Stasiun Palmerah adalah salah satu stasiun KRL Commuter Line yang sering dianggap kecil tapi penting.
Lokasinya yang berada di koridor strategis Jakarta Barat–Jakarta Pusat membuat stasiun ini punya peran krusial untuk mobilitas harian, terutama bagi pekerja kantoran, mahasiswa, hingga penonton event di kawasan Senayan.
Meski tidak berstatus stasiun besar atau stasiun transit utama, Palmerah justru disukai karena lebih praktis, relatif cepat diakses, dan tidak seramai Tanah Abang, namun tetap terhubung langsung ke jalur vital KRL.

Stasiun ini melayani perjalanan komuter jarak dekat hingga menengah, terutama ke arah pusat kota dan wilayah Tangerang–Banten.
Stasiun Palmerah berada di kawasan padat aktivitas, dekat:
Pilihan akses menuju stasiun:
Karena posisinya yang “tanggung” antara Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, stasiun ini sering dipakai sebagai titik naik-turun alternatif saat Tanah Abang terlalu padat.

Jadwal kereta di Stasiun Palmerah mengikuti pola operasional KRL Commuter Line Rangkasbitung Line (Green Line).
Gambaran Jadwal Harian
Untuk tujuan akhir Rangkasbitung, jeda antar kereta biasanya lebih lama dibandingkan tujuan Serpong.
Pada akhir pekan dan hari libur, frekuensi perjalanan cenderung sedikit lebih renggang, namun tetap cukup andal untuk aktivitas santai maupun perjalanan jarak menengah ke arah Banten.
Untuk jadwal paling presisi, posisi kereta real-time, dan pembelian tiket, sangat disarankan menggunakan aplikasi resmi C-Access atau cek melalui situs commuterline.id.

Stasiun Palmerah melayani rute Rangkasbitung Line (Green Line) yang menghubungkan pusat Jakarta dengan wilayah Tangerang Selatan hingga Kabupaten Lebak, Banten.
Rute Langsung (Tanpa Transit)
Stasiun Penting di Lintas Ini
Beberapa stasiun populer yang dapat diakses langsung dari Palmerah tanpa perlu berpindah kereta:
Koneksi Transit di Tanah Abang
Karena Palmerah hanya satu stasiun sebelum titik akhir Tanah Abang, penumpang dapat transit di Tanah Abang untuk berpindah ke Cikarang Loop Line menuju:
Inilah yang membuat Palmerah sangat efektif sebagai titik naik-turun alternatif bagi komuter yang ingin menghindari kepadatan luar biasa di stasiun besar seperti Tanah Abang atau Manggarai.

Tarif perjalanan dari dan menuju Stasiun Palmerah mengikuti kebijakan tarif resmi KAI Commuter yang berbasis jarak tempuh.
Skema Tarif Umum
Contoh Estimasi Tarif
Metode Pembayaran
Pastikan saldo minimum kartu atau saldo digital Anda minimal sebesar Rp7.000 agar proses tap-in di pintu masuk berjalan lancar tanpa kendala.
Sebagai stasiun hasil revitalisasi, Stasiun Palmerah kini memiliki bangunan modern dua lantai dengan fasilitas yang sangat lengkap dan setara dengan stasiun besar di pusat kota.
Aksesibilitas Modern
Dilengkapi dengan eskalator dan lift yang sangat memudahkan penumpang lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil untuk berpindah lantai.
Area Concourse yang Nyaman
Lantai atas stasiun berfungsi sebagai area utama untuk transaksi, menunggu, dan kuliner sebelum masuk ke area peron.
Fasilitas Dasar & Layanan Umum
Tersedia mushola yang bersih, toilet umum, serta ruang menyusui (nursery room).
Area Komersial
Terdapat berbagai gerai retail seperti minimarket, kedai kopi, serta kios makanan kecil untuk kebutuhan praktis penumpang.
Layanan Tiket
Fasilitas vending machine untuk pengisian saldo kartu dan gerbang elektronik (gate) yang responsif.
Peron Terlindungi
Peron tinggi dengan kanopi panjang yang menutupi seluruh area tunggu, sehingga penumpang aman dari panas maupun hujan.
Konektivitas Pejalan Kaki
Memiliki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ikonik yang menghubungkan stasiun secara langsung dengan kawasan perkantoran, halte TransJakarta, dan kompleks DPR/MPR.
Meskipun area parkir kendaraan terbatas, integrasi transportasi dan kemudahan akses pejalan kaki menjadikan stasiun ini salah satu yang paling nyaman di lintas Rangkasbitung Line.
*
Stasiun Palmerah adalah contoh stasiun KRL yang efisien, fungsional, dan strategis.
Ia mungkin tidak megah, tapi justru itulah kekuatannya: praktis, cepat, dan relevan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari di Jakarta.
Bagi Anda yang ingin menghindari keramaian ekstrem Tanah Abang namun tetap terhubung ke jalur vital KRL, Stasiun Palmerah layak jadi andalan.
Stasiun Palmerah melayani KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Dari stasiun ini, penumpang bisa menuju Tanah Abang, Sudirman, Kebayoran, Serpong, Parung Panjang, hingga Rangkasbitung.
Stasiun Palmerah bukan stasiun transit utama. Namun, penumpang bisa transit dengan mudah di Tanah Abang untuk berpindah ke lintas Bogor atau Bekasi/Cikarang.
Ya. Stasiun Palmerah relatif dekat dengan kawasan Senayan dan GBK, dengan jarak sekitar 1,5–2 km. Banyak penumpang memilih berjalan kaki atau menggunakan ojek online saat ada event besar.
Pada jam sibuk pagi dan sore, Stasiun Palmerah bisa cukup padat, terutama penumpang arah Tanah Abang. Namun secara umum, tingkat keramaiannya lebih terkendali dibanding Tanah Abang.