A
Anonymous

rumah bekas pembunuhan/pernah jadi TKP bisa dijual lebih murah ? atau cuma mitos pasar aja ? di komplek perumahanku ada rumah bekas pembunuhan sampe sekarang tidak laku2 pdahal dari segi harga sebenarnya jatuh bgt ,,

 

 

 

 

Komentar (3)

A
Anonymous

Biasanya dijual lebih murah,. Mungkin banyak orang masih mikir soal “aura” rumah itu.?

 

 

 

0
Jimmy
Jimmy
Corporate Agent

Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik dan menyentuh aspek psikologis serta hukum pasar, Pak/Bu.

Jawabannya: Itu BUKAN mitos pasar, melainkan kenyataan yang terbukti secara empiris di pasar properti, dan rumah tersebut memang harus dijual lebih murah.

Fenomena ini memiliki istilah tersendiri dalam dunia real estate dan memiliki dampak nyata pada nilai jual properti.

Rumah yang pernah menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus kejahatan, terutama pembunuhan atau bunuh diri, dikategorikan sebagai properti dengan "Cacat Non-Fisik" atau "Stigmatized Property."

  • Persepsi Negatif: Calon pembeli, terutama end-user (pemakai akhir) yang ingin tinggal, akan merasa tidak nyaman, takut, atau percaya pada mitos. Aura negatif ini sangat sulit dihilangkan.
  • Permintaan Rendah: Mayoritas pembeli akan menghindari rumah tersebut, sehingga demand (permintaan) menjadi sangat rendah. Hukum pasar (Supply vs. Demand) berlaku: ketika permintaan rendah dan penawancaran banyak, harga harus turun agar laku.

  • Reputasi Lingkungan: Meskipun rumahnya bagus, ceritanya sudah terlanjur beredar di komplek. Calon pembeli tidak ingin membeli "rumah bekas kasus" yang akan terus dibicarakan oleh tetangga.

Studi di berbagai negara menunjukkan bahwa rumah-rumah jenis ini mengalami penurunan nilai yang signifikan:

  • Penurunan harga berkisar antara 10% hingga 25% dari harga pasar wajar untuk properti sejenis di area yang sama.
  • Waktu tunggu penjualan (Time on Market) juga jauh lebih lama, bisa 2 hingga 3 kali lipat dari rumah normal.

Jadi, ketika tetangga Anda menjual rumahnya dengan harga yang sudah "jatuh banget" tapi tidak laku, itu adalah bukti nyata bahwa diskon yang ditawarkan belum cukup besar untuk mengimbangi stigma negatifnya.

Ya, properti dengan harga diskon karena stigma non-fisik ini bisa menjadi peluang besar, TAPI hanya untuk tipe pembeli tertentu:

1. Kenapa Harganya Jatuh (Mekanisme Diskon)A. Diskon Psikologis (Faktor Utama)B. Diskon SosialC. Diskon Finansial (Sering Disebut "Murder House Discount")2. Apakah Statusnya Berubah Jadi Peluang?

0
K
Kusye
Property People

Bukan mitos tp pasarnya jadi sempit. Ada yang tdk masalah sama sekali tp jumlahnya lebih sedikit. Harga rumah sering dikoreksi supaya ketemu pembeli yang tdk masalah dengan latar belakangnya.

0

Thread Lain

Rekomendasi thread dengan pembahasan terpopuler, trending, dan terbaru

  • Populer
  • Trending
  • Terbaru
Rumah123
Facebook rumah123.comTwitter rumah123.comInstagram rumah123.comYoutube rumah123.comLinkedin rumah123.comTiktok rumah123.com

Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.

E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024

Download Aplikasi Rumah123

AppStore rumah123.comPlayStore rumah123.com
© 99.co 2014 — 2026Rumah123 (PT Web Marketing Indonesia) merupakan bagian dari 99 Group.

rumah123.com

Mau dapat info terbaru seputar property dan promo dari rumah123.com ?