investasi properti



Salah satu jenis investasi jangka panjang yang masuk dalam kategori paling menguntungkan adalah investasi properti. Gembar-gembor tentang keuntungannya selalu terdengar menggiurkan terutama bagi para pemain baru.


Apakah Anda termasuk yang mulai tertarik untuk berinvestasi di sektor properti? Sebelum benar-benar memulai investasi properti, ada baiknya mempelajari dulu panduan investasi properti.


Pada artikel ini akan dijabarkan panduan investasi properti secara detail, mulai dari pengertian hingga keuntungan dan kerugian investasi properti. Tujuannya tentu saja untuk membantu Anda agar sukses berinvestasi.


Yuk,
langsung simak uraian berikut ini!


Pengertian Investasi dan Apa Itu Investasi Properti?


Sebelum mengenal investasi properti lebih jauh, Anda harus memahami pengertian investasi dan apa itu investasi properti secara umum.


Pengertian Investasi



Istilah investasi tentu sudah tak asing lagi di telinga kita, karena hampir setiap hari kita diterpa pesan untuk berinvestasi, baik melalui iklan di media massa maupun konten media sosial. 


Pengertian investasi sendiri sangat luas, serta berkaitan erat dengan keuangan dan ekonomi.


Menyimpulkan dari beberapa sumber, investasi merujuk pada kegiatan menempatkan dana dalam periode waktu tertentu dan bisa menghasilkan keuntungan atau pertambahan nilai.


Tujuan investasi bermacam-macam, yang paling umum yaitu untuk mengamankan dan meningkatkan aset yang dimiliki. Namun pada intinya, investasi jenis apapun tujuan utamanya hanya satu, yaitu untuk memperoleh keuntungan.


Apa Itu Investasi Properti



Sudah memahami pengertian investasi? Nah sekarang saatnya memahami apa itu investasi properti.


Menurut International Accounting Standard, investasi properti adalah penguasaan properti yang berupa tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan rental atau kenaikan nilai atau kedua-duanya.


Secara singkat investasi properti bisa diartikan sebagai kegiatan menempatkan dana dan kemampuan dalam periode waktu tertentu di sektor pengembangan properti. 


Dalam investasi ini, perkembangan lingkungan sekitar sangat memengaruhi keuntungan di masa depan.


Kenapa Harus Investasi Properti?



Ada banyak alasan kenapa Anda harus investasi dalam bentuk properti walaupun pada praktiknya tak semudah yang dibayangkan. 


Investasi di sektor ini sangat populer, banyak diminati, dan cukup menjanjikan. Karena  jumlah penduduk akan terus meningkat, dan ini akan dibarengi dengan peningkatan permintaan hunian dan lahan, sehingga harga properti cenderung terus meningkat.


Jadi, investasi properti memang layak dijajal karena tak akan membuat Anda rugi. Namun harus disadari pula tantangannya juga ada. Nah, sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangan investasi, sekarang ketahui dulu yuk, 


Jenis-jenis Investasi Properti



jenis investasi properti



Jika Anda masih pemula, mengetahui jenis-jenis investasi properti merupakan hal penting, karena Anda akan tahu mana yang paling menguntungkan dan cocok, serta bisa memperkirakan kisaran modal yang diperlukan.


Sebagai panduan investasi properti, berikut jenis-jenisnya yang harus diketahui.


1. Investasi Lahan


Yang pertama adalah investasi lahan. Nah investasi lahan erat kaitannya dengan kegiatan jual beli tanah kosong, maupun tanah yang sudah ada bangunan di atasnya, hingga tanah kavling yang sudah dilengkapi dengan berbagai prasarana seperti jaringan jalan, drainase dan lain-lain.


Sama seperti investasi properti lainnya, investasi lahan memiliki capital gain yang tinggi bahkan bisa mencapai 20 hingga 25 persen. Namun tinggi atau rendahnya capital gain juga bergantung pada lokasi lahan.


2. Investasi Hunian



Investasi hunian identik dengan kegiatan jual beli rumah atau residensial yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Lingkungan residensial biasanya sudah dilengkapi sarana dan prasarana lengkap. 


Investasi properti jenis hunian memiliki prospek yang sangat cerah mengingat lahan perumahan semakin terbatas. Selain itu, Anda juga bisa menyulap rumah menjadi guest house atau dijadikan rumah kontrakan untuk menambah pundi-pundi rupiah. 


3. Investasi Bangunan Perkantoran



Tahukah Anda, banyak investor yang menginvestasikan dananya untuk bangunan perkantoran? 


Hal ini karena investasi bangunan perkantoran untungnya paling besar jika dibandingkan dengan tiga jenis investasi properti lainnya.


Selain itu, lokasi bangunan yang pasti strategis dan di pusat bisnis menjadi alasan lain investor suka melirik jenis investasi ini. 


Namun ada juga kelemahannya, yaitu bangunan perkantoran cenderung sensitif terhadap laju ekonomi.


4. Investasi Komersial



Selain hunian, properti yang banyak dicari adalah bangunan komersial atau tempat usaha. Adapun yang termasuk dalam kategori  contohnya adalah pusat perbelanjaan, ruko, hotel, rumah sakit, dan lain-lain.


Prospek investasi komersial tak kalah cerah, apalagi jika bangunan komersial berada di lokasi yang ramai. Investor di sini bisa mendapatkan keuntungan besar dari harga sewa bangunan.


Cara Aman Investasi Properti



Ya,
seperti yang sudah dibahas sebelumnya, investasi properti memang tak akan rugi. Sebaliknya, investor akan untung karena harga properti jenis apapun akan terus meningkat. Namun tak ada salahnya mempersiapkan diri secara matang dengan menguasai cara aman investasi properti.


1. Tentukan Tujuan Investasi



Tentu saja Anda harus tahu tujuan saat memulai sesuatu, termasuk dalam memulai investasi properti. Anda harus bisa menentukan kapan tujuan investasi tercapai dan apa indikatornya jika Anda berhasil mencapai tujuan tersebut.


2. Tentukan Jenis dan Jangka Waktu Investasi



Setelah menentukan tujuan, tentukan jenis investasi properti yang akan digeluti. Apakah Anda akan menggeluti investasi lahan, hunian, bangunan perkantoran atau komersial? 


Di antara keempat jenis ini, pilih yang paling mendukung untuk mencapai tujuan Anda.


Jenis properti juga akan menentukan jangka waktu investasi. Apabila Anda ingin investasi properti yang tak memakan waktu lama dalam hal transaksi jual beli, maka investasi hunian bisa menjadi pilihan.


3. Menyusun Rencana Pembelian dengan Matang



Jika sudah menentukan jenis dan jangka waktu, maka langkah selanjutnya dalam panduan investasi properti adalah menyusun rencana pembelian dengan matang, yang bisa dimulai dengan menentukan strategi, dan mengetahui kriteria properti.


Setelah mengetahui properti yang sesuai kriteria, Anda disarankan melakukan survei dan membandingkan harga, mencari tahu peluang di kawasan sekitar, dan negosiasi. 


Menyusun rencana pembelian bisa pula Anda lakukan bersama Rumah123.


4. Pahami Risiko yang Mungkin Terjadi



Jika sudah berani investasi, Anda dianggap sudah memahami risiko yang mungkin terjadi. Dengan memahami risikonya, akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan bagaimana strategi investasi yang tepat.


Salah satu tantangan dalam investasi properti adalah perlu kecermatan tinggi dalam memilih properti terbaik. Jangan sampai Anda terjebak bersama properti itu selamanya. 


Kendati demikian, besar atau tidaknya risiko tergantung pada toleransi Anda.


5. Mulai dari Skala Kecil



Tak dapat dipungkiri, investasi properti memerlukan modal yang cukup besar sehingga banyak orang menunda keinginannya untuk bermain investasi di sini. 


Nah,
jika Anda tak sabar untuk memulainya, jangan ragu untuk terjun dari skala kecil terlebih dulu.


Tak usah muluk-muluk, memulai investasi properti bisa dengan cara membantu orang lain memasarkan rumah dijual. Buatlah kesepakatan dengan penjual atau pemilik rumah bahwa Anda ingin terlibat.


Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti
yang Harus Dipertimbangkan



investasi properti



Mengetahui kelebihan dan kekurangan investasi properti akan semakin memantapkan langkah Anda menggeluti bidang ini. Berikut kelebihan dan kekurangannya yang bisa menjadi bahan pertimbangan. 


Kelebihan Investasi Properti


1. Harga Properti Tak Pernah Turun



Pernahkah Anda mendengar harga properti turun? Pasti tak pernah, kan? Harga properti bahkan semakin tinggi dari waktu ke waktu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ini terjadi karena kebutuhan penduduk akan hunian dan lahan terus meningkat.


2. Inflasi Tak Begitu Berpengaruh



Salah satu kelebihan investasi properti yaitu inflasi tak begitu berpengaruh terhadap harga properti. Hal ini terjadi karena laju kenaikan harga properti setiap tahun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi itu sendiri sehingga inflasi tak begitu berpengaruh.


3. Bisa Dijadikan Sumber Pendapatan Pasif



Selama menunggu kenaikan harga properti, Anda bisa menyewakan properti yang dimiliki. Dengan begitu, keuntungan pun bertambah karena Anda memperoleh penghasilan dari kepemilikan properti tersebut.


4. Bisa Dijadikan Agunan atau Jaminan



Jika sedang perlu modal usaha, status kepemilikan properti bisa dengan mudah membantu Anda memperoleh modal yang diperlukan. Pasalnya, sertifikat properti yang Anda miliki bisa dijadikan agunan atau jaminan saat Anda mengajukan pinjaman modal ke bank.


5. Kontrol Penuh terhadap Properti



Investasi properti memberi Anda kontrol penuh terhadap instrumen investasi yang dimiliki. Anda bisa dengan leluasa memasarkannya ketika ingin menjual properti tersebut. Kamu pun bisa menahannya, membangun, memperbaiki, hingga menyewakannya.


Kekurangan Investasi Properti


1. Properti Bersifat Lokal



Kisaran harga properti di setiap wilayah berbeda-beda, inilah sebabnya properti bersifat lokal. Oleh sebab itu, investor harus rajin mencari update kisaran harga dan juga harus cermat dalam memperhitungkan harga propertinya.


2. Harus Mengeluarkan Bujet untuk Perawatan Properti



Investasi properti erat kaitannya dengan kepemilikan benda secara fisik sehingga perlu dipelihara dan dirawat. Properti yang pemeliharaan dan perawatannya baik tentu kelihatan lebih menarik. Akibatnya, investor harus menanggung beban beban perawatan.


3. Padat Modal dan Biaya Transaksi Tinggi



Padat modal di sini artinya semakin besar modal yang ditanamkan semakin besar pula hasil yang didapatkan. Memang, perlu modal besar untuk memulai investasi ini. 


Investor juga harus menyiapkan biaya transaksi yang cukup tinggi, seperti biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).


4. Investasi Properti Tidak Likuid


Membeli properti yang sesuai dengan keinginan memerlukan waktu lama, begitu juga dengan menjualnya. 


Perlu waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk melakukan transaksi jual beli properti, bahkan ada yang perlu waktu bertahun-tahun sehingga investasi ini sifatnya tidak likuid.


5. Risiko Hancur Jika Terjadi Bencana



Tak ada yang tahu kapan akan terjadi bencana alam seperti banjir, longsor, atau gempa bumi, dan ini bisa kapan saja merusak properti. 


Jadi, jika Anda memutuskan untuk berinvestasi di bidang properti, maka harus siap dengan risiko yang satu ini. 


Itulah kelebihan dan kekurangan investasi properti yang harus Anda pertimbangkan. 


Semoga artikel panduan investasi properti ini bermanfaat ya!

Tambahkan Komentar