Setelah covid, jual rumah koq makin terasa lebih sulit dari sblmnya.
Ada yg merasakan hal sama?
Rumah orang tua saya belum laku padahal harga sudah turun. Begitu juga dgn tetangga saya.
Dari sudut pandang agen properti seperti apa kondisi skrg?
sbg agen property dan sbg investor property
sering mengamati property dari beberapa developer dan monitor perkembangan di kawasan.
Segmen pasar saat ini sedikit berbeda pasca pandemi walau beberapa komersial tetap saja laris.
Property tidak bisa disebut sulit dijual apalagi coba dibanding bandingkan sebelumnya..selain property nya sendiri sudah berbeda, juga lokasi nya berbeda.
Penawaran harga biasa nya dikaitkan dengan ekspetasi harga terjual dan margin keuntungan yg terlalu besar bisa jadi salah satu penyebab belum terjual. Juga kebutuhan dan kepentingan thd property semakin bervariasi.
EndUser bisa jadi menurun karena daya beli shg lbh memilih menyewa dulu sambil menabung.
Investor dgn modal cukup masih bergairah dalam memilih property utk meraih keuntungan jangka panjang.
Sudah bukan lagi jaman nya spekulan property.
Cara bayar yg fleksible, bunga yg bersaing dan PPN DTP via pemerintah bisa menjadi minat meningkat pd rumah langsung dari developer.
Market Property secondary terkoreksi.
Beberapa pemilik Property menahan diri utk menjual dan memilih utk disewakan secepatnya.
Wajar banget kalau terasa lebih berat, karena sekarang pembeli jauh lebih selektif dan nggak mau asal spekulasi kayak dulu. Dari kacamata agen, kondisi sekarang itu buyer's market; stok rumah bekas melimpah banget tapi daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, ditambah lagi bunga KPR yang fluktuatif bikin orang mikir dua kali buat ambil cicilan.
Kalau harga sudah turun tapi belum laku juga, biasanya masalahnya bukan cuma di angka, tapi di "kemasan" iklan atau renovasi kecil yang kurang menarik mata. Sekarang orang cari yang benar-benar ready pakai, karena biaya material renovasi lagi mahal-mahalnya, jadi calon pembeli lebih milih rumah yang tinggal bawa koper daripada yang harus diperbaiki lagi.
Kalau untuk rumah di atas 500 memang sy rasakan sedikit strugling hanya saja di bawah itu bak kacang goreng terutama rumah subsidi di penyangga ibu kota
Setuju dengan opini pak henry bhwa end user bisa jd menurun krna daya beli sehingga mereka lebih milih menyewa.
Terlebih saat ini preferensi gen z dan gen selanjutnya berbeda dgn generasi milenial…
Banyak agen ngerasain hal yg sama kok, karena setelah covid buyer jadi lebih selektif, nunggu momen, dan sensitif harga, jadi walau harga turun tetap butuh strategi (pricing, foto, channel pemasaran) biar rumah bisa gerak.
Banyak agen juga merasakan hal yang sama, karena pasca-covid daya beli masih selektif, suku bunga KPR lebih tinggi, dan calon pembeli makin sensitif harga, jadi rumah tetap bisa laku tapi butuh harga yang sangat kompetitif, strategi pemasaran yang tepat, dan waktu yang lebih panjang dibanding sebelum pandemi.
Iya, banyak yang ngerasain hal sama. Dari sudut pandang agen, pasar setelah covid jadi lebih selektif. Buyer sekarang lebih hati-hati, bandingin banyak pilihan, dan sensitif banget sama harga.
Turunin harga aja kadang belum cukup kalau:
Lokasi kalah saing
Kondisi rumah butuh banyak renov
Foto & iklannya kurang menarik
Legalitas atau akses kurang jelas
Sekarang rumah yang cepat laku biasanya yang harganya benar-benar realistis, kondisinya siap huni, dan pemasarannya rapi. Jadi bukan rumahnya jelek, tapi kompetisinya makin ketat
Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.
E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024
rumah123.com
Daya beli belum pulih,
Stok rumah yang dijual semakin banyak..