Berbicara mengenai tempat wisata di Jakarta memang tak pernah ada habisnya.
Pasalnya, di sini kamu bisa menemukan berbagai wisata, mulai dari wisata kuliner, wisata edukasi, hingga wisata sejarah.
Jika ingin pergi ke wisata sejarah, salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Vihara Dharma Bhakti.
Vihara Dharma Bhakti berdiri sebagai salah satu situs keagamaan tertua dan paling bersejarah di Jakarta.
Dikenal juga dengan nama Kim Tek Ie, vihara ini telah menjadi pusat ibadah dan budaya Tionghoa sejak didirikan tahun 1650.
Dengan arsitektur khas Tiongkok yang kaya akan simbolisme, Vihara Dharma Bhakti bukan hanya tempat suci bagi umat Buddha dan Konghucu, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah dan keberagaman agama di wilayah Jakarta.
Simak sejarah lengkap hingga daya tarik dari Vihara Dharma Bhakti di sini, yuk!

Vihara Dharma Bhakti, yang dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai Kim Tek Ie, dibangun pada tahun 1650 oleh Letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen Kwan.
Pada awalnya, vihara ini bernama Kwan Im Teng.
Namun, bangunan ini diyakini ikut terbakar pada tahun 1740 dalam peristiwa pembantaian komunitas Tionghoa yang dikenal sebagai Geger Pecinan.
Setelah tragedi tersebut, vihara dibangun kembali pada tahun 1755 oleh Kapiten Oey Tjie, dan namanya kemudian diubah menjadi Kim Tek Ie atau Jinde Yuan.
Secara harfiah, nama tersebu berarti "Kebajikan Emas".
Nama ini diberikan sebagai pengingat agar manusia tidak hanya mengejar kekayaan materi, tetapi juga menjunjung tinggi kebajikan antar sesama.
Vihara Dharma Bhakti telah lama dikenal sebagai pusat perayaan hari raya Tionghoa.
Bahkan, sebelum Perang Dunia II, vihara ini pernah menjadi lokasi pementasan Opera Tionghoa Peranakan yang diramaikan dengan musik keroncong saat Hari Raya Waisak.
Hingga kini, Vihara Dharma Bhakti masih menjadi tempat ibadah penting dan rumah bagi 27 patung dewa, termasuk patung Dewi Kwan Im yang berhasil diselamatkan dari peristiwa kebakaran.

Vihara Dharma Bhakti memiliki arsitektur khas Tionghoa yang indah, dengan dominasi warna merah dan kuning yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
Di dalam vihara, aroma dupa dan asap lilin memenuhi udara sebagai bagian dari ritual ibadah.
Selain itu, terdapat patung dewa-dewi, kaligrafi Tionghoa, ukiran yang artistik, serta lukisan bergambar naga yang memperkuat nuansa budaya Tionghoa.
Di bagian luar, tepatnya di sisi samping vihara, juga terdapat patung berdiri yang menambah kekayaan visual tempat suci ini.
Vihara Dharma Bhakti selalu ramai dikunjungi, terutama saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Meskipun masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah, vihara ini juga terbuka bagi pengunjung dari berbagai latar belakang agama yang ingin berwisata budaya atau mengenal lebih dekat warisan sejarah Tionghoa di Jakarta.
Vihara Dharma Bhakti berlokasi di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan Glodok, Jakarta Barat.
Untuk menuju ke tempat wisata di Jakarta Barat ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, sebagai berikut:
Dari arah Bekasi, Depok, atau Bogor dapat mengambil kereta api tujuan Stasiun Jakarta Kota.
Dari stasiun, keluar pintu utara, kemudian lanjutkan perjalanan ke lokasi Vihara Dharma Bhakti Petak Sembilan sekitar 12 sampai 15 menit.
Jika kamu ingin berangkat dengan menggunakan TransJakarta, dapat mengambil bus yang melewati Halte Glodok, dan turun di sana.
Kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke lokasi sekitar 10 menit.
Vihara Dharma Bhakti Petak Sembilan buka setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.
Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk berkunjung ke tempat ini.
Namun, bagi yang ingin, dapat memberikan sumbangan atau bersedekah secara sukarela.
***Header: Amunisi.co.id


