icon
Rumah 123
Tersedia di App Store & Google Play

5 Masjid Besar di Surabaya yang Wajib Anda Kunjungi

Masjid besar di Surabaya bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga saksi bisu perjalanan sejarah, budaya, dan peradaban Islam di Kota Pahlawan.

 

Dari bangunan berusia ratusan tahun hingga masjid modern berteknologi tinggi, Surabaya menyimpan kekayaan arsitektur Islam yang luar biasa.

 

Setiap masjid memiliki keunikannya tersendiri, mulai dari kubah ikonik, menara menjulang, hingga suasana kawasan yang kental nuansa Timur Tengah.

 

Bagi Anda yang ingin berwisata religi atau sekadar mengenal lebih dalam warisan budaya Surabaya, mengunjungi masjid-masjid bersejarah ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan.

 

Berikut adalah  masjid-masjid besar di Surabaya yang wajib masuk daftar kunjungan Anda.

 

Masjid Besar di Surabaya

1. Masjid Nasional Al-Akbar (MAS)

 

Salah satu masjid besar di Surabaya yang paling dikenal adalah Masjid Nasional Al-Akbar, atau yang akrab disebut Masjid Agung Surabaya.

 

Masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, menjadikannya landmark kebanggaan warga Surabaya.

 

Tampilan paling ikoniknya adalah kubah raksasa berwarna biru toska yang terlihat dari berbagai sudut kota, serta menara setinggi 99 meter yang melambangkan 99 Asmaul Husna.

 

Keunikan yang paling menarik adalah kesempatan bagi Anda untuk naik ke puncak menara menggunakan lift dan menikmati panorama kota Surabaya dari ketinggian.

 

Fasilitas masjid ini sangat modern, dilengkapi area hijau yang luas, dan sering menjadi pusat perayaan Idul Fitri tingkat provinsi.

 

Jika Anda berkunjung menjelang Lebaran, suasana di sini benar-benar memukau.

 

2. Masjid Agung Sunan Ampel

 

Berbicara tentang masjid besar di Surabaya yang sarat nilai sejarah, Masjid Agung Sunan Ampel adalah yang paling tua dan paling berpengaruh.

 

Didirikan pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel, salah satu anggota Wali Songo, masjid ini termasuk dalam deretan masjid tertua di Indonesia.

 

Berbeda dari masjid pada umumnya, bangunan ini tidak menggunakan kubah, melainkan atap tumpang tiga bergaya Jawa kuno yang masih terjaga keasliannya.

 

Di dalamnya berdiri kokoh 16 tiang kayu jati asli setinggi 17 meter yang sudah menemani masjid ini selama berabad-abad.

 

Masjid ini terletak di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Arab, di mana Anda bisa merasakan nuansa Timur Tengah yang sangat kental lengkap dengan pasar yang menjual kurma, parfum, dan berbagai perlengkapan ibadah.

 

Di dalam kompleks ini juga terdapat makam Sunan Ampel yang menjadi pusat ziarah bagi ribuan peziarah setiap harinya.

 

2. Masjid Muhammad Cheng Hoo

 

Di antara deretan masjid besar di Surabaya, Masjid Muhammad Cheng Hoo hadir sebagai simbol keberagaman dan akulturasi budaya yang unik antara Islam dan Tionghoa.

 

Sekilas, bangunan ini menyerupai kelenteng dengan dominasi warna merah, hijau, dan kuning, serta atap berbentuk pagoda segi delapan yang melambangkan keberuntungan dalam tradisi Tionghoa.

 

Nama masjid ini diambil dari Laksamana Cheng Hoo, pelaut Muslim asal Tiongkok yang terkenal dalam sejarah.

 

Meskipun ukurannya lebih kecil dibanding Al-Akbar, setiap detail ukuran bangunannya mengandung filosofi mendalam yang merujuk pada perjalanan bersejarah Laksamana Cheng Hoo.

 

Bagi Anda yang tertarik dengan perpaduan budaya dan arsitektur yang tidak biasa, masjid ini adalah tujuan yang tepat.

 

4. Masjid Kemayoran (Masjid Raudhatul Musyawarah)

 

Masjid Kemayoran, atau dikenal juga sebagai Masjid Raudhatul Musyawarah, merupakan salah satu masjid besar di Surabaya yang dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1844 hingga 1848.

 

Nilai sejarah yang dimilikinya menjadikan masjid ini salah satu yang paling penting untuk Anda kunjungi jika ingin memahami jejak Islam di era penjajahan.

 

Arsitekturnya memperlihatkan gaya transisi antara Jawa dan pengaruh kolonial, dengan atap tajug atau tumpang dan menara klasik yang menjadi penanda visualnya hingga kini.

 

Terletak tepat di depan Gedung DPRD Jawa Timur, posisi masjid ini sangat strategis di jantung kota Surabaya.

 

Secara historis, masjid ini dibangun sebagai pengganti masjid yang terpaksa digusur oleh pemerintah kolonial Belanda untuk pembangunan benteng dan pusat pemerintahan mereka.

 

Sebuah saksi bisu perlawanan dan keteguhan umat Islam di tengah tekanan kolonialisme.

 

5. Masjid Baiturrozaq (SIER) — Masjid Terapung Surabaya

 

 

Melengkapi daftar masjid besar di Surabaya, Masjid Baiturrozaq di kawasan SIER Rungkut hadir dengan konsep yang berbeda dari masjid-masjid lainnya.

 

Masjid ini kerap disebut Masjid Terapung Surabaya karena posisinya yang dibangun di pinggir danau buatan, memberikan kesan visual yang sangat menawan.

 

Pantulan bayangan masjid di permukaan air menciptakan pemandangan yang tenang dan estetik, terutama saat pagi atau senja hari.

 

Lokasinya yang asri di kawasan industri menjadikan masjid ini oase ketenangan bagi para pekerja maupun warga sekitar.

 

Bagi Anda yang ingin beribadah sambil menikmati suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, Masjid Baiturrozaq adalah pilihan yang sangat tepat.


 

Gambar Tips dan trik
Solusi Miliki Hunian dengan KPR
Cicilan per bulan ringan, proses cepat, banyak pilihan bank, dan masih banyak lagi!
Ajukan KPR
Gambar Tips dan trik
Pindah/Take Over KPR
Saatnya pindah KPR (take over) ke bank lain dengan bunga tetap.
Ajukan Take Over
Gambar Tips dan trik
Simulasi KPR
Cek estimasi pembiayaan kredit rumah dengan kalkulator KPR Rumah123.
Hitung Sekarang

Hunian Dijual di Surabaya

Hunian Disewa di Surabaya

Bagikan