KPR Konvensional Rumah123

Membantu Anda rencanakan pembelian rumah dengan mudah

Simulasi KPR

Rp
%Rp
0%50%Persentase uang muka 20% adalah jumlah minimum yang disarankanUang muka di bawah 20% akan memerlukan syarat tertentu dari pihak bank
Tahun1 tahun30 tahun
%1%15%
Tahun1 tahun10 tahun
%1%15%

Hasil Perhitungan

Rp3.222.373
Rp4.171.885

Pembayaran Pertama

Rp 100.000.000
3.222.373
Rp 24.000.000
Rp 127.222.373

Detail Pinjaman

400.000.000
Rp 544.281.653

Ketentuan Penghasilan Minimal?
Penghasilan minimum yang ditentukan oleh bank sebagai salah satu syarat persetujuan pengajuan KPR.

Rp 10.741.243
Rp 8.055.932

Disclaimer : Hasil di atas merupakan angka estimasi, data perhitungan dapat berbeda dengan perhitungan bank. untuk lebih akuratnya mohon hubungi bank penyedia KPR.

Pilihan Produk KPR

Panduan KPR

Kpr Konvensional atau KPR Syariah

Konvensional dan Syariah adalah dua pilihan KPR yang populer dan bisa dipilih jika kamu ingin beli rumah. Lalu mana yang lebih baik? Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya dan berikut poin penting dari perbedaan keduanya, sebagai bahan pertimbangan sebelum mengajukan KPR.

tes
KPR Konvensional

  • Suku bunga mengacu pada BI atau kebijakan bank
  • Tenor bisa mencapai 30 tahun

tes
KPR Syariah

  • Tidak mengenal sistem bunga dan cicilan bersifat tetap
  • Tenor berkisar 5-15 tahun
Dari poin-poin di atas kita bisa tahu bahwa KPR Konvensional memiliki tenor lebih panjang, sehingga beban cicilan relatif lebih ringan dibanding KPR Syariah.

Namun di sisi lain, besaran cicilan di KPR Konvensional bersifat fluktuatif dan mengikuti suku bunga BI, sementara biaya cicilan KPR Syariah bersifat flat.

Bunga KPR

Seperti yang disebutkan di atas, suku bunga KPR Konvensional tidak tetap. Jadi cicilan pada tahun-tahun pertama dan tahun berikutnya bisa berbeda.

Ada dua jenis bunga yang biasa digunakan pada KPR Konvensional, yakni bunga tetap (fix/flat) dan bunga mengambang (floating).

Sesuai namanya, bunga tetap berarti tidak akan ada perubahan suku bunga, sehingga biaya cicilan akan selalu sama. Hal ini tentu akan membuat pengelolaan keuangan bulanan akan lebih mudah.

Sementara bunga floating KPR akan berubah sesuai dengan naik-turunnya suku bunga. Ini otomatis akan berpengaruh pada nilai angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan.

Meski jenis bunga ini terkesan berisiko, tapi tetap ada keunggulannya. Seperti, adanya potensi cicilan berkurang ketika suku bunga mengalami penurunan.

Syarat KPR Konvensional

Pengajuan KPR tentu memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat KPR Konvensional secara umum adalah :

  • WNI
  • Usian minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (karyawan) dan 65 tahun (pengusaha) pada saat jatuh tempo kredit
  • Memiliki pemasukan tetap
  • Lama kerja minimal 2 tahun / lama usaha minimal 3 tahun
  • Melengkapi dokumen seperti:
    • Aplikasi permohonan pengajuan KPR
    • Fotokopi KTP / Kartu Keluarga / NPWP
    • Surat keterangan kerja / legalitas usaha
    • Slip gaji dan rekening koran 3 bulan terakhir

Cara Menghitung Cicilan KPR

Pada KPR Konvensional, biasanya suku bunga tetap akan diterapkan pada 1-3 tahun pertama masa cicilan. Selanjutnya akan berlaku suku bunga mengambang.

Misalnya kamu mengajukan KPR rumah dengan nilai Rp500.000.000 dengan tenor 20 tahun, dan bunga 2 tahun pertama 9% sedangkan sisanya 10%. Maka penghitungan sederhana jadi sebagai berikut:

Cicilan pokok: Rp500.000.000 : 240 bulan = Rp2.083.333
Bunga per bulan: (Rp500.000.000 x 9%) : 12 bulan = Rp3.750.000
Jadi, total yang harus dibayar adalah Rp3.750.000 + Rp2.083.333 = Rp5.833.333 per bulan

Sedangkan besaran cicilan setelah 2 tahun pertama adalah:

Sisa cicilan: Rp500.000.000 – (Rp5.833.333x24) = Rp360.000.008
Cicilan pokok: Rp2.083.333
Bunga per bulan: (Rp360.000.008 x 10%) : 12 bulan = Rp3.000.000
Besaran cicilan yang harus dibayar per bulan setelahnya adalah Rp2.083.333 + Rp3.000.000 = Rp5.083.333.
Kewajiban membayar angsuran ini berlaku hingga jatuh tempo 20 tahun.

Untuk penghitungan cicilan yang lebih mudah, kamu bisa gunakan Kalkulator KPR Konvensional Rumah123.com.

Seputar KPR

Apa beda KPR konvensional dan syariah?

Pada KPR konvensional nasabah dan bank menyepakati biaya pinjaman kredit ditambah bunga KPR dan biaya lainnya. Suku bunga yang diterapkan bersifat fluktuatif dan mengacu pada Bank Indonesia (BI). Jangka waktu kreditnya sekitar 20 - 30 tahun.

Sedangkan pada KPR syariah, bank akan membeli rumah lebih dulu, lalu menjualnya kembali pada nasabah dengan nilai yang disepakati. Karena tidak mengenal bunga, keuntungan bank adalah dari selisih harga beli dan jual. Jangka waktu kreditnya sekitar 10 - 15 tahun.