Stasiun LRT Halim menjadi salah satu simpul transportasi paling strategis di Jakarta Timur.
Stasiun ini berperan penting sebagai penghubung antara LRT Jabodebek, Kereta Cepat Whoosh, serta jaringan transportasi darat lain seperti TransJakarta dan DAMRI.
Dengan desain modern dan sistem integrasi yang rapi, Stasiun Halim menjadi ikon baru mobilitas urban di kawasan ibu kota.
Foto banner: Silvia Rya dan Agung Nugraha Putra via Google Maps
Stasiun ini terletak di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tepatnya di dekat kompleks Bandara Halim dan Stasiun Kereta Cepat Halim.
Lokasinya sangat strategis karena menjadi titik pertemuan dua moda transportasi cepat: LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh menuju Bandung.
Akses menuju stasiun ini bisa ditempuh lewat:

Stasiun Halim berada di jalur LRT Jabodebek Cawang – Dukuh Atas – Bekasi Line. Dari sini, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai stasiun penting seperti:
Selain itu, penumpang juga dapat berpindah ke kereta cepat Whoosh untuk melanjutkan perjalanan ke Padalarang atau Bandung, menjadikan Halim sebagai titik integrasi antarkota yang efisien.

LRT Jabodebek beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 23.00 WIB.
Frekuensi kedatangan kereta rata-rata setiap 10–15 menit, tergantung jam sibuk.
Berikut perkiraan waktu perjalanan dari Stasiun Halim:
Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada masa penyesuaian operasional.
Informasi real-time tersedia melalui aplikasi LRT Jabodebek atau akun resmi @lrt_jabodebek di media sosial.

Tarif LRT Jabodebek menerapkan sistem berdasarkan jarak tempuh.
Pembayaran bisa dilakukan menggunakan:
Stasiun Halim juga menyediakan loket top-up dan mesin tap otomatis di setiap pintu masuk.
Stasiun ini dibangun dengan konsep ramah pengguna dan terintegrasi. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
Kawasan sekitarnya juga akan terus dikembangkan sebagai zona transit-oriented development (TOD), dengan potensi menghadirkan area komersial, ritel, dan konektivitas pejalan kaki yang nyaman.

Keunggulan utama Stasiun Halim adalah integrasinya dengan berbagai moda transportasi lain, menjadikannya simpul perjalanan paling praktis di timur Jakarta.
Dari sini, penumpang bisa:
Integrasi ini membuat perjalanan antarkota dan dalam kota semakin efisien tanpa perlu berganti moda transportasi terlalu jauh.
*
Sebagai bagian dari proyek LRT Jabodebek, Stasiun LRT Halim menjadi simbol modernisasi transportasi publik Indonesia.
Dengan integrasi lintas moda, tarif terjangkau, dan akses strategis, stasiun ini mempermudah mobilitas masyarakat urban, khususnya bagi mereka yang sering bepergian antara Jakarta dan Bandung.
Stasiun LRT Halim berlokasi di Jalan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, berdampingan dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh dan Bandara Halim. Aksesnya mudah dijangkau melalui jalan tol atau transportasi umum seperti TransJakarta dan DAMRI.
Stasiun ini dilalui oleh Jalur Cawang – Dukuh Atas – Bekasi milik LRT Jabodebek, menghubungkan wilayah Jakarta Timur dengan pusat kota dan Bekasi.
LRT Jabodebek beroperasi setiap hari pukul 05.30–23.00 WIB, dengan frekuensi kedatangan kereta sekitar 10–15 menit.
Pembayaran tiket dapat dilakukan menggunakan kartu uang elektronik, QRIS, atau Kartu Multi Trip (KMT). Mesin tap otomatis tersedia di seluruh pintu masuk.
TIDAK tersedia area parkir mobil (kendaraan roda empat) yang resmi di dalam kompleks Stasiun LRT Halim. Stasiun ini dirancang dengan konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang mengutamakan angkutan umum.
Namun, Anda dapat memanfaatkan area parkir yang tersedia di fasilitas terintegrasi terdekat:
Area Parkir Kereta Cepat Halim: Terdapat fasilitas parkir yang luas di kawasan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, yang terhubung langsung dengan Stasiun LRT.
Parkir Sepeda/Motor: Parkir untuk kendaraan roda dua dan sepeda biasanya disediakan di area stasiun LRT.
Alternatif Terbaik: Disarankan menggunakan layanan antar-jemput (drop-off) atau beralih moda transportasi publik lain (TransJakarta, DAMRI) menuju stasiun.