Menurut saya tidak ada yang paling benar antara DP minimal atau DP besar, semuanya tergantung kondisi dan tujuan finansial masing-masing.
Kalau DP minimal:
Kalau DP besar:
Secara umum, yang paling penting bukan besar kecilnya DP, tapi:
Jadi pilihannya kembali ke strategi masing-masing
tergantung kebutuhan dan kesiapan finansial bapak.ibu ke depan
sdh menjadi kebiasaan saya saat ada urusan KPR
pelajari simulasi KPR dgn beberapa tenor..karena dalam simulasi ada bunga fixed dan bunga floating..
Juga perlu pertimbangkan ke depannya apakah ada rencana penggunaan dana besar , sedang atau kecil shg efeknya kepada kemampuan bayar dan stabil
Tergantung kondisi cash flow, tapi secara umum DP lebih besar di awal bikin cicilan lebih ringan dan total bunga lebih kecil, sedangkan DP minimal bikin dana tetap likuid tapi cicilan dan beban bunganya jadi lebih tinggi, jadi pilih yang paling aman buat arus kas dan dana darurat kamu.
Kalau cashflow kamu kuat, DP gede di awal biasanya lebih menguntungkan karena cicilan jadi lebih ringan, tenor bisa lebih pendek, dan total bunga lebih kecil; tapi kalau dana terbatas dan kamu butuh jaga likuiditas atau dana darurat, DP minimal juga oke asal cicilan tetap aman di rasio maksimal sekitar 30–35% penghasilan.
Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.
E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024
rumah123.com
Kalau ada dananya, DP gede jauh lebih baik. Ini bakal memotong pokok utang kamu sejak awal, jadi cicilan bulanan lebih ringan dan total bunga yang dibayar ke bank selama belasan tahun jadi jauh lebih sedikit. DP minimal itu cuma buat yang cashflow-nya lagi ketat.