Stasiun Kebayoran merupakan salah satu stasiun KRL Commuter Line yang berperan penting dalam mobilitas harian warga Jakarta Selatan.
Berada di kawasan Kebayoran Lama, stasiun ini menjadi titik naik-turun penumpang yang strategis, terutama bagi komuter yang bekerja atau beraktivitas di pusat kota Jakarta.
Berbeda dengan stasiun besar seperti Tanah Abang atau Manggarai, Stasiun Kebayoran tidak melayani kereta jarak jauh maupun antarkota.
Fokus utamanya adalah layanan komuter, sehingga ritme stasiun ini sangat terasa di jam berangkat dan pulang kerja.
Justru karena fungsinya yang spesifik itulah Stasiun Kebayoran dianggap efisien dan relevan bagi pengguna KRL harian.
Lokasi dan Akses Stasiun Kebayoran Stasiun Kebayoran terletak di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Lokasinya sangat strategis karena berada di perbatasan jalur penghubung menuju Jakarta Barat (arah Slipi/Joglo) dan Jakarta Pusat (arah Senayan).
Integrasi Antarmoda
Terhubung langsung melalui Skybridge Kebayoran Lama menuju Halte TransJakarta Velbak (Layanan bus layang Koridor 13) dan Halte Kebayoran Lama (Koridor 8).
Angkutan Umum
Dikelilingi oleh berbagai rute angkutan kota (mikrotrans/angkot) yang melayani rute ke arah Ciledug, Blok M, Lebak Bulus, dan Permata Hijau.
Pejalan Kaki
Tersedia jalur pejalan kaki yang terhubung dengan kawasan pasar, meskipun sering kali padat oleh aktivitas perdagangan di jam sibuk.
Ojek & Taksi Online
Tersedia titik penjemputan/penurunan, namun disarankan memperhatikan titik padat di sekitar pintu masuk pasar agar tidak terjebak macet.
Lokasi ini menjadikan Stasiun Kebayoran sebagai hub vital bagi pekerja kantoran, mahasiswa, hingga pedagang pasar yang bergerak dari arah Tangerang Selatan (Serpong/Parung Panjang) menuju pusat Jakarta.

Jadwal perjalanan kereta di Stasiun Kebayoran mengikuti pola operasional Rangkasbitung Line (Green Line) yang melayani rute komuter setiap hari.
Gambaran Jadwal Harian
Frekuensi kereta dengan tujuan akhir Rangkasbitung biasanya memiliki jeda yang lebih lama dibandingkan tujuan Serpong.
Pada jam sibuk, Stasiun Kebayoran cenderung sangat ramai karena merupakan titik temu antara pekerja kantoran, mahasiswa, dan pedagang dari Pasar Kebayoran Lama.
Penumpang disarankan datang lebih awal untuk menghindari kepadatan di area peron dan antrean masuk gate.
Untuk jadwal paling presisi, posisi kereta secara real-time, dan informasi kepadatan gerbong, penumpang sangat disarankan menggunakan aplikasi resmi C-Access atau memantau papan informasi digital di area stasiun.

Stasiun Kebayoran melayani Rangkasbitung Line (Green Line), salah satu lintas paling vital yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan pusat kota serta wilayah penyangga di Tangerang Selatan hingga Banten.
Dari Stasiun Kebayoran, kereta melaju ke arah Tangerang Selatan dan Banten melalui stasiun-stasiun berikut:
Kebayoran → Pondok Ranji → Jurang Mangu → Sudimara → Rawa Buntu → Serpong → Cisauk → Parung Panjang → Tigaraksa → Maja → Rangkasbitung.
Untuk menuju pusat kota, penumpang hanya melewati satu stasiun antara sebelum tiba di titik akhir:
Kebayoran → Palmerah → Tanah Abang (Stasiun Akhir).
Setelah tiba di Stasiun Tanah Abang, penumpang dapat berpindah ke Cikarang Loop Line (Blue Line) untuk menjangkau wilayah lain:
Rute ini menjadikan Stasiun Kebayoran sebagai hub transportasi yang sangat praktis, terutama karena kemudahannya menghubungkan area permukiman di Jakarta Selatan dengan pusat bisnis dan pendidikan di sepanjang lintas Green Line.

Tarif perjalanan dari dan menuju Stasiun Kebayoran mengikuti skema resmi KAI Commuter yang berbasis jarak tempuh.
Hal ini menjadikannya pilihan transportasi paling ekonomis untuk menghindari kemacetan Jakarta.
Ketentuan Tarif
Contoh Estimasi Tarif
Metode Pembayaran
Pastikan saldo minimum pada kartu atau aplikasi Anda setidaknya sebesar Rp7.000 (tarif terjauh) sebelum melakukan tap-in agar perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan di gerbang masuk.
Stasiun Kebayoran kini telah bertransformasi menjadi stasiun modern dua lantai yang tidak hanya melayani perjalanan KRL, tetapi juga berfungsi sebagai hub integrasi transportasi yang sangat efisien.
Integrasi Antarmoda (Skybridge)
Memiliki Skybridge Kebayoran Lama yang ikonik, memungkinkan penumpang pindah moda ke TransJakarta Koridor 13 (Halte Velbak) dan Koridor 8 (Halte Kebayoran Lama) dengan aman dan nyaman tanpa harus turun ke jalan raya.
Aksesibilitas Penuh
Dilengkapi dengan eskalator dan lift di berbagai titik, memastikan kemudahan akses bagi penumpang lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil.
Area Komersial & Retail
Di lantai atas (area concourse), terdapat berbagai pilihan minimarket, gerai kopi, dan kios makanan, memudahkan penumpang untuk berbelanja kebutuhan praktis.
Fasilitas Dasar Premium
Tersedia mushola yang bersih, toilet luas, serta ruang menyusui (nursery room) yang terjaga kenyamanannya.
Layanan Tiket & Informasi
Fasilitas mesin tiket otomatis (vending machine), papan informasi jadwal digital yang real-time, serta petugas pelayanan pelanggan yang siap membantu.
Keamanan 24 Jam
Area stasiun dijaga ketat oleh petugas keamanan dan dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik strategis.
Peron Terlindungi
Peron tinggi dengan kanopi panjang yang menutupi seluruh area tunggu, memberikan perlindungan maksimal dari panas dan hujan.
Meski berada di kawasan Pasar Kebayoran Lama yang padat, fasilitas integrasi dan kemudahan akses pejalan kaki menjadikan stasiun ini salah satu hub transportasi paling strategis dan nyaman di Jakarta Selatan.
*
Dengan jadwal yang padat, rute strategis, tarif terjangkau, serta akses transportasi yang relatif mudah, Stasiun Kebayoran memainkan peran penting dalam sistem transportasi Jabodetabek.
Stasiun ini sangat relevan bagi komuter yang mengutamakan efisiensi, waktu tempuh yang pasti, dan biaya perjalanan yang rasional.
Stasiun Kebayoran hanya melayani KRL Commuter Line. Stasiun ini tidak melayani kereta jarak jauh atau kereta antarkota.
Stasiun Kebayoran berada di Lintas Rangkasbitung (Green Line) yang menghubungkan wilayah Banten dengan Jakarta, melalui Tanah Abang.
Transit langsung tidak tersedia di Stasiun Kebayoran. Namun, penumpang dapat turun di Tanah Abang untuk transit ke jalur lain seperti Manggarai, Bogor, Bekasi, atau Jakarta Kota.
Area parkir tersedia secara terbatas di sekitar stasiun. Namun, kapasitasnya tidak besar, sehingga banyak pengguna memilih ojek online, angkutan umum, atau berjalan kaki.