Kota Tua merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Jakarta.
Â
Tempat ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.Â
Â
Banyak orang datang ke Kota Tua untuk merasakan pesona masa lampau melalui deretan bangunan khas peninggalan kolonial Belanda.Â
Â
Namun, bukan hanya arsitektur bersejarah yang bisa dinikmati, kawasan Kota Tua juga menyimpan beragam daya tarik lainnya. Penasaran apa saja? Langsung cek di bawah ini!
Â

Â
Kota Tua Jakarta, yang juga dikenal sebagai Batavia Lama (Oud Batavia), adalah wilayah kecil yang membentang di antara Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Â
Sejarah kawasan ini berawal pada tahun 1526, ketika Fatahillah dikirim oleh Kesultanan Demak untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa, yang kini dikenal sebagai Jayakarta.
Â
Pada tahun 1619, Jan Pieterszoon Coen memimpin penghancuran Jayakarta, dan setahun kemudian, VOC membangun kota baru yang dinamai Batavia.
Â
Awalnya, kota ini terpusat di tepi timur Sungai Ciliwung, sekitar Lapangan Fatahillah, tapi pada tahun 1635, Batavia meluas hingga tepi barat sungai.
Â
Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Batavia resmi berganti nama menjadi Jakarta.Â
Â
Kemudian, pada 1972, Gubernur Jakarta Ali Sadikin mengeluarkan dekret resmi yang menetapkan Kota Tua sebagai situs warisan, menjadikannya salah satu kawasan bersejarah yang dilestarikan hingga kini.
Â
Â
Â
Daya tarik utama Kota Tua Jakarta tentu terletak pada bangunan-bangunan bersejarahnya.Â
Â
Di setiap sudut, pengunjung bisa menemukan berbagai gedung dengan arsitektur khas Eropa yang menjadi peninggalan kolonial Belanda.Â
Â
Salah satu yang paling ikonik adalah Museum Fatahillah, yang dulunya berfungsi sebagai Balai Kota Batavia sebelum diubah menjadi museum.
Â
Â
Tak hanya Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta menyimpan banyak destinasi edukatif lain yang sayang untuk dilewatkan.Â
Â
Kamu bisa menjelajahi koleksi unik di Museum Wayang, menilik karya seni di Museum Seni Rupa dan Keramik, atau belajar sejarah ekonomi di Museum Bank Indonesia.Â
Â
Tak ketinggalan, Museum Bahari dan Museum Bank Mandiri juga menawarkan pengalaman menarik yang tak kalah seru untuk dijelajahi.
Â
Â
Jika berkunjung ke Kota Tua Jakarta, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya.Â
Â
Di sekitar kawasan wisata ini, tersedia berbagai pilihan makanan, mulai dari kerak telor, ketoprak, dan dodol Betawi, hingga es selendang mayang.
Â
Ingin mencicipi camilan ringan? Pengunjung juga bisa menikmati es potong dan kue pancong yang banyak dijajakan di sekitar area.
Â
Â
Toko Merah menjadi salah satu spot foto favorit bagi banyak pengunjung.Â
Â
Sesuai namanya, bangunan ini memiliki dinding berwarna merah dengan arsitektur khas yang memadukan gaya Belanda dan China.
Â
Meski sempat tidak difungsikan untuk waktu yang cukup lama, kini di dalam Toko Merah terdapat kafe estetik bernama RODE Winkel yang bisa dikunjungi.Â
Â
Di kafe ini, pengunjung bisa menikmati kopi sambil mengagumi keindahan arsitektur di sekitarnya.
Â

Kawasan wisata Kota Tua Jakarta berlokasi di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.Â
Â
Untuk menuju Kota Tua Jakarta, ada beberapa opsi transportasi yang bisa dipilih, antara lain:
Â
Â
Dari pusat Jakarta, kamu bisa langsung menuju Kota Tua menggunakan mobil atau motor via Jalan Gajah Mada atau Jalan Pintu Besar Utara.
Â
Â
Naik bus TransJakarta koridor 1 (Blok M – Kota) dan turun di halte Kota.
Â
Dari halte, berjalan kaki sekitar 5–10 menit ke kawasan Kota Tua.
Â
Â
Naik KRL menuju stasiun Kota.
Â
Keluar stasiun, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 5–10 menit untuk mencapai area wisata.
Â
Â
Kota Tua Jakarta dapat diakses setiap hari selama 24 jam.Â
Â
Namun, masing-masing museum di kawasan ini memiliki jam operasional yang berbeda.Â
Â
Menikmati kawasan wisata Kota Tua sendiri tidak dikenakan biaya alias gratis.Â
Â
Biaya hanya berlaku jika pengunjung ingin masuk ke museum, dan umumnya harga tiketnya cukup terjangkau.
Â
***Header: Jakarta-tourism.go.id


