icon
Rumah 123
Tersedia di App Store & Google Play

Jalan Asia Afrika Bandung, Ikon Bersejarah yang Tetap Memikat

Jalan Asia Afrika Bandung adalah salah satu kawasan paling bersejarah di Kota Kembang yang hingga kini tetap menjadi daya tarik wisatawan.

 

Kawasan ini identik dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955, sebuah peristiwa penting yang mengubah arah politik dunia.

 

Sejak saat itu, Jalan Asia Afrika tidak hanya menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan perekonomian, tetapi juga simbol persatuan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

 

Keindahan arsitektur kolonial, keberadaan Gedung Merdeka, hingga suasana klasik di sepanjang jalan membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi.

 

Selain nilai sejarahnya, Asia Afrika kini berkembang menjadi destinasi wisata dengan nuansa heritage, lengkap dengan spot foto Instagramable, pertunjukan seni jalanan, serta deretan bangunan ikonik yang menawan.

 

Bagi wisatawan, berjalan di Jalan Asia Afrika Bandung adalah pengalaman unik yang memadukan sejarah, budaya, dan hiburan dalam satu lokasi.

 

Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung

 

Jalan Asia Afrika awalnya dikenal dengan nama Groote Postweg, jalan raya besar yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada tahun 1808–1811.

 

Fungsinya saat itu adalah jalur utama penghubung Anyer hingga Panarukan, sekaligus menjadi bagian dari strategi pertahanan Belanda.

 

Pada abad ke-20, kawasan ini semakin berkembang dengan berdirinya berbagai bangunan bergaya kolonial, termasuk Gedung Concordia (kini dikenal sebagai Gedung Merdeka).

 

Puncak popularitas Jalan Asia Afrika terjadi pada tahun 1955 ketika Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA).

 

KAA mempertemukan 29 negara Asia dan Afrika yang baru merdeka, menghasilkan Dasasila Bandung sebagai prinsip perdamaian dunia.

 

Sejak saat itu, Jalan Asia Afrika tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian internasional.

 

Nama jalannya pun kemudian diubah menjadi Jalan Asia Afrika sebagai penghormatan terhadap konferensi bersejarah tersebut.

 

Kini, kawasan ini dilestarikan sebagai cagar budaya dan tetap menjadi simbol penting dalam sejarah diplomasi dunia.

 

Daya Tarik Jalan Asia Afrika Bandung

 

1. Gedung Merdeka

 

Gedung Merdeka adalah ikon utama Jalan Asia Afrika yang menjadi saksi sejarah penyelenggaraan KAA tahun 1955.

 

Bangunan bergaya art deco ini dulunya merupakan tempat pertemuan eksklusif bagi warga Eropa, sebelum akhirnya digunakan untuk konferensi internasional.

 

Hingga kini, Gedung Merdeka masih terawat dengan baik dan dibuka untuk umum sebagai museum.

 

Pengunjung bisa melihat koleksi foto, dokumen, serta benda-benda peninggalan KAA.

 

Bagi pecinta sejarah, berkunjung ke Gedung Merdeka adalah pengalaman berharga yang penuh makna.

 

2. Museum Konferensi Asia Afrika

 

Selain Gedung Merdeka, kawasan ini juga memiliki Museum Konferensi Asia Afrika.

 

Museum ini menampilkan berbagai dokumentasi tentang KAA, termasuk arsip, foto, dan rekaman peristiwa bersejarah.

 

Tersedia pula ruang pameran yang menceritakan bagaimana konferensi ini memengaruhi hubungan internasional.

 

Museum ini sering menjadi tujuan edukasi bagi pelajar maupun wisatawan yang ingin belajar tentang sejarah diplomasi dunia.

 

Dengan koleksi lengkap dan penyajian interaktif, museum ini memperkuat citra Jalan Asia Afrika sebagai pusat sejarah global.

 

3. Deretan Bangunan Klasik

 

Jalan Asia Afrika dipenuhi bangunan tua bergaya kolonial yang menambah keindahan suasana kota tua.

 

Fasad bangunan yang masih terjaga menghadirkan nuansa tempo dulu yang unik.

 

Wisatawan sering menjadikan bangunan-bangunan ini sebagai latar belakang foto karena keindahan arsitekturnya.

 

Kawasan ini pun menjadi favorit fotografer yang ingin mengabadikan pesona klasik Bandung.

 

Suasana heritage ini membuat wisata di Asia Afrika terasa berbeda dibandingkan kawasan modern lainnya.

 

4. Spot Foto Instagramable

 

Bagi generasi muda, Asia Afrika dikenal sebagai salah satu spot foto paling hits di Bandung.

 

Trotoar yang luas, lampu jalan bergaya vintage, hingga patung-patung tokoh KAA menjadi latar yang menarik untuk berswafoto.

 

Setiap akhir pekan, kawasan ini dipadati wisatawan yang ingin mengabadikan momen.

 

Kehadiran komunitas cosplay dan seniman jalanan semakin menambah daya tarik kawasan ini.

 

Tak heran jika Asia Afrika selalu ramai muncul di media sosial dengan berbagai potret kreatif wisatawan.

 

5. Suasana Malam yang Hidup

 

Jalan Asia Afrika Bandung semakin indah ketika malam tiba.

 

Lampu-lampu jalan menyala, menciptakan suasana klasik yang romantis.

 

Banyak kafe dan restoran di sekitar kawasan yang bisa menjadi tempat bersantai setelah berjalan-jalan.

 

Musisi jalanan dan pertunjukan seni kerap hadir, memberikan hiburan gratis bagi pengunjung.

 

Atmosfer malam di Asia Afrika memberikan pengalaman berbeda dibandingkan siang hari.

Gambar Tips dan trik
Solusi Miliki Hunian dengan KPR
Cicilan per bulan ringan, proses cepat, banyak pilihan bank, dan masih banyak lagi!
Ajukan KPR
Gambar Tips dan trik
Pindah/Take Over KPR
Saatnya pindah KPR (take over) ke bank lain dengan bunga tetap.
Ajukan Take Over
Gambar Tips dan trik
Simulasi KPR
Cek estimasi pembiayaan kredit rumah dengan kalkulator KPR Rumah123.
Hitung Sekarang

Hunian Dijual di Bandung

Sewa Hunian di Bandung

Bagikan