Perhatikan Hal Ini untuk Membuat Rumah Anti Banjir!

Rumah Anti Banjir

Foto: Dornob

 

Sebagai negara tropis, Indonesia sangat rentan terkena bencana alam. Salah satu yang paling sering terjadi adalah banjir, terutama pada saat musim hujan. 

 

Bahaya banjir sendiri mengintai hampir semua daerah di Indonesia, terutama untuk kawasan di sekitar bantaran sungai atau pesisir. Karena itulah penting untuk mendesain rumah anti banjir saat membuat hunian.

 

Ada banyak cara untuk membangun rumah anti banjir. Dengan berkembangnya teknologi arsitektur, membangun tempat tinggal yang dapat mencegah banjir semakin mudah dilakukan.

 

Untuk membangun rumah anti banjir, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Mulai dari desain rumah khusus hingga pemilihan material bangunan yang tahan banjir, berikut penjelasannya.

 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Bangun Rumah Anti Banjir

Pilih Lokasi Rumah 

Jika terpaksa tinggal di kawasan yang rawan banjir, maka penting untuk mencari lokasi rumah yang relatif aman. 

 

Hindari kawasan-kawasan yang sangat dekat dengan bantaran sungai atau pesisir pantai. Jika terpaksa tinggal di kedua area tersebut, maka perhatikan kualitas tanah. 

 

Karena kualitas tanah dapat menjadi pembeda keselamatan ketika kita berbicara di area rawan banjir. Pastikan kualitas tanah di tempat rumah akan berdiri dapat menyerap air dengan baik dan tidak rawan longsor.

 

Buat Pondasi Rumah Panggung

Rumah yang akan dibangun tidak harus menjadi panggung tinggi. Rumah bisa diangkat setinggi 1 meter dari permukaan tanah, untuk menciptakan ruang bila permukaan air mulai naik.

 

Salah satu contoh desain yang bisa ditiru adalah rumah yang baru dibangun di New York setelah dihantam badai Sandy. 

 

Pondasi rumah tidak perlu setinggi itu, yang penting adalah tinggi pondasi lebih tinggi dari rata-rata tinggi air saat terjadi banjir.

rumah panggung anti banjir

Foto: Fontana Architecture

Pilih Material yang Kokoh

Ada tiga material yang sangat direkomendasikan saat membangun rumah anti banjir, yakni beton, baja dan kayu. 

 

Ketiganya adalah material yang sering digunakan saat membangun bangunan yang tahan diterjang banjir atau badai.

 

Di antara ketiganya, yang paling direkomendasikan adalah menggunakan material beton. Karena selain kokoh dari terjangan banjir, beton juga terbukti bisa tahan dari api dan tidak mudah rusak. 

 

Sedangkan untuk baja dan kayu fungsinya hampir mirip. Bahkan keduanya bisa digunakan di desain rumah yang sama. 

 

Salah satu bangunan yang dapat Anda tiru dengan menggunakan bahan kayu atau baja adalah rumah panggung tradisional di Indonesia.

 

Perhatikan Kelistrikan

Selain membangun desain rumah yang kokoh dan tahan dengan air, masalah kelistrikan di rumah juga wajib diperhatikan. 

 

Bila tidak diperhatikan dengan hati-hati malah nanti bisa berbahaya, terutama ketika air masuk ke dalam rumah.

 

Jika normalnya slot listrik di rumah berada di dekat lantai, coba buat sedikit lebih tinggi. Soal ini juga bisa dikonsultasikan dengan kontraktor atau arsitek saat mendesain rumah.

 

Contoh Desain Rumah Anti Banjir

Jika Anda belum terbayang bagaimana bentuk rumah anti banjir, kami berikan beberapa contoh rumah yang dibangun secara spesifik agar tahan dari banjir. 

 

Berikut adalah desain rumah anti banjir tersebut:

 

Amphibious House

membuat rumah anti banjir

Foto: Casa Indonesia

 

Dirancang oleh firma arsitektur Baca Architects, proyek hunian dengan nama Amphibious House ini didesain untuk bisa mengapung di atas luapan air danau.

 

Dibangun di atas pondasi yang sepadan dengan permukaan Sungai Thames, Inggris, pondasi rumah minimalis modern ini dirancang terpisah, sehingga strukturnya dapat mengambang di atas permukaan air ketika sungai meluap.

 

Untuk material bangunan, bagian atas hunian terbuat dari kayu ringan, sedangkan bagian bawahnya menggunakan concrete hull

 

Hunian dengan desain inovatif ini telah terbukti bisa bertahan ketika banjir mencapai tinggi 2,5 meter.

 

Ini tampaknya cocok untuk mereka yang tinggal di dekat bantaran sungai atau kawasan pesisir. Jadi ketika permukaan air sudah mulai naik, Anda dan keluarga masih bisa tetap di dalam rumah tanpa khawatir rumah akan kemasukan air. 

 

Blooming Bamboo House

panduan rumah anti banjir

Foto: Doan Thanh Ha

 

Tidak jauh dari Indonesia, H&P Partners membangun Blooming Bamboo House di Hanoi Vietnam. 

 

Rumah yang dibangun sepenuhnya menggunakan bambu ini sangat mirip dengan desain rumah panggung dengan tinggi yang cukup untuk menghadang air. 

 

Dibangun seluas 44 meter persegi di Hanoi, Vietnam, rumah bambu ini mampu bertahan dengan kondisi banjir hingga 1,5 hingga 3 meter. 

 

Hampir seluruh ruangan dilapisi oleh nilon dan polycarbonate sheet sebagai penahan air masuk ke dalam rumah.

 

Itulah hal yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah anti banjir beserta contoh desainnya yang bisa jadi inspirasi. 

 

Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam membangun rumah impian. 

 

 

Author:
Ferry Fadhlurrahman

Tambahkan Komentar