • Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP dan NPWP
  • Fotokopi Tagihan Bulanan Kartu Kredit 1 Bulan Terakhir
  • Fotokopi Kartu kredit

Selain memperhatikan soal persyaratan KPR, ada baiknya juga kita mengetahui hal-hal penting saat mengajukan KPR. Apa saja hal-hal penting yang harus Anda perhitungkan? Diantaranya adalah:

  • Jika rumah yang dibeli dari perorangan, maka pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada
  • Jika membeli rumah dari developer, pastikan bahwa mereka telah mempunyai ijin-ijin, antara lain :
    1. Ijin Peruntukan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
    2. Prasarana sudah tersedia
    3. Kondisi tanah matang
    4. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
    5. IMB Induk
  • Kenali reputasi penjual. Pastikan bagaimana track record si penjual (perorangan atau developer) dengan hasil bangunannya
  • Jangan lakukan transaksi jual beli di bawah tangan. Jika rumah yang Anda beli dalam status jaminan bank, maka lakukan pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan pihak notaris. Jangan lakukan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan” atau dasar kepercayaan. Tanda bukti jangan hanya berupa kwitansi biasa karena bank tidak mengakui transaksi seperti ini.

Dengan mengenal kembali apa itu KPR, jenisnya, biaya prosesnya, persyaratan ataupun hal-hal penting saat pengurusan, diharapkan Anda bisa mempersiapkan lebih matang lagi dalam mengajukan KPR. 

Tren property dan fasilitas kredit dari perbankan


Melihat kondisi perekonomian nasional yang kuat mendorong jumlah daya beli kelas menengah. Salah satu sektor yang disorot adalah property. Peningkatan kemampuan daya beli juga dirasakan oleh sektor property dilihat dari pembelian rumah tinggal dengan harga terjangkau.

Dari hasil survey situs property iProperty.com, rumah tinggal menjadi sasaran utama pembeli di Indonesia. Masyarakat berharap bisa membeli property dengan harga yang terjangkau. Tren ini diyakini akan bertahan hingga beberapa tahun kedepan.Di lain sisi, ada masyarakat dengan penghasilan perbulan yang tidak terlalu tinggi namun belum sanggup memiliki sebuah rumah. Kedua hal ini tentunya menjadi hal yang perlu dicari solusinya.

Kesempatan ini disambut baik oleh pihak perbankan. Banyak bank yang menawarkan fasilitas kredit rumah murahuntuk menjawab permasalahan para calon pembeli rumah yang mengingkan harga yang lebih terjangkau. Setiap bank memiliki berbagai program kredit rumah murah dengan tawaran yang menggiurkan.

Hal yang perlu diketahui tentang kredit rumah adalah target utama yang dicari Anda cari jika benar-benar akan mengambil keputusan untuk memiliki rumah baru ataupun rumah lama yang akan dibayar secara berangsur. Mencari rumah yang diingikan dan sesuai dengan penghasilan bisa menjadi masalah yang sulit ditemukan dalam waktu yang singkat.

Tips dalam mencari kredit rumah murah

Berikut ini adalah tips-tips yang perlu Anda perhatikan ketika mencari kredit rumah murah:

  • Tanyakan dan konsultasikan kepada orang terdekat mengenai kredit rumah. Cari referensi melaui internet, program dari bank yang berkaitan dengan kredit rumah murah. Cari tahu tentang bagaimana dan dimana Anda bisa memilih rumah untuk diangsur pembayarannya.
  • Cari rumah di lokasi perumahan yang memiliki banyak pilihan dan pastinya bisa diangsur. Utamakan untuk memilih rumah yang bisa diangsur biaya uang mukanya.
  • Perhatikan dan cari informasi sejelasnya mengenai bank yang memberikan Anda pinjaman untuk kredit rumah Anda. Pastikan untuk memilih yang jelas dan terpercaya mengenai kredit rumah murah. Cari testimonial mengenai pengguna jasa bank di internet ataupun dari komunitas/forum.
  • Kontak agen terdekat untuk rumah yang sesuai dengan selera dan budget yang Anda miliki. Jika Anda baru pertama kali menggunakan jasa agen, tanya dari tetangga terdekat untuk mendapaktan kenalan agen yang terpercaya.
  • Jangan memaksakan diri untuk memilih rumah dengan biaya angsur diluar kemampuan atau penghasilan Anda. Pilih rumah yang sesuai budget Anda dan perlu diingat bahwa target bukan hanya memilih rumah tapi juga lebih tepatnya adalah mencari kredit rumah murah.
  • Apabila berniat memilih rumah dilikasi pedalaman atau bukan perumahan, usahakan untuk bisa membelinya dengan cara berangsur. Pilih rumah yang memiliki jalur/akses yang mudah dan cepat serta dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Jika Anda memilih rumah dengan akses yang sulit tentunya akan menambah pengeluaran baru dalam per bulan. Hal ini bisa menjadi beban baru yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya lokasi rumah yang dekat dengan rumah sakit dan instansi keamanan yang terpercaya.

Pastikan Anda memperhatian beberapa hal terpenting ketika berencana mengambil kredit rumah murah; jangan sampai mengansur kredit rumah yang tidak mampu dibayar sesuai pendapatan Anda, cari referensi sebanyaknya, pilih lokasi rumah yang kedepannya tidak menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Hal terpenting yang terakhir adalah pilih bank yang terpercaya dalam memberikan kredit rumah murah. Jangan sampai tertipu dengan tawaran-tawaran yang belum terlihat hasil positifnya.

Semoga berhasil dalam mengurus kredit rumah murah!

Bagi Anda yang hendak membeli rumah namun tidak memiliki uang tunai yang cukup, maka KPR menjadi salah satu pilihan tepat. Pilihan KPR-nya pun beragam.

Istilah KPR mungkin sudah lasim terdengar. Namun tahukah Anda, bahwa KPR memiliki sejumlah jenis atau macam dengan beberapa prinsip pokok yang berbeda satu sama lainnya? Berikut pengertian KPR dan ragam KPR yang dapat menjadi rujukan Anda.

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang digunakan untuk membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan/agunan berupa Rumah.

Berdasarkan agunan maka, KPR dibedakan atas:

  1. KPR Pembelian: Adalah KPR yang menggunakan rumah yang akan dibeli sebagai agunannya. 
  2. KPR Multiguna atau KPR Refinancing: Adalah KPR yang menggunakan rumah yang sudah dimiliki sebagai agunannya. 

Berdasarkan persyaratan penerima pinjaman dan tingkat suku bunga maka KPR dibedakan atas:

  1. KPR Bersubsidi: Adalah KPR disediakan oleh Bank sebagai bagian dari program pemerintah atau Jamsostek, dalam rangka memfasilitasi pemilikan atau pembelian rumah sederhana sehat (RS Sehat/ RSH) oleh masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kelompok sasaran. Yang  akan dikenakan subsidi adalah: suku bunga kredit atau uang muka.
  2. KPR Konvensional atau KPR Non-Subsidi: Adalah produk KPR yang disediakan oleh perbankan dengan persyaratan yang mengikuti ketentuan umum perbankan dan tingkat suku bunga regular yang ditetapkan oleh bank yang bersangkutan. Bisa saja suku bunga antar setiap bank, berbeda satu sama lainnya.
  3. KPR Syariah: KPR jenis ini tidak jauh berbeda dengan KPR non subsidi, tapi cara transaksinya menggunakan prinsip akad murabahah (jual-beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa). Sejumlah bank baik milik pemerintah maupun bank swasta telah memiliki produk KPR Syariah.
  4. Inhouse KPR: Istilah ini dipergunakan oleh sebagian orang untuk membedakan antara KPR produk lembaga keuangan dan KPR internal yang disediakan pengembang. Jenis KPR ini sebetulnya adalah nama lain dari pembelian properti dengan cicilan bertahap sebagai fasilitas yang disediakan oleh pengembang.

Semua properti yang memiliki kelengkapan dokumen dapat dijual dengan jasa pembiayaan perbankan. Orang menyebutnya dengan KPR. Namun tahukah Anda, apa itu KPR dan bagaimana syarat serta ketentuan yang diberlakukan bagi pembeli properti?

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang disediakan oleh perbankan dan digunakan untuk membeli rumah dengan jaminan atau agunan berupa rumah yang dibiayai tersebut.

Persyaratan KPR

Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil KPR relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan:

  1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah).
  2. Kartu Keluarga.
  3. Keterangan penghasilan atau slip gaji.
  4. Laporan keuangan (untuk wiraswasta).
  5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta).
  6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta).
  7. Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer).
  8. Foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan).
  9. Foto kopi IMB.

Biaya Proses KPR

Pada umumnya fasilitas KPR pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya : biaya appraisal, biaya notaris, provisi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.  

Metode Perhitungan Bunga KPR

Secara umum dikenal 3 metode perhitungan bunga yaitu :

  1. Flat
  2. Efektif
  3. Annuitas Tahunan dan Bulanan

Dalam prakteknya metode suku bunga yang banyak  digunakan adalah suku bunga efektif atau annuitas.

Keuntungan KPR

Nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan  uang muka. Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, angsuran yang dibayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  1. Bila membeli rumah dari perorangan, pastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.
  2. Bila membeli rumah dari developer, pastikan bahwa developer dimaksud telah mempunyai ijin-ijin, antara lain:
    1. Ijin Peruntukkan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
    2. Prasarana sudah tersedia
    3. Kondisi tanah matang
    4. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
    5. IMB Induk.
  3. Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer).
  4. Jangan melakukan transaksi jual beli di bawah tangan, artinya apabila rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan di bank, maka lakukanlah pengalihan kredit pada bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan notaris. Jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit di bawah tangan, artinya atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kwitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.

Berita Properti Terbaru

  • Berita terkait tidak ditemukan