D
Desan
Property People

bener gak sih perubahan fungsi rumah sekitar (jadi usaha) bisa menurunkan nilai properti??????

Komentar (17)

Y

Iya, bisa. Kalau lingkungan jadi lebih rame, parkir semrawut, atau kurang nyaman buat hunian, biasanya minat pembeli turun jadi nilai properti ikut tertekan. Tapi kalau usahanya rapi dan malah bikin area hidup, kadang efeknya netral atau bahkan positif.

0
Henry HOFA
Henry HOFA
Corporate Agent

rumah sekitar..maksudnya kawasan di sekitar rumah?

mungkin peruntukan awalnya sdh berubah..atau karena kebutuhan dan kondisi..banyak yg menjadikan rumah sbg tempat usaha.

Secara bisnis ya bisa menaikkan harga rumah karena dipandang ada nilai tambahnya

Kalo hanya beberapa rumah dan itupun sekedar tambahan penghasilan..bisa jadi mengiurangi minat..apalagi sudah timbulkan polusi suara dan gangguan kenyamanan keamanan.

0
a
aldi rustandi
Property People

Kl lingkungan berubah jd area usaha yg ramai & kurang nyman biasanya nilai properti ikut turun.

 
 

0
b
bisa titip jual property
Property People

usaha apa dulu? kl ada peluangn bisnisnya malah menaikan harga rumah. bnuk klien sy yg beli rumah bekas grosiran, kafe,warung kecil malah diterusin usahanya jadi passive income dan menudulang untung 

0
A
Anonymous

Di Indonesia pengaturan daerah komersil dan pemukiman tidka seketat di negara2 maju. Kita disini masih kekeluargaan dan musyawarah.

Mungkin di sini yg dimaksud rumah tinggal biasa dijadikan jualan air mineral atau agen tabung gas elpiji ? sehingga terlihat kumuh karena berantakan dan mengganggu lalu lintas serta bahaya elpiji meledak di kawasan pemukiman ? ya ini benar bisa menurunkan minat orang untuk beli di kawasan demikian.

Namun salah satu contoh usaha kue mahal di Jakarta Selatan yang jelas2 di area pemukiman dan banyak mobil keluar masuk ini malah menaikkan nilai ekonomis daerah tersebut padahal aslinya pemukiman.

Jadi tergantung usahanya juga sih.

1
Panji Kusumah
Panji Kusumah
Corporate Agent

Jawabannya: Bisa ya, bisa tidak. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat "nilai" tersebut. Fenomena ini sering disebut sebagai mixed-use creeping atau komersialisasi kawasan hunian.

Mari kita bedah kenapa hal ini bisa jadi pisau bermata dua buat properti kamu:

Jika rumah tersebut tujuannya tetap untuk tempat tinggal (residensial), komersialisasi biasanya membawa dampak negatif yang menurunkan kenyamanan:

  • Hilangnya Privasi & Ketenangan: Suara bising dari pelanggan, musik, atau mesin usaha bisa merusak suasana rumah yang tenang.
  • Masalah Parkir & Macet: Jalanan depan rumah yang tadinya sepi jadi penuh kendaraan parkir. Ini sering jadi sumber konflik antar tetangga.
  • Keamanan & Kebersihan: Banyaknya orang asing yang lalu lalang meningkatkan risiko keamanan, plus potensi sampah yang meningkat (terutama jika usahanya kuliner).
  • Zonasi & Legalitas: Jika kawasan tersebut sebenarnya zonasi hijau/pemukiman tapi dipaksakan jadi tempat usaha tanpa izin, pembeli rumah (yang ingin tinggal di sana) akan ragu karena takut masalah hukum di masa depan.

Sebaliknya, jika lokasi tersebut dilihat sebagai aset investasi/bisnis, harganya justru bisa melonjak drastis:

  • Potensi Income: Harga tanah di kawasan yang hidup secara ekonomi biasanya jauh lebih mahal daripada pemukiman murni. Contohnya: kawasan Tebet atau Senopati di Jakarta yang dulunya murni perumahan.
  • Permintaan Tinggi: Investor akan berani bayar mahal karena mereka melihat return on investment (ROI) dari lokasi yang strategis untuk usaha.
  • Perubahan Peruntukan: Jika pemerintah daerah mengubah RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dari pemukiman menjadi zona komersial, nilai NJOP biasanya akan naik signifikan.

Catatan Penting: > Perubahan fungsi rumah menjadi tempat usaha tanpa izin resmi (IMB/PBG yang sesuai) bisa kena sanksi administratif hingga pembongkaran. Jadi, kalau tetangga tiba-tiba buka bengkel atau cafe yang sangat mengganggu, kamu punya dasar hukum untuk keberatan.

1. Kenapa Nilai Properti Bisa Turun?2. Kenapa Nilai Properti Bisa Naik?Perbandingan Sudut PandangFaktorSudut Pandang Penghuni (End-user)Sudut Pandang InvestorNilai PropertiTurun (kurang nyaman untuk dihuni)Naik (potensi bisnis tinggi)Kualitas HidupTerganggu oleh kebisingan & polusiTidak relevan (yang penting cuan)LikuiditasSusah dijual ke keluargaCepat laku ke pelaku usaha

0
A
Anonymous
Panji Kusumah

Jawabannya: Bisa ya, bisa tidak. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat "nilai" tersebut. Fenomena ini sering disebut sebagai mixed-use creeping atau komersialisasi kawasan hunian.

Mari kita bedah kenapa hal ini bisa jadi pisau bermata dua buat properti kamu:

Jika rumah tersebut tujuannya tetap untuk tempat tinggal (residensial), komersialisasi biasanya membawa dampak negatif yang menurunkan kenyamanan:

  • Hilangnya Privasi & Ketenangan: Suara bising dari pelanggan, musik, atau mesin usaha bisa merusak suasana rumah yang tenang.
  • Masalah Parkir & Macet: Jalanan depan rumah yang tadinya sepi jadi penuh kendaraan parkir. Ini sering jadi sumber konflik antar tetangga.
  • Keamanan & Kebersihan: Banyaknya orang asing yang lalu lalang meningkatkan risiko keamanan, plus potensi sampah yang meningkat (terutama jika usahanya kuliner).
  • Zonasi & Legalitas: Jika kawasan tersebut sebenarnya zonasi hijau/pemukiman tapi dipaksakan jadi tempat usaha tanpa izin, pembeli rumah (yang ingin tinggal di sana) akan ragu karena takut masalah hukum di masa depan.

Sebaliknya, jika lokasi tersebut dilihat sebagai aset investasi/bisnis, harganya justru bisa melonjak drastis:

  • Potensi Income: Harga tanah di kawasan yang hidup secara ekonomi biasanya jauh lebih mahal daripada pemukiman murni. Contohnya: kawasan Tebet atau Senopati di Jakarta yang dulunya murni perumahan.
  • Permintaan Tinggi: Investor akan berani bayar mahal karena mereka melihat return on investment (ROI) dari lokasi yang strategis untuk usaha.
  • Perubahan Peruntukan: Jika pemerintah daerah mengubah RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dari pemukiman menjadi zona komersial, nilai NJOP biasanya akan naik signifikan.

Catatan Penting: > Perubahan fungsi rumah menjadi tempat usaha tanpa izin resmi (IMB/PBG yang sesuai) bisa kena sanksi administratif hingga pembongkaran. Jadi, kalau tetangga tiba-tiba buka bengkel atau cafe yang sangat mengganggu, kamu punya dasar hukum untuk keberatan.

1. Kenapa Nilai Properti Bisa Turun?2. Kenapa Nilai Properti Bisa Naik?Perbandingan Sudut PandangFaktorSudut Pandang Penghuni (End-user)Sudut Pandang InvestorNilai PropertiTurun (kurang nyaman untuk dihuni)Naik (potensi bisnis tinggi)Kualitas HidupTerganggu oleh kebisingan & polusiTidak relevan (yang penting cuan)LikuiditasSusah dijual ke keluargaCepat laku ke pelaku usaha

DI perumahan saya bnyk yg tiba2 buka usaha padahal bukan ruko, jadi seharusnya PBG ganti bukan PBG rumah tinggal tp PBG Usaha pak ??

0
Bali Villa Pro
Bali Villa Pro
Corporate Agent

Jawabannya: bisa iya, bisa tidak — tergantung jenis usahanya, skala, dan karakter lingkungan sekitar.

Kalau lingkungannya memang ditujukan sebagai kawasan hunian tenang, perubahan fungsi jadi usaha cenderung menurunkan daya tarik. Tapi kalau kawasan berkembang ke arah komersial, justru bisa meningkatkan nilai tanah.

Semoga membantu 🙏

0
Alya Zulfikar

Sebenarnya ini pedang bermata dua, tapi kalau bicara konteks hunian murni, jawabannya bisa banget bikin harga jatuh. Lingkungan yang tadinya tenang jadi berisik, parkir sembarangan, dan privasi hilang itu red flag besar buat calon pembeli yang cari ketenangan, sehingga resale value rumah kamu sebagai tempat tinggal bakal turun. Tapi di sisi lain, kalau tanah kamu lokasinya strategis, nilai propertinya justru bisa meroket gila-gilaan karena harganya berubah dari harga "tanah hunian" jadi harga "tanah komersial" yang jauh lebih mahal. Jadi, nilainya turun kalau tetap dipaksakan jadi tempat tinggal, tapi bakal naik kalau kamu jual ke investor yang mau buka bisnis juga.

0
A
Anonymous

Kemungkinan besar bisa, apalagi kalo bikin brisik

0
A
Anonymous
Property People

Bisa turun kalau usahanya bikin lingkungan jadi berisik dan nggak nyaman, tapi kalau tertata dan malah bikin kawasan lebih hidup, kadang justru bisa bantu naikkan nilai properti.

0
A
Anonymous
Property People

Bisa iya bisa nggak, tapi kalau perubahan fungsi jadi usaha bikin lingkungan lebih ramai, bising, atau macet, biasanya memang bisa menurunkan daya tarik dan nilai rumah tinggal di sekitarnya, kecuali justru lokasinya berkembang jadi area komersial yang kuat, itu malah bisa angkat harga.

0
A
Anonymous
Property People

Bisa iya, bisa tidak, kalau perubahan fungsi jadi usaha menimbulkan kebisingan, parkir semrawut, atau mengganggu kenyamanan, biasanya berdampak negatif ke persepsi dan harga rumah sekitar; tapi kalau justru menghadirkan fasilitas yang dibutuhkan (minimarket, klinik, laundry) dan tertata rapi, kadang malah meningkatkan daya tarik kawasan, jadi efeknya sangat tergantung jenis usahanya dan dampaknya ke lingkungan.

0
Henry HOFA
Henry HOFA
Corporate Agent
A
Anonymous

DI perumahan saya bnyk yg tiba2 buka usaha padahal bukan ruko, jadi seharusnya PBG ganti bukan PBG rumah tinggal tp PBG Usaha pak ??

memang dilema..

kawasan hunian yg dijadikan kawasan komersial...

0
Henry HOFA
Henry HOFA
Corporate Agent
Y

Iya, bisa. Kalau lingkungan jadi lebih rame, parkir semrawut, atau kurang nyaman buat hunian, biasanya minat pembeli turun jadi nilai properti ikut tertekan. Tapi kalau usahanya rapi dan malah bikin area hidup, kadang efeknya netral atau bahkan positif.

umumnya kawasan hunian yg akses dan jalan nya ramai lalulintas..cenderung dijadikan tempat usaha..tidak heran bila halaman rumah menjadi area usaha.. satu per satu..lama lama jadi banyak..apalagi sdh ada brand tertentu..pasti jadi ramai..

Memang dilema

0
Henry HOFA
Henry HOFA
Corporate Agent
A

Bisa turun kalau usahanya bikin lingkungan jadi berisik dan nggak nyaman, tapi kalau tertata dan malah bikin kawasan lebih hidup, kadang justru bisa bantu naikkan nilai properti.

beberapa lokasi..yg tadinya kawasan hunian biasa..karena ada perubahan akses dan jalur lalulintas...akhirnya menarik utk dijadikan bisnis dan komersil.. skala kecil hingga menengah.. Tentu property terkoreksi harga jadi naik..

0
S
Susianti
Property People

Bisa saja berpengaruh, karena jika terlalu banyak rumah berubah jadi tempat usaha biasanya membuat lingkungan terasa lebih ramai atau kurang nyaman untuk hunian, sehingga sebagian pembeli bisa menilai nilai propertinya sedikit menurun.

0

Thread Lain

Rekomendasi thread dengan pembahasan terpopuler, trending, dan terbaru

  • Populer
  • Trending
  • Terbaru
Rumah123
Facebook rumah123.comTwitter rumah123.comInstagram rumah123.comYoutube rumah123.comLinkedin rumah123.comTiktok rumah123.com

Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.

E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024

Download Aplikasi Rumah123

AppStore rumah123.comPlayStore rumah123.com
© 99.co 2014 — 2026Rumah123 (PT Web Marketing Indonesia) merupakan bagian dari 99 Group.

rumah123.com

Mau dapat info terbaru seputar property dan promo dari rumah123.com ?