A
Anonymous

Izin gabung forum menarik ini,, kebetulan saya ada pertanyaan yg bikin saya penasaran sampai sekarang hehe..

 

Ini pertanyaan saya (barangkali ada yg mau jawab):

 

Kenapa rumah-rumah zaman dulu bisa awet puluhan tahun tapi rumah baru sekarang kadang 10 tahun saja udah banyak retak? Contohnya rumah2 di menteng zaman dulu atau rumah di dago Bandung kok bisa awetnya kebangetan hehe

 

Komentar (5)

A
Anonymous

Menarik pertanyaanya, komentar sy mungkin dari material yg dipakai? Plus gak dikejar target siy sebenarnya Pak. Kalau sekarang banyak yg penting cepat jadi.

 

 

 

0
Henry HOFA
Henry HOFA
Corporate Agent

salam kenal

perihal property yg dibangun sejak lama dan masih terlihat bagus saat ini..pasti banyak yg jd pertimbangan

1. Spesifikasi dan material bangunan..

setiap zaman beda beda spesifikasi nya terkait material yg digunakan.bahan alami dan bahan kimiawi pasti berpengaruh thd ketahanan alam dan ketahanan struktur. juga jumlah tingkat bangunan dan luasan tanahnya yg saling mendukung dalam konstruksi bangunan

2.Perawatan bangunan.

hal yg jarang diperhatikan bahkan diabaikan adalah perawatan bangunan.. retak dikit lgsg diperbaiki..cat ulang secara berkala luar dan dalam..bahan yg sdh rusak secepatnya diganti

3.Bangunan yg masih ada dan bangunan sekitarnya.

saat ini yg msh bisa dilihat bagus dan kokoh ya bersyukurlah.. namun apakah bangunan di sekitar msh banyak yg sama?? bisa jadi sdh rubuh ..bisa jadi sdh dibangun baru dgn konsep yg sama krn zaman tersebut.

demikian pemaparan saya

Henry HOFA

Ray White PRESTIGE

HOFA adalah elemen bisnis House Office Factory Apartment

0
Jimmy
Jimmy
Corporate Agent

Jawabannya adalah perbedaan fundamental dalam Filosofi, Material, dan Waktu Pengerjaan.

Mari kita bedah satu per satu:

Ini adalah perbedaan paling mendasar.

  • Zaman Dulu (Misal: Era Kolonial Belanda):
    • Filosofi: Built to Last (Dibangun untuk Abadi).
    • Tujuan: Rumah dibangun sebagai warisan (legacy), tempat tinggal permanen untuk anak-cucu. Tidak ada pikiran untuk dijual lagi dalam waktu dekat.
    • Hasil: Karena untuk dipakai selamanya, bujet tidak ditekan seminimal mungkin. Yang penting KUAT.
  • Zaman Sekarang (Terutama oleh Developer):
    • Filosofi: Built to Sell (Dibangun untuk Dijual).
    • Tujuan: Rumah adalah produk komersial/aset. Developer harus menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) sepresisi mungkin agar mendapat profit.
    • Hasil: Terjadilah "efisiensi" di mana-mana. Spek dikurangi seminimal mungkin asalkan masih lolos standar aman dan terlihat bagus saat dijual.

  • Zaman Dulu:
    • Kayu: Menggunakan kayu jati TUA (usia puluhan tahun) yang dikeringkan secara alami bertahun-tahun. Kayunya sudah "mati", tidak akan melintir atau susut lagi.
    • Bata: Menggunakan bata merah press padat yang dibakar sempurna.
    • Struktur: Besi yang dipakai adalah besi "tua" (full spek), bukan besi "banci" (ukuran toleransi/non-SNI) yang marak sekarang.
  • Zaman Sekarang:
    • Kayu: Menggunakan kayu oven (meranti, kamper) yang dikeringkan paksa. Seringkali belum benar-benar kering tapi sudah dipasang. Hasilnya, dalam 5 tahun kusen mulai susut, melintir, dan timbul celah.
    • Dinding: Banyak menggunakan hebel (bata ringan). Hebel tidak jelek (unggul di kecepatan dan peredaman), tapi bata merah terbukti lebih kokoh menahan beban dan cuaca ekstrem dalam jangka panjang.
    • Material Lain: Banyak material "KW" atau "banci" (besi, semen, kabel) demi menekan harga.

Ini adalah biang kerok utama dari retak rambut (retak seribu) di dinding rumah baru.

  • Zaman Dulu:
    • Tukang adalah "artisan" (seniman bangunan) yang bekerja tanpa buru-buru.
    • Proses pengeringan ditunggu sampai matang. Habis plester, tembok dibiarkan kering alami berminggu-minggu. Setelah itu baru diaci, lalu ditunggu lagi berminggu-minggu sampai "kering sempurna" (kadar air 0%) sebelum dicat.
  • Zaman Sekarang:
    • Semua kejar target serah terima kunci.
    • Plesteran dinding baru berumur 3-4 hari (masih basah di dalam) sudah langsung "dihajar" acian.
    • Acian baru 1-2 hari (masih lembap) sudah langsung ditimpa cat.
    • Hasilnya: Terjadi penguapan yang tidak sempurna. Semen di dalam belum "matang" tapi sudah ditutup cat. Inilah yang menyebabkan dinding "melepuh" atau retak rambut dalam 1-2 tahun pertama.

  • Zaman Dulu (Contoh: Rumah Belanda):
    • Mereka membangun secara "over-spec" (spesifikasi berlebihan).
    • Dinding dibuat sangat tebal (sering 1 bata penuh, bukan 1/2 bata seperti sekarang).
    • Kolom dan balok dibuat masif (besar-besar). Mereka boros material, tapi hasilnya bangunan sangat kaku dan kokoh.
  • Zaman Sekarang:
    • Menggunakan prinsip "Value Engineering".
    • Semua dihitung presisi oleh arsitek dan insinyur sipil. Kolom dan balok dibuat se-efisien mungkin (ukuran pas) sesuai perhitungan beban.
    • Ini AMAN secara standar, tapi tidak "sekokoh" bangunan dulu yang boros struktur. Bangunan jadi lebih "ringan" dan rentan getaran.

1. Filosofi Pembangunan: "Built to Last" vs "Built to Sell"2. Kualitas Material: "Material Tua" vs "Material Instan"3. Waktu Pengerjaan: "Sabar" vs "Kejar Target"4. Desain Struktur: "Over-Spec" vs "Value Engineering"

0
Z

sejauh yang saya tau, struktur rumah zaman dulu umumnya lebih tebal, pakenya full bata merah. trus pondasinya jg lebih kuat karena gak dikerjain buru2.

0
A
Aji F.
Property People

Rumah jaman dulu dindingnya tebel, ruang lega. Ga ngejar efisiensi

0

Thread Lain

Rekomendasi thread dengan pembahasan terpopuler, trending, dan terbaru

  • Populer
  • Trending
  • Terbaru
Rumah123
Facebook rumah123.comTwitter rumah123.comInstagram rumah123.comYoutube rumah123.comLinkedin rumah123.comTiktok rumah123.com

Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.

E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024

Download Aplikasi Rumah123

AppStore rumah123.comPlayStore rumah123.com
© 99.co 2014 — 2026Rumah123 (PT Web Marketing Indonesia) merupakan bagian dari 99 Group.

rumah123.com

Mau dapat info terbaru seputar property dan promo dari rumah123.com ?