Museum Pendidikan Surabaya adalah salah satu destinasi wisata edukasi yang patut dikunjungi saat berada di Kota Pahlawan.
Â
Pasalnya, museum ini menghadirkan berbagai koleksi dan informasi mengenai perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Surabaya.
Â
Kehadiran Museum Pendidikan Surabaya bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana belajar sejarah bagi generasi muda tentang pentingnya pendidikan dalam membangun bangsa.
Â
Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Â
Baca Juga:
Â
Museum Keris Nusantara: Lokasi, Koleksi, Harga Tiket, dan Jam Bukanya
Â
Â
Â

Â
Salah satu daya tarik Museum Pendidikan Surabaya adalah bangunannya yang ikonik.
Â
Gedung museum ini dulunya merupakan sekolah kolonial yang dibangun pada era Belanda dengan gaya arsitektur klasik yang masih terawat hingga sekarang.
Â
Atmosfer tempo dulu langsung terasa saat memasuki area museum.
Â
Suasana tersebut menjadikannya tidak hanya menarik untuk belajar, tetapi juga sebagai spot fotografi yang estetik.
Â
Â
Museum Pendidikan Surabaya menyimpan berbagai koleksi bersejarah terkait pendidikan.
Â
Koleksi Museum Pendidikan Surabaya terdiri dari buku pelajaran lama, papan tulis kapur, meja kayu sekolah kuno, hingga perlengkapan belajar yang pernah digunakan siswa pada masa lampau.
Â
Koleksi tersebut tersusun rapi sehingga kamu bisa memahami perkembangan metode belajar dari era kolonial hingga era modern.
Â
Â

Â
Kamu juga bisa menikmati berbagai diorama yang menggambarkan suasana belajar di sekolah-sekolah tempo dulu.
Â
Tak hanya itu, terdapat instalasi interaktif yang membuat proses belajar sejarah semakin menyenangkan.
Â
Hal ini menjadikan Museum Pendidikan Surabaya sebagai tempat wisata edukasi yang ramah anak dan keluarga.
Â
Â
Museum Pendidikan Surabaya memiliki ruang pameran tematik.
Â
Ruang tersebut menampilkan informasi khusus, seperti sejarah tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia, kebijakan pendidikan di masa lampau, hingga perkembangan sekolah di Surabaya.
Â
Pameran ini memberikan wawasan luas tentang bagaimana pendidikan berperan dalam perjuangan dan pembangunan bangsa.
Â
Baca Juga:
Â
Sejarah Stasiun Medan, Pernah Jadi Jalur Tembakau dari Deli
Â
Â
Â
Selain koleksi sejarah, Museum Pendidikan Surabaya juga menghadirkan ruang khusus yang didedikasikan untuk literasi modern.
Â
Di sini, kamu bisa membaca berbagai literatur, mengikuti program edukatif, hingga menghadiri workshop yang diselenggarakan oleh pihak museum.
Â
Kehadiran ruang literasi ini menjadi jembatan antara pendidikan tradisional dan modern.
Â
Â
Â
Museum Pendidikan Surabaya berlokasi di Jalan Genteng Kali No. 10, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, yang merupakan bekas gedung Sekolah Taman Siswa.
Â
Lokasinya cukup strategis karena berada di pusat kota dan dekat dengan beberapa landmark terkenal Surabaya, seperti Tugu Pahlawan dan Balai Kota Surabaya.
Â
Kamu bisa dengan mudah menjangkau museum ini menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Â
Â

Â
Untuk masuk ke Museum Pendidikan Surabaya, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Â
Hingga saat ini, tiket masuk ke Tiket Museum Pendidikan Surabaya berkisar Rp5.000.
Â
Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri karena siapa pun bisa berkunjung dan belajar mengenai sejarah pendidikan dengan biaya yang ekonomis.
Â
Baca Juga:
Â
Melihat Monumen Jalesveva Jayamahe dan Patung Ikonik Setinggi 30 Meter
Â
Â
Â

Â
Museum Pendidikan Surabaya buka setiap hari dengan jam operasional sebagai berikut:
Â
Â
Waktu kunjungan ke Museum Pendidikan Surabaya terdiri dari 4 sesi, yaitu pada pukul:
Â
Â
Dengan jadwal tersebut, kamu memiliki banyak pilihan waktu untuk berkunjung, baik di hari kerja maupun akhir pekan.
Â
Disarankan untuk datang lebih awal agar bisa menikmati semua koleksi dan fasilitas dengan lebih nyaman.
Â
Dengan segala daya tarik dan fasilitasnya, Museum Pendidikan Surabaya bukan hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga sarana pembelajaran yang menginspirasi.
Â
Bagi masyarakat Surabaya maupun wisatawan dari luar kota, museum ini layak masuk dalam daftar destinasi wisata edukasi yang wajib dikunjungi.
Â
Sumber gambar: surabaya.go.id/Instagram @surabaya


