Panduan Membangun Pondasi Rumah, Mulai dari Jenis hingga Tipsnya

pondasi rumah


Pondasi merupakan bagian dari struktur bangunan yang tidak boleh diabaikan pembangunannya.


Saat membangun pondasi, baik pondasi rumah, rumah toko (ruko), atau gedung bertingkat, ada beberapa aspek yang wajib diperhatikan.


Pasalnya, pondasi adalah bagian yang sangat krusial. Ia berfungsi sebagai penahan beban sebuah bangunan.


Pondasi wajib dibangun dengan kokoh, tahan terhadap terpaan angin, gempa bumi, dan lain sebagainya.


Oleh karena itu, rumah123.com kali ini akan berbagi tips membangun pondasi rumah.


Bagi yang masih awam di dunia konstruksi dan properti, berikut kami rangkum definisi pondasi, syarat, dan jenis-jenisnya terlebih dahulu.


Definisi Pondasi dan Syaratnya


Pondasi atau disebut juga fondasi merupakan suatu bagian dari bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah.


Ia berfungsi untuk mendistribusikan beban bangunan ke tanah. Oleh karena itu, pondasi dibangun memanjang hingga bawah.


Membangun pondasi tidak bisa sembarangan, tetapi ada syarat yang wajib dipenuhi.


Pertama, kedalaman pondasi harus memadai untuk menghindarkan pergerakan tanah lateral dari bawah.


Kedalaman harus ada di bawah daerah perubahan volume musiman yang disebabkan pembekuan, pencairan dan pertumbuhan tanaman.


Sistem pondasi harus aman terhadap penggulingan, rotasi, penggelinciran atau pergeseran tanah.


Selain itu, harus aman dari korosi atau kerusakan yang disebabkan oleh bahan berbahaya yang terdapat dalam tanah.


Tidak hanya itu, sistem pun harus mampu beradaptasi terhadap beberapa perubahan geometri konstruksi atau lapangan.


Pondasi harus bisa menolerir seluruh pergerakan tanah, juga harus memenuhi syarat standar perlindungan lingkungan.


Syarat terakhir, yaitu metode pembangunan pondasi rumah sebaiknya dirancang seekonomis mungkin.


Jenis-jenis Pondasi


jenis-jenis pondasi


Secara garis besar pondasi terbagi ke dalam dunia jenis, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.


Keduanya mempunyai turunan lagi yang secara keseluruhan terdiri dari pondasi batu kali, foot plate, tiang pancang kayu dan beton.


Seperti apa gambarannya? Berikut penjelasan detail masing-masing jenis pondasi.


Pondasi Batu Kali


Pondasi batu kali merupakan pondasi yang  digunakan oleh sebagian besar rumah satu lantai di Indonesia.


Penyusun utamanya, yaitu batu kali, semen dan pasir cor. Batu kalinya mempunyai lebar 60 cm kali 25 cm dan tinggi 60 cm.


Pondasi ini dipasang sepanjang dinding bangunan untuk menahan beban dinding dan mengingat kolom-kolom yang berdekatan.


Keuntungan memakai pondasi batu kali, yaitu beban bangunan disalurkan secara merata. Namun, harus berada di tanah yang keras.


Pondasi
Foot Plate atau Cakar Ayam


Pondasi foot plate atau cakar ayam biasanya diterapkan pada bangunan dua lantai atau lebih.


Pada pondasi jenis ini, kaki-kaki beton dengan lebar tertentu diposisikan di bagian-bagian struktur utama bangunan.


Struktur tersebut menahan beban vertikal yang disalurkan ke bagian bawah dan diikat menjadi satu kesatuan penyalur beban.


Penyusun pondasi foot plate adalah beton bertulang dan campuran bahan pengikat portland cement, pasir, kerikil, dan air. 


Pondasi Tiang Pancang Kayu


Pondasi tiang pancang biasanya digunakan pada tanah yang lembek, berawa dan kondisi air tanah tinggi.


Bahan penyusun pondasi tiang pancang kayu di antaranya bambu, kayu besi atau kayu ulin dan baja.


Pondasi jenis ini biasanya dipergunakan untuk struktur bangunan rumah panggung di Kalimantan, Sumatra dan Nusa Tenggara.


Selain itu, dipergunakan untuk struktur bangunan rumah nelayan yang berada di pinggir-pinggir pantai.


Pondasi Tiang Pancang Beton


Pondasi tiang pancang beton dipergunakan untuk struktur bangunan pencakar langit (high rise building).


Saat membangun pondasi jenis ini ada proses pelaksanaan yang tidak boleh dilewatkan agar bangunan aman.


Mulai dari melakukan tes untuk menentukan kedalaman tanah keras, klasifikasi panjang tiang pancang, hingga pemancangan pondasi itu sendiri.


Pada prinsipnya tiang pancang beton terdiri dari beton cor di tempat dan tiang pancang beton sistem fabrikasi.


5 Tips Membangun Pondasi Rumah


membangun pondasi rumah


Membangun pondasi rumah yang kokoh sama pentingnya dengan membangun pondasi high rise building.


Pasalnya, apabila tidak dibangun dengan kokoh apapun yang berdiri di atasnya akan runtuh.


Hal tersebut pastinya sangat membahayakan penghuni rumah, karena taruhannya adalah keselamatan nyawa.


Nah,
untuk membangun pondasi rumah yang kokoh, berikut lima tips yang harus diperhatikan.


Perhatikan Jenis Pondasi


Kita sudah mengetahui jenis-jenis pondasi, mulai dari batu kali, foot plate, tiang pancang kayu hingga beton.


Jika kamu ingin membangun rumah satu lantai, maka tidak akan masalah apabila menggunakan pondasi batu kali.


Namun apabila ingin membangun rumah dua lantai, kamu harus memikirkan pondasi cakar ayam.


Tujuannya agar pondasi sesuai dengan syarat dan kriterianya sehingga penghuni lebih aman.


Perhatikan Waktu Pembangunan


Jangan remehkan soal waktu pembangunan, karena semakin lama akan semakin menyedot biaya.


Kamu tidak ingin biaya yang harus dikeluarkan semakin tinggi, bukan? Selain itu, cuaca pun harus diperhatikan.


Baca juga: 
Syarat IMB untuk Bangunan Baru, dari Dokumen hingga Alur Pengajuan


Sebaiknya pilih waktu pembangunan pondasi di musim kemarau atau peralihan untuk menghindari hujan.


Pasalnya, hujan bisa menghambat proses pengerasan pondasi rumah yang hendak didirikan.


Perhatikan Arsitektur Bangunan


Selain jenis pondasi dan waktu pembangunan, yang harus diperhatikan selanjutnya adalah arsitektur bangunan.


Pasalnya arsitektur bangunan akan sangat memengaruhi material berat yang akan digunakan.


Sebelum membangun pondasi rumah, ada baiknya mengetahui rancangan desain rumah yang akan dibangun.


Lebih baik lagi apabila direncanakan jauh-jauh hari agar aman dan semua berjalan sesuai harapan.


Perhatikan Jenis Tanah


Dengan memperhatikan jenis tanah, kita bisa mengetahui jenis pondasi seperti apa yang paling sesuai untuk rumah.


Jika tanah sudah cukup keras, maka pondasi batu kali sudah cukup untuk membangun rumah satu lantai.


Lalu apabila ingin membangun rumah dua lantai di atas tanah yang cukup keras, sebaiknya menggunakan kombinasi batu kali dan foot plate.


Nah,
untuk tanah yang cukup lembek, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli struktur bangunan.


Baca juga: 
Daftar Harga Semen Terbaru, dari Semen Abu-Abu hingga Semen Putih


Perhatikan Lokasi Sekitar


Tips terakhir, yaitu jangan lupa untuk memperhatikan lokasi sekitar yang mencakup lokasi geografis.


Perhatikan apakah kondisi tanah stabil dan lingkungannya aman untuk
mendirikan bangunan rumah?


Perlu dicatat, beberapa lokasi  seperti pegunungan atau tepi pantai memiliki kondisi tanah yang tidak biasa.


Oleh sebab itu, pembangunan pondasinya akan lebih rumit sehingga harus dikonsultasikan kepada ahli.


Itulah panduan membangun pondasi rumah. Kini kamu sudah tahu jenis hingga tipsnya ya.


Semoga informasi yang didapatkan bermanfaat.


Author:
Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar