icon
Rumah 123
Tersedia di App Store & Google Play

Bandara Pekanbaru, Sejarah dan Informasi Penerbangannya

Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Syarif Kasim II atau lazim juga disebut Bandara Pekanbaru, merupakan terminal pesawat terbesar di Provinsi Riau. 

Nama Bandara Pekanbaru ini diambil dari sosok sultan ke-12 Kesultanan Siak Sri Indrapura, yang juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional, Sultan Syarif Kasim II. 

Ada banyak jasa-jasa Sultan Syarif untuk Republik Indonesia. 

Salah satunya adalah menyumbangkan harta kekayaannya sebesar 13 juta gulden (setara Rp1,47 triliun), untuk proses kemerdekaan Indonesia. 

Bandar udara yang sebelumnya bernama Bandara Simpang Tiga ini, sempat direnovasi pada 2009 untuk kebutuhan perluasan wilayah.

Renovasi yang rampung pada akhir 2011 itu dilakukan dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012, yang digelar di Provinsi Riau.  

Selain itu, perluasan ini juga dilakukan karena bandara dianggap tidak lagi bisa menampung jumlah penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya.

Sejarah Bandara Pekanbaru

sejarah bandara pekanbaru.jpg

Bandara Sultan Syarif Kasim II berstatus sebagai salah satu bandar udara bersejarah di Indonesia, karena sudah beroperasi sejak 1940.

Bandara ini pernah dijadikan pangkalan militer, serta menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia melawan tindak-tanduk kolonialisme Belanda dan Jepang. 

Pasca-kemerdekaan bandara itu tetap beroperasi dan dilakukan sejumlah perbaikan, mulai dari pembangunan landasan pacu dan penambahan fasilitas lainnya.

Hingga pada 1960, Pemerintah Indonesia mengoperasikan Bandara Pekanbaru sebagai bandar udara perintis dengan nama Pelabuhan Udara Simpang Tiga. 

Penamaan tersebut diambil dari lokasi bandara yang memang berada di pertigaan jalan utama menuju Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu. 

Kemudian, nama bandara kembali diubah menjadi Bandara Sultan Syarif Kasim II pada 1998, lima tahun setelah bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II. 

Perubahan nama tersebut ditetapkan melalui keputusan Presiden No.Kep.473/OM.00/1988-AP II tanggal 4 April 1998.

Hingga saat ini, Bandara Pekanbaru masih difungsikan sebagai terminal penerbangan yang melayani perjalanan pesawat penumpang menuju dan dari berbagai daerah di Indonesia. 

Ada banyak maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Pekanbaru, mulai dari Air Asia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Malaysia Airlines, Scoot, hingga Garuda Indonesia.

Maskapai-maskapai tersebut melayani rute penerbangan ke sejumlah daerah mulai dari Jakarta, Batam, Padang, Kuala Lumpur, hingga Singapura. 

Hotel Dekat Bandara Pekanbaru

hotel dekat bandara.jpg

Sebagai salah satu akses gerbang masuk menuju Provinsi Riau, Bandara Pekanbaru tentu berada di lokasi strategis yang dekat dengan sejumlah fasilitas, seperti hotel. 

Ada banyak hotel atau penginapan di dekat Bandara Pekanbaru, salah satunya Hotel Citismart. 

Hotel Citismart Bandara Pekanbaru berada di Jalan Kaharuddin Nasution No.47, Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru.

Kisaran harga Hotel Citismart Bandara Pekanbaru adalah Rp225 ribu per malam. 

Selain Hotel Citismart, akomodasi dekat Bandara Pekanbaru lainnya adalah Batiqa Hotel.

Ini merupakan hotel yang lokasinya di seberang pintu masuk ke Bandara Sultan Syarif Kasim II.

 

 

 

Septian Nugraha
Septian Nugraha
Jurnalis sepak bola yang hijrah menjadi penulis properti. Lebih sering menulis hal-hal tentang hukum properti. Memiliki kemampuan juga dalam bidang fotografi, desain grafis, dan video editing.
Gambar Tips dan trik
Solusi Miliki Hunian dengan KPR
Cicilan per bulan ringan, proses cepat, banyak pilihan bank, dan masih banyak lagi!
Ajukan KPR
Gambar Tips dan trik
Pindah / Take Over KPR
Saatnya pindah KPR (take over) ke bank lain dengan bunga tetap.
Ajukan Take Over
Gambar Tips dan trik
Simulasi KPR
Cek estimasi pembiayaan kredit rumah dengan kalkulator KPR Rumah123.
Hitung Sekarang

Hunian Dijual di Pekanbaru

Sewa Hunian di Pekanbaru

Bagikan
Gagal menyimpan properti
Silahkan login/register untuk menyimpan properti lebih banyak