Pencinta seni pasti sudah tak asing lagi dengan Museum MACAN.
Sebagai museum seni modern dan kontemporer pertama di Indonesia, tempat ini menampilkan koleksi karya dari seniman ternama, baik lokal maupun internasional.
Sejak resmi dibuka pada 2017, Museum MACAN sukses menarik perhatian publik lewat pameran berskala internasional yang selalu dinantikan.
Tak hanya jadi ruang untuk menikmati karya seni, museum ini juga populer sebagai spot favorit berburu foto aesthetic.
Penasaran apa saja yang bisa kamu temukan di Museum MACAN? Yuk, simak selengkapnya di sini!

Museum MACAN didirikan oleh Haryanto Adikoesoemo, seorang kolektor seni dengan koleksi lebih dari 800 karya modern dan kontemporer, termasuk karya seniman dari Indonesia, Asia, Amerika, hingga Eropa.
Kecintaannya pada dunia seni mendorong Haryanto untuk menghadirkan museum yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Gagasan awal pembangunan museum ini muncul pada pertengahan 2008, tapi baru dibahas serius sejak 2012.
Akhirnya, Museum MACAN resmi dibuka pada November 2017.
Menariknya, sebelum peresmian, museum ini sempat menggelar dua kali program First Sight, yaitu pada 12 Agustus dan 9 September 2017.

Daya tarik utama Museum MACAN terletak pada koleksi seninya yang sangat beragam.
Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai bentuk karya seni, mulai dari lukisan, patung, instalasi, hingga fotografi.
Beberapa karya ternama yang dipamerkan antara lain Great Criticism: Coca Cola karya Wang Guangyi, China China karya Zhu Wei, Lanskap Hindia karya Raden Saleh, hingga Swallow’s Nest karya Yayoi Kusama.
Museum MACAN juga rutin menggelar berbagai pameran dan instalasi seni yang selalu menarik perhatian publik.
Beberapa pertunjukan yang pernah digelar antara lain Art Turns, World Turns: Exploring the Collection of the Museum MACAN, Seven Stories karya Lee Mingwei, hingga One Million Years karya On Kawara.
Di Museum MACAN, kamu juga bisa berkesempatan mengikuti sesi dongeng yang seru, lo.
Jika tertarik, pengunjung dapat mengecek jadwal lengkapnya melalui situs resmi museum.
Kegiatan lain yang bisa kamu ikuti di Museum MACAN adalah diskusi seputar karya seni.
Namun, untuk berpartisipasi, pengunjung perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara online.

Museum Macan berlokasi di AKR Tower, tepatnya di Jl. Panjang No.5 Level M, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat.
Berikut sejumlah cara untuk menuju Museum MACAN Jakarta:
Naik bus TransJakarta koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit) atau koridor 3 (Kalideres–Monas).
Lalu turun di Halte Kebon Jeruk.
Dari halte, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek online atau taksi sekitar 5–10 menit.
Naik KRL dan turun di Stasiun Palmerah atau Stasiun Pesing.
Kemudian, lanjutkan perjalanan dengan taksi atau ojek online sekitar 15–20 menit menuju museum.
Saat ini belum ada stasiun MRT yang langsung dekat dengan Museum MACAN.
Pilihan terdekat adalah turun di Stasiun Senayan, lalu kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan taksi atau ojek online sekitar 25–30 menit.
Jika membawa kendaraan pribadi, akses menuju museum cukup mudah melalui Tol Jakarta–Tangerang, keluar di pintu Kebon Jeruk.
Berdasarkan informasi resmi dari situs Museummacan.org, tempat wisata ini buka setiap hari Selasa–Minggu mulai dari pukul 10.00 WIB dan 18.00 WIB.
Adapun harga tiket yang akan dikenakan untuk pengunjung yakni:
Weekday
Weekend
***Header: Jakarta-tourism.go.id, Holaindonesia.id, Reddoorz.com


