Dukung Penggunaan Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan SPKLU di IKN

Demi mendukung pemerintah menjadikan kendaraan listrik sebagai moda tranporstasi utama baru, PLN membuat SPKLU di Nusantara.

 

Istilah SPKLU sendiri adalah singkatan dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

 

Sampai saat ini, PT PLN setidaknya sudah membuat 18 unit SPKLU di IKN, terdiri dari:

  • SPKLU Ultra Fast Charging sebanyak 8 unit
  • SPKLU Fast Charging sebanyak 4 unit
  • SPKLU Medium Charging sebanyak 3 unit
  • SPKLU untuk kendaraan roda dua sebanyak 3 unit.

Seluruh SPKLU PLN tersebut tersebar di tiga titik, yaitu di Stadion Batakan, Kantor Sekretariat Negara IKN, dan Gardu Hubung sementara.

 

Penggunaan SPKLU pun sudah mulai dicoba, khususnya ketika kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 di IKN.

 

Melansir web.pln.co.id, sampai 17 Agustus 2024 kemarin, SPKLU di IKN sudah melayani 340 transkasi lebih dengan total daya mencapai 6.568 kWh.

 

Menariknya, seluruh transaksi SPKLU dilakukan secara real time dan digital lewat menu Electric Vehicle pada SuperApp PLN Mobile.

 

Dengan bgeitu, proses pengisian daya listrik kendaraan di IKN dapat terpantau dengan baik.

 

Lantas, dari mana sumber listrik yang didapat oleh PLN? Melansir berbagai sumber, listrik yang di IKN semuanya bersumber dari energi baru terbarukan (EBT).

 

Hal tersebut memungkinkan karean listrik IKN sudah disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan berkapasitas 10 megawatt.

 

Memenuhi 100% Kendaraan Listrik di IKN

 

kendaraan listrik di ikn

Foto: web.pln.co.id

 

Pembuatan beberapa SPKLU sejalan dengan rencana pemerintah, di mana kendaraan di IKN seluruhnya wajib menggunakan listrik.

 

Hal ini sering diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, jika kendaraan di IKN 100% harus menggunakan listrik.

 

Selain kendaraan pribadi, transportasi di IKN juga direncanakan menggunakan 100% daya listrik.

 

Contohnya Autonomous Rail Transit (ART) atau yang dikenal dengan sebutan kereta tanpa rel.

 

Jenis kereta “canggih” ini sudah beroperasi di IKN dalam fase uji coba.

 

Meski begitu, kendaraan berbahan fosil bukan berarti dilarang begitu saja.

 

Kendaraan jenis fosil masih bisa beroperasi, tetapi dalam radius atau wilayah tertentu.

 

Mengutip ekonomi.bisnis.com, kendaraan berbahan bakar fosil bisa digunakan di sekitar kawasan IKN, seperti di daerah Balikpapan, Kutai, Paser, dan Samarinda.

 

Itulah informasi tentang SPKLU PLN yang mendukung penggunaan kendaraan listrik di Nusantara.

 

Semoga bermanfaat.

Membangun Ibu Kota Nusantara Ramah Anak, Ini Upaya Pemerintah!

Demi membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ramah anak, pemerintah melalui Otorita IKN menerapkan pinsip aman dan nyaman bagi semua kalangan.

 

Namun, mengapa membangun IKN yang ramah anak merupakan hal penting?

 

Melansir laman setneg.go.id, alasannya karena anak-anak adalah aset berharga bagi suatu bangsa.

 

Anak-anak kelak menjadi penerus bangsa yang bakal membawa perubahan di masa depan.

 

Maka itu, menciptakan kondisi lingkungan yang ramah anak merupakan hal yang penting di IKN.

 

Tidak hanya fasilitas, kota yang ramah anak harus memiliki tingkat keamanan, kesehatan dan pendidikan yang mumpuni, serta area bermain yang layak.

 

Ciri-Ciri Kota Ramah Anak

 

Lantas, bagaimana wujud nyata dari penerapan konsep kota ramah anak? Setidaknya ada beberapa ciri-ciri yang dapat kita temukan, seperti:

 

1. Adanya Ruang Terbuka Hijau

 

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di IKN bisa memberikan tempat bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik, seperti bermain.

 

Lebih dari itu, ruang terbuka hijau bisa dimanfaatkan sebagai area interaksi anak, mengembangkan kreativitas, dan mendorong kecintaannya terhadap lingkungan.

 

2. Transportasi Publik yang Aman dan Nyaman

 

Ciri kota ramah anak selanjutnya adalah memiliki moda transportasi publik yang aman dan nyaman.

 

Hal ini sangat penting karena bisa menunjang aktivitas anak-anak saat berada di luar rumah.

 

Contoh nyatanya adalah tersedianya tempat duduk khusus anak di dalam moda tranportasi umum.

 

3. Fasilitas Pendidikan yang Bagus

 

Kota ramah anak sudah seharusnya dilengkapi oleh fasilitas pendidikan berkualitas, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

 

Selain itu, adanya perpustakaan umum dan ruang belajar yang nyaman juga dibutuhkan.

 

Du hal ini bakal membantu anak-anak dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

 

4. Fasilitas yang Ramah Keluarga

 

Tidak hanya  anak-anak, memenuhi kebutuhan keluarga merupakan hal penting dalam membangun kota ramah anak.

 

Karena itu, Nusantara harus menyediakan fasilitas umum yang memudahkan orang tua dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

 

Misalnya tersedia kesehatan, perbelanjaan, dan ibadah yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman.

 

Dengan kemudahan akses, orang tua dapat memberi perhatian optimal bagi anak-anak mereka.

 

5. Program Pengembangan Anak

 

Terakhir, kota ramah anak harus memiliki program pengembangan anak secara menyeluruh.

 

Program pengembangan yang dimaksud meliputi klub olahraga, sastra, seni, dan keterampilan lainnya.

 

Program tersebut harus memberi kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya sesuai bidang yang disenangi.

Upaya Pemerintah Membangun IKN Ramah Anak

 

sekolah ramah anak di ikn

Foto: SCU

 

Langkah untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara ramah anak sudah dimulai sejak lama.

 

Contohnya seperti Fakultas Psikologi Soegijapranata Cayholic University bersama Yayasan Pendidikan Astra yang mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di IKN, pada akhir Juli 2024 silam.

 

Tidak main-main, setidaknya ada 11 SD, dua SMP, dan dua SMK yang mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).

 

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlingungan Anak.

 

Tidak cuma itu, OIKN juga melibatkan organisasi internasional dalam membahas konsep kota ramah anak di IKN, salah satunya United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat).

 

Pertemuan yang diselenggarakan pada akhir 2023 ini diisi oleh sejumnlah acara, mulai dari konferesinsi hingga panel diskusi.

 

Demikianlah pembahasan mengenai upaya pemerintah dalam mewujudkan IKN yang ramah anak.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Profil Ni Komang Tri Setia, Pembawa Baki Penurunan Bendera di IKN

Ni Komang Tri Setia, remaja asal Bali berusia 16 tahun yang ditunjuk sebagai pemegang baki Paskibraka Nasional 2024.

 

Dia bertugas dalam gelaran Upacara Penurunan Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi Ni Komang dan keluarganya.

 

Apalagi sejak kecil dia sudah berkeinginan menjadi anggota Paskibraka Nasional.

 

Jalan yang ditempuh Ni Komang untuk mewujudkan cita-citanya terbilang terjal.

 

Ada perjuangan dan tantangan yang harus dihadapi untuk sampai ke titik yang dituju.

 

Lantas, bagaimana profil dan cerita Ni Komang hingga menjadi pemegang baki Paskibraka Nasional 2024? Berikut ulasannya.

 

Profil Ni Komang Tri Setia

 

profil ni komang tri setia pembawa baki penurunan bendara di ikn

 

Ni Komang Tria Setia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan I Nyoman Subrata dan Yovita Magdalena Dewi Astutimita.

 

Dilansir dari Tribun Bali, Ni Komang sudah memiliki ketertarikan dengan dunia Paskibraka sejak duduk di bangku sekolah dasar.

 

Saat kecil, dia senang melihat anggota Paskibraka berlatih di Lapangan Puputan Klungkung.

 

Namun, baru pada sekolah menengah pertama Ni Komang aktif mengikuti Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB).

 

Bahkan, Ni Komang sempat mengalami kecelakaan lalu lintas menjelang LKBB tingkat provinsi.

 

Meski dengan kaki berbalut perban, dia tetap bersikeras mengikuti lomba hingga akhirnya meraih juara 1 LKBB tingkat provinsi.

 

Dari momen tersebut, Ni Komang berulang kali menyabet gelar juara LKBB hingga terpilih menjadi anggota  Paskibraka Nasional 2024 di IKN.

 

Formasi Paskibraka Upacara Penurunan Bendera

 

formasi paskibraka nasional upacara penurunan bendera 2024

 

Ni Komang tentu tidak sendiri dalam menjalankan tugasnya sebagai Paskibraka Nasional Penurunan Bendera pada HUT RI ke-79 di IKN.

 

Berikut nama-nama pelajar berprestasi lain yang tergabung dalam kelompok tersebut:

  • Komandan Kelompok 17: AA. Ngr. Panji Darma Putra (Bali)
    • Asal sekolah: SMAN 1 Singaraja
    • Putra dari: Bapak. A.A. Ngurah Saraswata & Ibu Komang Goisi M
  • Baki: Ni Komang Tri Setia (Bali)
    • Asal sekolah: SMAN 1 Semarapura
    • Putra dari: Bapak I Nyoman Subrata & Ibu Yovita Magdalen D.A.M
  • Cadangan Pembawa Baki: Kirana Asha widya Baskara (Banten)
    • Asal sekolah: SMA Labschool Cirendeu
    • Putra dari: Bapak Rocky Panji Baskara & Ibu Ranggi Kanya Prameswari
  • Komandan Kelompok 8: Joe Bayden Imanuel Kallem (Papua Tengah)
    • Asal sekolah: SMA Kristen Anak Panah
    • Putra dari: Bapak Boythe Calvin Kallem & Ibu Karmila Wiai
  • Pengerek Bendera: Sunnu Wahyudi (Kalimantan Timur)
    • Asal sekolah: SMKN 2 Sangatta Utara
    • Putra dari: Bapak Siswoyo & Ibu Sulistyowati
  • Pembentang Bendera: Abdul Zaky Hutera (DKI Jakarta)
    • Asal sekolah: SMAN 67 Jakarta
    • Putra dari: Bapak Ismaidin & Ibu Nurevariani

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Profil Livenia Evelyn Kurniawan, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2024 di IKN

Setelah peringatan HUT RI ke-79 selesai digelar, banyak orang yang tertarik mengetahui profil Livenia Evelyn Kurniawan.

 

Sosok berprestasi ini diketahui merupakan seorang pelajar dari Kalimantan Timur yang didaulat sebagai pembawa baki Paskibraka Nasional 2024.

 

Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan HUT RI ke-79 diselenggarakan serentak di dua daerah, yakni di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.

 

Acara ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan komandani oleh Perwira Menengah Kopassus TNI AD, Letkol Inf Nur Wahyudi.

 

Selain dua nama besar tadi, sorotan masyarakat juga tertuju pada anggota Paskibraka Nasional yang bertugas dalam acara HUT RI ke-79, salah satunya Livenia.

 

Lantas, bagaimana cerita Levina hingga terpilih menjadi pembawa baki Paskibraka Nasional 2024? Kenali lebih dekat sosoknya di bawah ini.

 

Profil Livenia Evelyn Kurniawan

 

pembawa baki paskibraka nasional 2024 livenia evelyn kurniawan

 

Livenia Evelyn Kurniawan merupakan siswi kelas 11, SMA Katolik Santo Fransiskus Assisi Samarinda.

 

Dilansir dari Kompas.com, Livenia lahir di Samarinda pada 22 Juli 2008, dari pasangan Bapak Eddy Kurniawan dan Ibu Luana Kalma.

 

Liven memang sudah bercita-cita menjadi anggota Paskibraka sejak kecil.

 

Keinginan tersebut sudah coba dia wujudkan sejak sekolah dasar dengan mengikuti ekstrakurikuler Paskibra di sekolahnya.

 

Perjalanan Liven untuk terpilih sebagai anggota Paskibraka 2024 tentu tidak mudah.

 

Pasalnya, dia harus mengikuti seleksi calon Paskibraka mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

 

Cita-cita tersebut pun akhirnya tercapai setelah namanya masuk dalam 76 nama anggota Paskibraka Nasional yang akan tertugas di IKN pada 17 Agustus 2024.

 

Formasi Paskibraka Nasional 2024

 

paskibraka nasional 2024

 

Livenia tentunya tidak sendirian dalam menjalankan tugas pada Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-79 di IKN.

 

Ada enam rekan lain yang juga turut membantunya dalam gelaran bersejarah tersebut.

 

Dilansir dari laman BPIP, berikut formasi Paskibraka Nasional yang bertugas di Upacara Pengibaran Bendera pada HUT ke-79 RI:

  • Komandan Kelompok 17: Andre R.O. Kabagaimu (Papua Pegunungan)
    • Asal Sekolah: SMAN 1 Wamena
    • Putra dari: Bapak Yohanes Lusius G.B. Kabagaimu dan Ibu Junita Roseline N.
  • Pembawa baki: Livenia Evelyn Kurniawan (Kalimantan Timur)
    • Asal sekolah: SMA Katolik Santo Fransiskus
    • Putra dari: Bapak Eddy Kurniawan dan Ibu Luana Kalma
  • Cadangan pembawa baki: Lutfiyah Naurasyifa Utoyo (Sulawesi Tenggara)
    • Asal sekolah: SMAN 1 Kendari
    • Putra dari: Bapak Utoyo Harly dan Ibu Ribka Diana Linsay Siwi
  • Komandan Kelompok 8: Fifandra Ardiansyah Daud (Maluku Utara)
    • Asal sekolah : SMAN 1 Halbar
    • Putra dari: Bapak Endro Sumarsono dan Ibu Yulce Serang
  • Penggerek bendera: Try Adyaksa S (Sulawesi Selatan)
    • Asal sekolah: SMAN 1 Parepare
    • Putra dari: Bapak Suriyanto dan Ibu Hasmawati
  • Pembentang bendera: Akmal Faiz Ali Khadafi (Jawa Tengah)
    • Asal sekolah: SMAN 4 Semarang
    • Putra dari: Bapak Subhan dan Ibu Rikha Astriani.

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Profil Letkol Inf Nur Wahyudi, Komandan Upacara HUT RI ke-79 di IKN

Profil Letkol Inf Nur Wahyudi menjadi sorotan, banyak orang penasaran akan sosoknya setelah ditunjuk sebagai komandan upacara dalam perayaan 17 Agustus di IKN.

 

Seperti yang kita tahu, Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) ke-79 telah digelar pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

 

Upacara yang diselenggarakan di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur itu dikomandani oleh Kolonel Infanteri Nur Wahyudi.

 

Adapun Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara.

 

Penasaran dengan profil Komandan Upacara HUT RI ke-79? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

 

Menjabat sebagai Dansat-81 Kopassus

 

Dansat-81 Kopassus

 

Letkol Inf Nur Wahyudi merupakan perwira menengah di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD).

 

Saat ini, Kolonel Inf Nur Wahyudi menjabat sebagai Komandan Satuan (Dansat) 81 Kopassus TNI AD.

 

Kolonel Infanteri Nur Wahyudi lahir di Sidoarjo, Jawa Timur.

 

Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001.

 

Dilansir dari berbagai sumber, setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Kolonel Inf Nur Wahyudi sempat bertugas di Grup 1 Kopassus Serang selama 2 tahun.

 

Sebelum diangkat sebagai Dansat-81 Kopassus, Kolonel Inf Nur Wahyudi sempat menduduki posisi strategis sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak Banten tahun 2020.

 

Bahkan, dia juga diketahui pernah menjadi salah satu anggota satuan penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

 

Suami dari Finalis Puteri Indonesia

 

suami finalis puteri indonesia

 

Letkol Inf Nur Wahyudi juga dikenal sebagai suami dari artis dan model kenamaan tanah air, Juliana Moechtar.

 

Juliana Moechtar diketahui merupakan finalis Putri Indonesia 2010.

 

Dia juga sempat membintangi sejumlah judul sinetron, FTV, dan film.

 

Salah satunya adalah Film Kembang Kantil yang diproduksi pada tahun 2018 oleh MD Pictures.

 

Selain kiprahnya di industri hiburan tanah air, Juliana Moechtar juga diketahui sebagai mantan istri dari Herman Sikumbang atau Herman Seventeen.

 

Herman Seventeen meninggal dunia pada 2018, kemudian pada Mei 2022, Juliana Mochtar dipersunting oleh Kolonel Inf Nur Wahyudi.

 

Setelah menjadi istri perwira TNI AD, Juliana Moechtar mulai meninggalkan popularitasnya di dunia hiburan tanah air.

 

Dia kini disibukkan dengan berbagai kegiatan sebagai ibu Persit Kartika Chandra Kirana.

 

Sosok yang Bersahaja

 

komanda upacara hut ri ke-79 Letkol Inf Nur Wahyudi

 

Selain memiliki karier mentereng di dunia militer, Kolonel Inf Nur Wahyudi juga dikenal sebagai sosok yang bersahaja.

 

Dilansir dari Tribunjabar.id, dia sempat menjadi sorotan setelah memaafkan orang yang mencuri ponselnya pada tahun 2022.

 

Kejadian tersebut terjadi ketika Kolonel Inf Nur Wahyudi — yang masih menjabat Dandim 0603/Lebak — tengah menemani anaknya yang dirawat.

 

Diduga kelelahan, Kolonel Inf Nur Wahyudi pun tertidur setelah sempat mengisi daya ponsel miliknya.

 

Nahas, ponsel tersebut diambil oleh seseorang yang diketahui bernama Maman.

 

Sadar ponsel miliknya hilang, Nur Wahyudi pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

 

Tidak butuh waktu lama, pihak berwajib pun berhasil meringkus Maman.

 

Namun, Nur Wahyudi akhirnya memaafkan Maman dan mencabut laporannya.

 

Hal tersebut terjadi setelah Nur Wahyudi mengetahui motif Maman mencuri ponsel lantaran butuh dana untuk persalinan istrinya.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Sumbu Kebangsaan IKN Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Fungsinya!

Setelah mulai dibangun sejak akhir tahun 2022, akhirnya Sumbu Kebangsaan IKN diremikan Presiden Joko Widodo, pada Rabu, 14 Agustus 2024.

 

Proses peresmian ini berlangsung di Plaza Seremoni, Sumbu Kebangsaan, dihadiri oleh sejumlah pihak.

 

Peresmian Sumbu Kebangsaan meliputi penataan pembangunan Plaza Seremoni, Jalur Pejalan Kaki, Jalur Pesepeda, Share Street, Visitor Centre, Amfiteater, Galeri UMKM, dan Forest Trail.

 

Sumbu Kebangsaan sebagai Ruang Terbuka Hijau

 

Sumbu Kebangsaan Diresmikan Presiden

Foto: Humas Otorita IKN

 

Dalam acara peresmian kawasan Sumbu Kebangsaan, Jokowi mengungkap jika area ini merupakan ruang terbuka hijau yang menyimbolkan keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan.

 

Selain itu, Sumbu Kebangsaan IKN juga tergolong sebagai simbol keharmonisan manusia dengan alam lingkungan dan manusia dengan sesamanya.

 

Jika nantinya sudah rampung 100%, Sumbu Kebangsaan akan menjadi surga pedestrian yang bisa dipakai untuk berjalan-jalan sambil menikmati taman, kolam, dan pohon-pohon rindang.

 

Kawasan di sekitar Sumbu Kebangsaan juga turut disiapkan dalam rangka menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemeredekaan Republik Indonesia.

 

Informasi Umum tentang Sumbu Kebangsaan

 

Sumbu Kebangsaan di IKN

Foto: constructionplusasia.com

 

Secara umum, Sumbu Kebangsaan adalah area terbuka hijau yang secara imajiner menghubungkan Istana Presiden sampai Mangrove Ecopark.

 

Garis imajiner itu membentang dari Plaza Seremoni, Plaza Sipil, Plaza Bhinneka, Science and Tech Park, Plaza Adi Budaya, sampai ke Plaza Demokrasi.

 

Masing-masing area yang sudah disebutkan mempunyai keunikannya tersendiri.

 

Misalnya Plaza Seremoni, area tersebut merupakan ruang terbuka pertama yang terdapat di kawasan Sumbu Kebangsaan.

 

Letak Plaza Seremoni ada di sisi selatan Istana Kepresidenan

 

Di dalamnya terdapat lapangan upacara, gedung pusat pengunjung, hingga taman rawa.

 

Selanjutnya, ada sebuah area terbuka hijau di sebelah Selatan Plaza Seremoni yang disebut Plaza Sipil.

 

Kawasan ini dihubungkan langsung oleh jembatan penyeberangan dua tingkat.

 

Di dalam kawasan tersebut, terdapat bukit yang dapat dikunjungi oleh masyarakat untuk melihat sebagian besar kawasan inti pusat pemerintahan.

 

Itulah informasi mengenai Sumbu Kebangsaan IKN yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

 

Temukan informasi lain seputar IKN di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Ulasan Hutan Mangrove Mentawir di Ibu Kota Baru

Foto: Kompas

Salah satu hutan mangrove di Indonesia ada di Kalimantan Timur, yaitu Hutan Mangrove Mentawir. Mari kita simak ulasan lengkap lokasi, jam operasional dan aktivitas yang bisa dilakukan di sana.

Diketahui hutan mangrove atau bakau Mentawir baru dinobatkan sebagai destinasi wisata di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, sebelum itu pun sudah banyak orang mengunjunginya.

Pengunjung yang datang ke Hutan Mangrove Mentawir bisa melakukan berbagai kegiatan menarik! Bila berkesempatan datang ke IKN, jangan lupa mengunjungi tempat ini.

Lokasi Hutan Mangrove Mentawir

hutan mangrove mentawir

Foto: kelmentawir.penajamkab.go.id

Lokasi Hutan Mangrove Mentawir berada di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Posisinya ± 42 kilometer dari Titik Nol Nusantara.

Perjalanan dari titik nol menuju hutan bakau tersebut memakan waktu sekitar 1 jam 9 menit. Pelancong harus melalui sejumlah rute dimulai dari Jalan Ahmad Yani/Jalan Negara.

Setelah jalan tersebut, lanjutkan terus perjalanan melalui Jalan Provinsi Sepaku. Jika sudah sampai di ujung jalan, silakan untuk belok kanan ke arah Jalan Samboja━Sepaku.

Kamu akan menemui perempatan, di sini pilihlah arah kanan hingga sampai ke Jalan Sepaku━Semoi Dua. Lalu belok kanan lagi ke arah Jalan KS Tubun.

Setelah itu, ambil arah ke Jalan Semangka Argomulyo, lanjut ke arah Jalan Karya Bangun. Ikuti terus jalan besar untuk sampai ke kawasan wisata Hutan Mangrove Mentawir.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Tarif yang dikenakan untuk pengunjung apabila datang mengunjungi Hutan Mangrove Mentawir yaitu Rp10.000 per orang. Tarif tersebut sudah termasuk tiket masuk dan tiket naik perahu.

Pengunjung harus naik kendaraan air untuk menyebrang ke pondok lokasi pemancingan. Pasalnya, salah satu daya tarik utama hutan bakau ini ialah aktivitas memancing.

Sejauh ini belum ada informasi baku tentang jam operasional kawasan wisata Hutan Mangrove Mentawir. Pengunjung bisa datang kapan saja, karena terbuka selama 24 jam.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Hutan Mangrove Mentawir

hutan mangrove mentawir

Foto: Kompas

Memancing di Spot yang Tersedia

Terdapat sejumlah spot memancing di kawasan hutan bakau Mentawir Sepaku ini. Bentuknya menyerupai pondok kayu yang sedikit menjorok ke tengah laut.

Jika hendak memancing, maka akan diantar oleh petugas perahu kayu. Pemancing yang datang pada malam hari akan diantar dan ditinggal, kemudian dijemput esok paginya.

Menyusuri Hutan Bakau

Secara keseluruhan, luas area hutan bakau Mentawir adalah 2.300 hektare. Kemudian, 300 hektarenya dijadikan sebagai area wisata ibu kota baru.

Pengunjung bisa menyusuri luasnya kawasan Hutan Mangrove Mentawir ini dengan menggunakan perahu. Tarifnya sekitar Rp200.000 per perahu dengan kapasistas 15-10 orang.

Melihat Kunang-kunang

Hutan Mangrove Mentawir adalah kawasan wisata yang masih sangat alami. Maka itu, tak mengherankan bila menjadi habitat berbagai hewan termasuk serangga.

Biasanya, pengunjung dari Balikpapan atau luar Pulau Kalimantan sengaja datang ke sini pada malam hari untuk melihat keindahan cahaya kuning kunang-kunang.

Berbelanja Oleh-oleh

Jika sudah puas menikmati pemandangan hutan bakau atau memancing, maka pengunjung bisa berbelanja oleh-oleh khas Penajam Paser Utara.

Banyak penduduk setempat yang mengolah oleh-oleh dari buah pidada. Ada beragam hasil olahan seperti sirup, tepung untuk kue, kopi dan lain sebagainya.

Tips Berkunjung ke Hutan Mangrove Mentawir

hutan mangrove mentawir

Foto: Kompas

  • Memilih waktu berkunjung, sebaiknya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Biasanya pada jam tersebut akan muncul bekantan.
  • Menggunakan sandal, sebab saat naik turun perahu bersentuhan langsung dengan air.
  • Menggunakan pakaian nyaman dan tak panas, karena kamu berwisata ke kawasan laut.
  • Menggunakan kacamata hitam untuk menghindari silau matahari.
  • Membawa barang secukupnya agar tak berbahaya saat naik perahu.

Itulah ulasan lengkap tentang Hutan Mangrove Mentawir Sepaku Kalimantan Timur. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kenapa IKN Tidak di Kalimantan Tengah? Ini Penjelasannya

Lokasi dari Ibu Kota Indonesia yang baru sudah ditetapkan, yaitu di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Penentuan lokasi IKN itu berdasarkan UU IKN. Pada pasal 6, dijelaskan secara geografis letak ibu kota baru meliputi beberapa bagian ini:

  • Bagian Utara: 117° 0′ 31.292″ Bujur Timur dan 0° 38′ 44.912″ Lintang Selatan;
  • Bagian Selatan: 117° 11′ 51.903″ Bujur Timur dan 1° 15′ 25.260″ Lintang Selatan;
  • Bagian Barat: 116° 31′ 37.728″ Bujur Timur dan 0° 59′ 22.510″ Lintang Selatan; dan
  • Bagian Timur pada 117° 18′ 28.084″ Bujur Timur dan 1° 6′ 42.398″ Lintang Selatan.

Meski sudah ditetapkan secara resmi, sejumlah pihak ada yang mempertanyakan lokasi IKN. Pertanyaan yang kerap muncul adalah, kenapa IKN tidak di Kalimantan Tengah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita mesti melihat alasan di balik pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi IKN.

Kenapa IKN Tidak di Kalimantan Tengah?

Taman di Palangkaraya

Foto: indonesiakaya.com

Pertanyaan mengenai kenapa IKN tidak di Kalimantan Tengah, salah satunya diungkapkan oleh politikus PDIP, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menurut Ahok, IKN seharusnya dibangun di Kalimantan Tengah, bukan Kalimantan Timur.

Dalam momen acara bertajuk ‘Ahok Is Back’ di Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2024) sore, Ahok mulanya bercerita ia pernah dipanggil Presiden Joko Widodo untuk membahas pemindahan ibu kota.

Ahok mengeklaim, ia adalah salah satu calon Kepala Otorita IKN.

“Saat itu ya. Lalu saya ditanya. Ini (belum ada) UU nih. Saya bilang (ke Pak Jokowi), Pak, kalau mau investor masuk, langkah pertama harus ada UU IKN. Baru orang mau percaya. Langkah pertama,” kata Ahok, seperti dilansir detikNews.

Selanjutnya, kepada Presiden Jokowi, Ahok menyarankan agar IKN dibangun di Kalimantan Tengah, karena sesuai dengan cita-cita Presiden Soekarno.

Menurut Ahok, jika IKN berada di Kalimantan Tengah tidak perlu banyak mengurus pembebasan lahan, dan letaknya juga memudahkan untuk menjangkau seluruh Pulau Kalimantan.

“Kalau mau berdasarkan historis, sejarah, bicara Trisakti nih, bicara Nawacita nih, harusnya IKN itu ada di Kalteng. Sesuai Bung Karno. Kenapa di Kalteng? Karena Kalteng tidak usah bebasin lahan,” kata Ahok.

Alasan IKN di Kaltim, Tidak di Kalteng

Lokasi IKN Nusantara Mencakup Wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Pada akhirnya, IKN ditempatkan di Kalimantan Timur karena lokasinya dinilai lebih unggul ketimbang di Kalimantan Tengah.

Dalam akun Instagram resmi Kementerian PUPR yang dilansir Bisnis.com, dijelaskan bahwa setidaknya ada sembilan faktor utama yang menjadi pertimbangan perpindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kaltim. Berikut rinciannya:

  • Lokasi mudah diakses, karena dekat dengan dua kota besar, seperti Balikpapan dan Samarinda.
  • Potensi konflik daerah rendah karena struktur penduduknya beragam dan terbuka.
  • Pertahanan bisa didukung oleh TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut.
  • Mumpuni untuk konstruksi bangunan karena lahan sedang atau tidak lembek dan keras.
  • Lokasi yang aman dan minim bencana.
  • Masih memiliki lahan luas dan berstatus hutan produksi serta perkebunan.
  • Adanya infrastruktur utama, seperti jalan tol Balikpapan-Samarinda dan Trans-Kalimantan, Bandara di Balikpapan dan Samarinda, Pelabuhan Terminal Peti Kemas Kariangau, Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, Samarinda.
  • Memiliki sumber air baku dari tiga waduk eksisting, dua waduk tengah direncanakan, empat sungai, dan tempat daerah aliran sungai.
  • Lokasinya berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia II (Selat Makassar).

Bagaimana Nasib Kalimantan Tengah?

Pemandangan Palangkaraya dari ketinggian

Foto: djn.kemenkeu.go.id

Setelah Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara ditunjuk jadi lokasi IKN, lantas bagaimana dengan Kalimantan Tengah sekarang?

Menurut laman Antaranews.com, kini Kalimantan Tengah diproyeksikan sebagai daerah penyangga IKN.

Untuk itu, berbagai pembangunan seperti sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perekonomian sedang digalakan oleh pemerintah.

Di Kalimantan Tengah, saat ini juga sedang ada Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate, yakni pengembangan lumbung pangan nasional di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas.

Nantinya, pengembangan food estate itu penting untuk menopang kebutuhan pangan IKN Nusantara dan sekitarnya.

Lalu, pengembangan proyek lainnya di Kalimantan Tengah di antaranya adalah:

  • pengembangan sentra tambak udang vaname di Kabupaten Sukamara;
  • megaproyek RSUD milik Pemprov Kalteng di Kabupaten Seruyan;
  • pembenahan bangunan ikonik di Palangka Raya, seperti Bundaran Besar Palangka Raya, Bundaran Mahir Mahar, dan pengembangan Jembatan Kahayan.

***

Dengan pemilihan Kalimantan Timur, diharapkan IKN dapat berkembang menjadi pusat pemerintahan yang efisien dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi seluruh kawasan.

Meskipun tidak terpilih sebagai lokasi IKN, Kalimantan Tengah tetap memiliki peran penting dalam pengembangan kawasan timur Indonesia dan akan terus menjadi bagian integral dari strategi pembangunan nasional.

Semoga informasi pada artikel ini bisa menjawab pertanyaan kamu mengenai kenapa IKN tidak di Kalimantan Tengah.

Mengenal Sekolah Internasional di IKN: Nusantara Intercultural School

Foto: instagram.com/ikn_id

Sejumlah orang yang akan pindah ke IKN, seperti pejabat negara hingga ASN, bisa jadi akan memboyong keluarganya.

Jika ada anggota keluarga yang masih sekolah, tentu mereka membutuhkan lembaga pendidikan berkualitas.

Di sinilah sekolah internasional di IKN hadir. Salah satu sekolah yang pembangunannya sudah mencapai tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama adalah Nusantara Intercultural School (NIS).

Peletakan Batu Pertama Dihadiri Presiden Joko Widodo

Peletakan batu pertama sekolah internasional di IKN

Foto: instagram.com/ikn_id

Peletakan batu pertama dari pembangunan NIS di IKN dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi pada Rabu, 1 November 2023.

Bersama dengan Presiden Jokowi, turut hadir pula Bambang Susantono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.

Kemudian, ada juga Pj.Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik; Pj. Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; Menteri Koordinator.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan, kehadiran NIS menjadi jawaban bagi pegawai pemerintahan yang akan pindah ke Nusantara yang membutuhkan sekolah.

“Hari ini kita mendapatkan jawaban. Sekolahnya ada yaitu di Nusantara Intercultural School. Jadi yang mau pindah jangan ragu-ragu lagi,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya, dikutip dari laman IKN.go.id.

Sekolah yang akan Bermanfaat Bagi Seluruh Masyarakat

Proses peletakan baru pertama NIS di IKN

Foto: instagram.com/ikn_id

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Yayasan Jakarta Intercultural School (JIS), Phill Rickard menyatakan harapannya, NIS akan jadi sekolah yang bermanfaat di masa-masa yang akan datang,

Menurutnya, NIS akan siap berkembang untuk seluruh masyarakat.

“Kami melihat perkembangan pembangunan yang selalu berjalan dengan luar biasa. Nusantara Intercultural School siap berkembang bersama Anda dan bersama kita dapat lakukan hal yang spektakuler,” ujarnya, dikutip dari laman IKN.go.id.

Sementara itu, Bambang Susantono mengatakan, membangun kota yang cerdas juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Keberadaan NIS, bisa menjadi pelengkap fasilitas Ibu Kota Nusantara yang bisa meningkatkan kualitas SDM di IKN.

“Dalam membangun sebuah kota yang smart, tidak hanya berpatok kepada pengembangan aspek software dan hardware, melainkan brainware atau sumber daya manusia merupakan aspek yang tak kalah penting,” katanya, dikutip dari laman IKN.go.id.

Profil NIS

Jakarta Intercultural School buka sekolah internasional di IKN

Foto: instagram.com/jakartainterculturalschool

NIS adalah sekolah swasta yang berada di bawah naungan yayasan Jakarta Intercultural School.

Didirikan sejak 1951, JIS merupakan sekolah yang awalnya diperuntukkan bagi anak-anak ekspatriat yang tinggal di Jakarta.

Namun lama kelamaan, JIS berkembang menjadi salah satu sekolah dasar dan menengah internasional terbesar di Indonesia.

Di Jakarta, JIS memiliki tiga lokasi kampus, yakni di Cilandak, Pondok Indah, dan Pattimura.

Kualitas pendidikan dari NIS tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, sekolah ini telah telah diakui oleh pemerintah Indonesia dan beberapa lembaga akreditasi yang bersertifikat secara internasional.

Adapun JIS telah diakreditasi oleh International Baccalaureate (IB) dari Colegio Del Mundo World School, AP College Board, WASC Accrediting Commission for Scholes, dan CIS Accreditation.

Selain itu, JIS juga merupakan anggota dari EAST Asia Regional Council of School (EARCOS), National Association of Independent Schools, ANPS, Interscholastic Association of Southeast Asia Schools (IASAS), dan GOA Proud Member.

Visi dan Misi JIS

Selama hadir dalam dunia pendidikan Indonesia, JIS memiliki beberapa visi dan misi yang terus dianut.

Visi dari JIS adalah menjadi panduan dalam segala hal yang dilakukan, mulai dari cara belajar hingga karakter, bagi siswa selama bersekolah di JS.

Sementara itu, misi dari JIS dijabarkan dalam beberapa poin berikut ini:

  • JIS bersemangat ingin tahu dan kreatif. Belajar di Indonesia untuk menjadi yang terbaik bagi dunia.
  • JIS menghargai ketekunan, integritas, tanggung jawab, rasa hormat, kasih sayang, keseimbangan, dan kesenangan.
  • JIS menginspirasi pembelajaran yang menyenangkan dan tekun serta menumbuhkan kesejahteraan sebagai komunitas yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif.
  • JIS belajar dengan cara berefleksi dan berelasi, dengan menjadi sumber daya dan tangguh.

***

NIS di IKN menawarkan lebih dari sekadar pendidikan berkualitas.

Sekolah ini juga mempersiapkan generasi penerus yang mampu bersaing di kancah global dengan pendekatan intercultural yang unik.

Dengan kurikulum yang komprehensif, fasilitas modern, dan lingkungan belajar yang inklusif, Nusantara Intercultural School akan menjadi pilihan ideal bagi orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka di IKN.

Demikian informasi mengenai profil NIS, sekolah internasional di IKN.