Menurut teman-teman, dalam membeli properti mana yang lebih penting: data investasi yang objektif atau kesan pertama saat melihat lokasi secara langsung?
sejujurnya tdk ada cara standar lengkap dalam memasarkan property.. semua bersifat fleksible..
jgn takut menanyakan budget dan kebutuhan inti.
tidak jarang lah..sdh capek temanin survey.. ternyata luasan rumah kekecilan, ternyata hadap mata angin nya gak cocok, ternyata dana nya tidak cukup, ternyata mau KPR tapi owner tdk mau, ternyata salah paham tentang nama perumahan.. misal nama mirip tapi lokasi berbeda
salam sukses
Menurut saya dalam membeli properti ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan
1. lokasi, secara tidak langsung mempengaruhi kegiatan sehari2, dekat dengan lokasi usaha/bekerja, sekolah anak2
2. fasilitas, dukungan dari fasilitas sekitar seperti taman, tempat bermain anak, lapangan olahraga, pasar, dan lain sebagainya
3. Nilai pasar properti, kita juga harus bisa mempertimbangkan nilai pasar, biasanya terlihat dari kondisi lingkungan, seperti dekat dengan perputaran ekonomi, Bank, kantor, ruko, mall, dan lain sebagainya
4. Developer properti, jika kita membeli properti di daerah perumahan, kita juga harus mempertimbangkan developer yang membangun perumahan tersebut, apakah developer tersebut mempunyati visi jangka panjang, atau hanya berjualan properti saja, tanpa mempertimbangkan untuk membuat fasilitas pendukung yang lengkap.
Rumah123 adalah situs teknologi jual beli dan sewa properti terdepan di Indonesia, yang hadir sejak tahun 2007 dan telah melayani jutaan orang di Indonesia. Rumah123 senantiasa berkomitmen untuk membuat pengalaman 'Jual Beli dan Sewa Properti Lebih Mudah' dengan dukungan dari developer terkemuka serta agen profesional.
Layanan Pengaduan Konsumen
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN)
WhatsApp Ditjen PKTN 0853 1111 1010
E-commerce dan Platform Online Terbaik BI Awards 2024
rumah123.com
Kombinasi data dan keadaan asli di lapangan. Jika data bilang bagus ternyata tidak obyektif ? lokasi berada pas di tikungan lampu merah? mau masuk saja tidak ada tempat parkir dan pasti diklakson kendaraan lain karena menghambat lalu lintas? jadi pakah sepadan?
Atau rumah dibangun dengan mewah namun di lingkungan yg tidak elit hanya sendirian yg mewah ? Jadi canggung sendiri krn tidak cocok utk tinggal dan utk usaha tidak ada ruang parkir serta lingkungan tidak mendukung.
Sebaliknya, data investasi sedikit namun kesan pertama memberikan ide yg belum ada yg menjalankan. Itu malah lbh menjanjikan dibanding dengan data seolah mengntungkan? Karena jika untung tentu tidak dijual.