Pura Puncak Penulisan adalah salah satu pura tertua dan paling kesohor di Bali.
Â
Terletak di puncak Gunung Penulisan, pura ini berada di ketinggian 1.745 meter di atas permukaan laut.
Â
Selain menjadi tempat ibadah, Pura Puncak Penulisan juga memiliki nilai sejarah karena menyimpan peninggalan dari zaman megalitikum.
Â
Pura ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati keheningan spiritual sambil mengagumi arsitektur kuno khas Bali.

Â
Pura Puncak Penulisan didirikan sekitar abad ke-10 pada masa pemerintahan Raja Udayana dan Ratu Mahendradatta dari Wangsa Warmadewa.
Â
Pura ini mencerminkan perpaduan budaya megalitikum dan Hindu-Buddha dengan banyaknya arca batu serta prasasti kuno dari zaman prasejarah.
Â
Beberapa arca yang ditemukan di pura ini berasal dari abad ke-9 hingga ke-14.
Â
Kehadiran arca-arca tersebut menunjukkan evolusi budaya dan agama di Bali sebelum Hindu mendominasi pulau tersebut.
Â
Pura Puncak Penulisan sendiri diyakini sebagai lokasi suci bagi para raja Bali kuno; tempat melakukan pemujaan kepada leluhur dan dewa-dewa Hindu.
Â
Sedangkan struktur bangunan pura terdiri dari beberapa pelataran bertingkat yang mencerminkan konsep kosmologi Hindu-Bali.

Â
Pura Puncak Penulisan merupakan pura tertinggi di Bali.
Â
Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan spektakuler pegunungan dan perbukitan yang indah.
Â
Suasana sejuk dan udara segar menbuat tempat ini menarik bagi wisatawan.
Â
Jauh dari pantai, pura ini bisa menjadi opsi tempat wisata anti-mainstream saat berkunjung ke Bali.
Â
Pura ini memiliki arsitektur yang khas dengan susunan pelataran bertingkat yang mengarah ke puncak.
Â
Setiap pelataran memiliki fungsi tersendiri, mulai dari tempat pemujaan utama hingga area yang digunakan saat upacara adat.
Â
Desain pura ini mencerminkan konsep Tri Mandala, di mana setiap bagiannya melambangkan tahapan dalam perjalanan spiritual manusia.
Â
Pengunjung dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit dan terbenam dari Pura Puncak Penulisan.
Â
Pemandangan ini semakin indah dengan latar belakang Gunung Batur dan Gunung Agung yang megah.
Â
Jangan lupa membawa kamera karena momen tersebut sangat layak untuk diabadikan!
Â
Â
Sebagai tempat suci yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, pura ini memiliki aura mistis yang kuat.
Â
Banyak umat Hindu yang datang untuk melakukan meditasi dan ritual keagamaan.
Â
Untuk wisatawan yang tertarik dengan wisata spiritual, Pura Puncak Penulisan menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Â
Untuk mencapai pura ini, pengunjung harus melewati ratusan anak tangga yang cukup terjal.
Â
Meski melelahkan, perjalanan ini akan terbayar dengan keindahan alam dan arsitektur pura yang menawan.
Â
Bahkan, jalur pendakian ini bisa dijadikan sebagai latar belakang foto yang estetis, lho.
Â
Dahulu, pura ini digunakan sebagai tempat pemujaan oleh para raja Bali.
Â
Beberapa bagian pura bahkan masih digunakan untuk upacara adat dan peringatan hari-hari besar Hindu.
Â
Karena itu, tidak heran jika Pura Puncak Penulisan disebut sebagai tempat yang memiliki nilai budaya dan historis tinggi.

Â
Waktu terbaik untuk mengunjungi Pura Puncak Penulisan adalah saat pagi hari sebelum matahari terlalu terik, yakni sekitar pukul 06.00–09.00 WITA.
Â
Pada waktu tersebut, udara masih tergolong segar dan pemandangan sekitar terlihat lebih jelas.
Â
Selain itu, berkunjung pada sore hari menjelang matahari terbenam juga menjadi pilihan menarik.
Â
Pada momen tersebut, pengunjung dapat menikmati suasana lebih sejuk dengan panorama matahari terbenam yang indah.
Â
Hindari datang saat musim hujan karena jalur menuju pura bisa cukup licin dan berkabut.
Â
Â
Pura Puncak Penulisan terletak di Jalan Raya, Sukawana, Kintamani, Bangli, Bali.
Â
Dari pusat Kota Denpasar, perjalanan ke pura ini memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan kendaraan bermotor.
Â
Jika berangkat dari Ubud, perjalanan akan lebih singkat, yakni memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Â
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.
Â
Alternatif lain adalah menggunakan jasa tur atau menyewa sopir yang sudah familiar dengan rute menuju Pura Puncak Penulisan.
Â
Rute menuju pura melewati daerah Kintamani yang terkenal akan pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur,
Â
Karena itu, meski memakan waktu, perjalanan ke pura ini bisa menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan.

Â
Tidak ada biaya tiket masuk yang dikenakan oleh pengelola Pura Puncak Penulisan.
Â
Namun, pengunjung bisa memberi donasi secara sukarela sebagai dukungan dan membantu perawatan pura.
Â
Untuk wisatawan, Pura Pura Puncak Penulisan buka setiap hari mulai pukul 07.00-18.00 WITA.
Â
Akan tetapi, pengunjung yang ingin melakukan sembahyang atau meditasi dapat mengunjungi pura lebih awal.
Â
Di sekitar pura, tersedia fasilitas seperti area parkir, toilet, dan beberapa warung kecil yang menjual makanan dan minuman ringan.
Â
Pengunjung juga bisa menemukan tempat penyewaan kain sarung sebagai perlengkapan wajib untuk memasuki pura.
Â
Meski fasilitasnya sederhana, suasana tenang dan keindahan alam sekitar menjadikan kunjungan ke Pura Puncak Penulisan tidak terlupakan.
Â
*Cover image: Flickr @struthio
Â
Â
Â


