Terminal Blok M adalah salah satu terminal bus paling ikonik di Jakarta yang sejak lama telah menjadi pusat mobilitas warga.
Berlokasi di kawasan strategis Jakarta Selatan, terminal ini berfungsi sebagai simpul transportasi penting, mulai dari bus antarkota, TransJakarta, hingga terkoneksi langsung dengan MRT Jakarta dan angkutan kota.
Dengan sejarah panjang dan peran besarnya dalam mendukung mobilitas masyarakat, Terminal Blok M menjadi bagian penting dari wajah transportasi Ibu Kota.
Simak ulasan lengkap mengenai Terminal Blok M di sini!

Terminal Blok M merupakan terminal bus tipe B yang memiliki enam jalur.
Gagasan pembangunan terminal ini pertama kali diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, pada tahun 1968.
Ia mengusulkan pembangunan terminal bus permanen di atas lahan seluas 2,2 hektare di kawasan Blok M.
Sejak dibuka, Terminal Blok M berfungsi sebagai terminal baru untuk seluruh pemberhentian akhir bus kota di wilayah Kebayoran Baru.
Pada tahun 1990, Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto melakukan revitalisasi dengan mengusung konsep gabungan antara terminal dan pusat perbelanjaan (Blok M Mall).
Revitalisasi selesai pada tahun 1992 dan Terminal Blok M kembali diresmikan pada 3 Oktober 1992.
Memasuki tahun 2024, rencana revitalisasi Terminal Blok M kembali digaungkan.
Tujuannya adalah untuk menata kawasan Blok M sebagai kawasan pembangunan berorientasi terpadu (TOD/Transit Oriented Development).
Revitalisasi ini juga akan menghubungkan langsung Terminal Blok M dengan Stasiun MRT Blok M BCA serta Taman Literasi Blok M.

Koridor BRT
RoyalTrans
Bus Kota
Mayasari Bakti
Sinar Jaya

Terminal Blok M berlokasi di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Berikut beberapa cara untuk sampai ke Terminal Blok M:
Kamu bisa menaiki MRT Jakarta (Koridor Lebak Bulus – Bundaran HI).
Kamudian, turun di Stasiun MRT Blok M BCA.
Terminal Blok M bisa diakses langsung dari stasiun, kamu hanya perlu berjalan kaki beberapa menit.
Banyak koridor Transjakarta yang berhenti di Terminal Blok M, seperti, dari arah Kota, Senen, Tanah Abang, Ragunan, Bekasi, hingga Tangerang.
Kamu hanya perlu turun di halte Blok M yang terintegrasi dengan terminal.
Kamu bisa menaiki KRL ke Stasiun Sudirman, Tanah Abang, atau Manggarai.
Kamudian, lanjutkan perjalanan dengan Transjakarta koridor yang menuju Blok M.
***Header: Tribunnews.com, Jawapos.com, Beritajakarta.id


