Terletak di jantung Kota Yogyakarta, Kampung Wisata Taman Sari merupakan destinasi yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan seni tradisional.Â
Berlokasi tak jauh dari Keraton Yogyakarta, tempat ini dulunya adalah kompleks pemandian kerajaan yang dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Hamengkubuwono I.Â
Kini, kawasan ini telah bertransformasi menjadi kampung wisata yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.
Â
Foto pada banner: Instagram @friskianikol
Â
Â

Â
Taman Sari awalnya berfungsi sebagai taman rekreasi, tempat meditasi, hingga benteng pertahanan kerajaan.Â
Bangunan-bangunan di kawasan ini menunjukkan perpaduan arsitektur Jawa, Portugis, dan Belanda.
Â
Beberapa spot ikonik yang masih dapat dikunjungi antara lain Umbul Binangun (kompleks kolam pemandian kerajaan), Sumur Gumuling (masjid bawah tanah berbentuk melingkar), Gedhong Kenongo, dan lorong bawah tanah.
Pasca gempa besar tahun 1867, sebagian besar bangunan rusak parah dan tidak dibangun ulang.Â
Seiring waktu, warga mulai menetap di kawasan ini dan kini menjadi bagian dari kehidupan kampung yang dinamis.
Â

Wisatawan dapat mengikuti kelas singkat membatik langsung dari pengrajin lokal.Â
Teknik yang diajarkan mulai dari batik tulis hingga batik pranting (lukis batik).Â
Â
Selain batik, tersedia juga workshop pembuatan kerajinan tangan seperti perhiasan etnik, gantungan kunci, dan miniatur ornamen khas Jawa.
Â
Baca juga: Kebun Binatang Gembira Loka Jogja, Tempat Wisata Paling Asyik untuk Keluarga
Pada waktu-waktu tertentu, terutama akhir pekan atau saat libur panjang, pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni tradisional seperti tari klasik Jawa, gamelan, atau karawitan yang ditampilkan di area terbuka atau pendopo warga.Â
Ini menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya Yogyakarta.
Â

Kampung ini dipenuhi gang-gang sempit yang penuh warna dan mural artistik bertema budaya, kehidupan masyarakat, hingga ikon lokal.Â
Spot-spot ini sangat populer di kalangan wisatawan dan fotografer, menjadikannya latar sempurna untuk konten media sosial.
Tersedia penyewaan sepeda untuk menjelajahi area kampung secara santai.
Â
Alternatif lainnya adalah walking tour bersama pemandu lokal yang akan menceritakan sejarah dan makna di balik setiap sudut bangunan maupun kebiasaan warga.
Â
Baca juga: 8 Rekomendasi Hotel Instagramable di Jogja, Cakep Buat Foto!
Salah satu daya tarik utama Kampung Wisata Taman Sari adalah keramahan warganya.Â
Banyak dari mereka yang dengan senang hati berbagi cerita sejarah keluarga, keterampilan membatik, atau bahkan menawarkan minuman tradisional seperti wedang jahe dan wedang uwuh secara sukarela.
Dengan berbagai aktivitas ini, wisatawan bisa merasakan pengalaman budaya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, menjadikan kunjungan lebih personal dan bermakna.
Tak lengkap rasanya berkunjung tanpa mencicipi kuliner lokal.Â
Di sekitar kawasan ini, kamu bisa menemukan berbagai makanan khas Yogyakarta seperti gudeg, bakpia, bakmi Jawa, hingga wedang jahe dan wedang uwuh.Â
Banyak juga toko kecil yang menjual kerajinan tangan seperti batik, aksesori etnik, dan souvenir khas Jogja yang cocok dijadikan oleh-oleh.
Â
Â
Wisatawan lokal biasanya dikenakan biaya antara Rp5.000 hingga Rp15.000, sedangkan untuk turis asing sekitar Rp15.000.Â
Biaya tambahan bisa dikenakan untuk penggunaan jasa pemandu wisata atau pengambilan foto profesional.
Informasi harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola atau hari kunjungan (akhir pekan atau hari biasa). Pastikan memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung.
Jam buka umumnya mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB setiap hari.
Â
Namun, ada juga bagian kampung yang bisa dikunjungi bebas di luar jam tersebut, khususnya area pemukiman dan toko-toko kerajinan.
Â
Baca juga: 10 Tempat Wisata Dekat Malioboro yang Menarik untuk Dikunjungi
Â
Fasilitas yang tersedia cukup memadai, termasuk area parkir, toilet, mushola, warung makan, gazebo, dan penyewaan sepeda.Â
Lokasi Kampung Wisata Taman Sari sangat strategis, hanya sekitar 10-15 menit berjalan kaki dari Malioboro atau Keraton Yogyakarta.Â
Akses dapat ditempuh dengan berjalan kaki, becak, kendaraan pribadi, maupun transportasi umum.
Â
Kampung Wisata Taman Sari adalah contoh sukses pelestarian budaya yang dikemas secara lengkap.Â
Tak hanya menampilkan sisa kejayaan masa lalu, tempat ini juga menjadi wadah bagi warga untuk terus berkarya dan berbagi budaya dengan dunia.
Â
Jika kamu mencari pengalaman wisata otentik dan bermakna di Yogyakarta, jangan lewatkan destinasi yang satu ini.
Â
Â


