Sekarang banyak perumahan cluster yang melarang penghuninya pakai pagar depan demi estetika. Buat yang punya anak kecil atau peliharaan, gimana caranya tetap merasa aman dan punya privasi tanpa harus melanggar aturan pengelola perumahan?
Pembatas wilayah berupa tanaman hidup masih diperkenankan dan wajib ditata dirawat sehingga terlihat asri.
Peliharaan tertentu dan wajib punya kandang bisa ditempatkan di halaman depan.
Masing-masing wajib mengawasi dan pendampingan anak kecil shg tdk berada atau bermain di jalan.
Pengelola wajib lakukan keamanan dan patroli rutin demi kenyamanan para penghuni
Kebetulan saya juga tinggal di cluster yang tidak diperbolehkan buat pasang pagar depan rumah. Untungnya rumah saya posisinya lebih tinggi dari jalan di depan, dan akses buat masuknya cuma lewat tangga aja. Jadinya, saya pasang pagar kayu kecil portable dari bahan kayu yang bisa dipindahkan dan diangkat secara mudah, walaupun berat. Pagar ini sudah cukup supaya anak-anak dan hewan peliharaan terutama kucing tidak naik ke atas rumah. Privasi pun terjaga. Semoga membantu ya.
Perumahan mana ini? Sy di perumahan cluster di Bandung bebas mau pasang pagar. Ternyata ada aturan seperti ini juga baru tau…
Pembatas wilayah berupa tanaman hidup masih diperkenankan dan wajib ditata dirawat sehingga terlihat asri.
Peliharaan tertentu dan wajib punya kandang bisa ditempatkan di halaman depan.
Masing-masing wajib mengawasi dan pendampingan anak kecil shg tdk berada atau bermain di jalan.
Pengelola wajib lakukan keamanan dan patroli rutin demi kenyamanan para penghuni
Pagar tanaman memang solusi paling pas karena bisa jadi pembatas fisik yang tetap asri tanpa merusak konsep terbuka yang diminta developer. Selebihnya tinggal maksimalkan pengamanan di tiap pintu dan jendela pakai sensor atau CCTV mandiri supaya privasi di dalam rumah tetap terjaga meski tanpa pagar tinggi.
Biasanya solusinya dengan pakai pembatas non-permanen yang diizinkan pengelola, seperti tanaman pagar, pintu kaca atau besi rendah di teras, CCTV dan smart door lock, serta penataan fasad yang tetap terbuka tapi aman, jadi anak dan peliharaan tetap terjaga tanpa melanggar aturan cluster.
Bisa pakai solusi alternatif kayak pagar tanaman tinggi/semak, sekat kayu ringan, atau screen lipat di halaman.
Memang agak tricky, tapi masih bisa disiasati kok tanpa melanggar aturan 👍
Beberapa opsi yang biasanya masih “aman” secara aturan:
Pagar rendah / pagar transparan (besi hollow, wire mesh) kalau masih diperbolehkan
Tanaman pagar hidup (pucuk merah, teh-tehan, bambu Jepang) buat batas alami & privasi
Pintu utama + smart lock biar akses tetap aman
CCTV / video doorbell untuk rasa aman tambahan
Partisi atau screen di teras yang sifatnya non permanen
Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.
E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024
rumah123.com
Ini emang dilema estetik vs fungsi. Karena aturannya nggak boleh pakai pagar permanen, solusinya bisa pakai pagar hidup (tanaman) yang rimbun atau drop panel kayu yang masih masuk kriteria lingkungan. Buat keamanan anak dan peliharaan, kamu bisa pasang pagar portable atau invisible fence di area dalam. Untuk privasi ekstra, pasang gorden tipe sheer atau kaca film one-way supaya orang luar nggak bisa langsung melirik ke dalam rumah.