icon
Rumah 123
Tersedia di App Store & Google Play

5 Masjid Besar di Solo yang Wajib Anda Kunjungi

Masjid besar di Solo bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga cerminan kekayaan budaya dan sejarah Islam yang mengakar kuat di Kota Surakarta.

 

Dari masjid peninggalan keraton berusia ratusan tahun hingga ikon religi modern yang kini menjadi kebanggaan nasional, Solo menawarkan pengalaman wisata religi yang beragam dan berkesan.

 

Setiap masjid memiliki ceritanya sendiri, lengkap dengan arsitektur yang memukau dan tradisi yang masih hidup hingga hari ini.

 

Tidak heran jika Solo terus berkembang menjadi salah satu pusat wisata religi utama di Jawa Tengah.

 

Jika Anda berencana mengunjungi Kota Batik ini, berikut adalah masjid-masjid yang tidak boleh Anda lewatkan.

 

Masjid Besar di Solo

1. Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

 

Masjid Raya Sheikh Zayed adalah salah satu masjid besar di Solo yang saat ini menjadi destinasi religi paling populer dan paling banyak diperbincangkan.

 

Masjid ini merupakan hadiah dari Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk Presiden Jokowi sebagai simbol persahabatan dua negara.

 

Bangunannya merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, dengan seluruh eksterior dan interior didominasi warna putih bersih menggunakan marmer Italia dan ornamen emas yang memukau.

 

Masjid ini memiliki 82 kubah dan 4 menara tinggi yang gagah, menciptakan siluet yang sangat megah di langit Solo.

 

Salah satu detail yang paling menarik adalah karpet di dalamnya yang bermotif batik, sebuah perpaduan cantik antara budaya Arab dan Jawa yang hanya bisa Anda temukan di sini.

 

Saat malam hari, sistem pencahayaan yang dramatis membuat masjid ini tampak semakin menakjubkan dan menjadi spot foto favorit para pengunjung.

 

2. Masjid Agung Keraton Surakarta

 

Bagi Anda yang ingin menyentuh akar sejarah Islam di Solo, Masjid Agung Keraton Surakarta adalah tempat yang tepat untuk memulai.

 

Didirikan oleh Sunan Pakubuwono III pada tahun 1763, masjid ini merupakan masjid resmi milik Keraton Kasunanan Surakarta yang telah berdiri selama lebih dari dua setengah abad.

 

Arsitekturnya bergaya tajug atau atap tumpang tiga khas Jawa kuno yang sarat filosofi Islam, memberikan suasana sakral yang berbeda dari masjid modern.

 

Di bagian depan terdapat Pagongan, sebuah tempat khusus untuk menabuh gamelan saat perayaan Sekaten atau peringatan Maulid Nabi, tradisi yang masih dilestarikan hingga kini.

 

Yang tidak kalah unik adalah keberadaan jam matahari atau bencet di halaman masjid, yang dulu digunakan untuk menentukan waktu salat secara akurat sebelum teknologi modern ada.

 

Mengunjungi masjid ini terasa seperti menyelami langsung perpaduan antara spiritualitas Islam dan budaya Jawa yang begitu kaya.

 

3. Masjid Al-Wustho Mangkunegaran

 

Tidak jauh dari Pura Mangkunegaran, berdiri Masjid Al-Wustho sebagai peninggalan bersejarah dari Kadipaten Mangkunegaran yang menjadi bagian dari daftar masjid besar di Solo.

 

Masjid ini memiliki menara dengan bentuk yang unik dan pagar tembok rendah yang disebut jagang, memberikan tampilan yang berbeda dari masjid-masjid pada umumnya.

 

Arsitekturnya memadukan elemen Jawa dengan sentuhan Eropa yang terlihat jelas pada detail pintu dan jendela bangunannya, mencerminkan era di mana dua budaya bertemu di tanah Jawa.

 

Suasana di sekitar masjid ini sangat tenang dan asri, jauh dari keramaian kota, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin beribadah dengan kekhusyukan penuh.

 

Masjid ini adalah saksi bisu perkembangan dakwah Islam di lingkungan bangsawan Solo, sebuah bagian dari sejarah yang patut Anda ketahui.

 

4. Masjid Darussalam (Masjid Jayengan)

 

Masjid Darussalam atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Jayengan adalah salah satu masjid besar di Solo yang memiliki tradisi unik dan sangat dinanti setiap tahunnya.

 

Terletak di kawasan Jayengan, masjid ini dikenal sebagai pusat komunitas Banjar di Solo, membawa serta tradisi dan kekayaan budaya Kalimantan ke tengah kota Jawa.

 

Setiap sore di bulan Ramadan, masjid ini membagikan Bubur Samin khas Kalimantan secara gratis kepada ribuan warga dan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru kota.

 

Tradisi Bubur Samin ini sudah berlangsung puluhan tahun dan telah menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan buka puasa dengan nuansa budaya Banjar yang autentik di tanah Jawa.

 

Jika Anda berkunjung ke Solo di bulan Ramadan, meluangkan waktu untuk berbuka di sini adalah pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

 

5. Masjid Fatimah

 

Melengkapi daftar masjid besar di Solo, Masjid Fatimah hadir sebagai pilihan ibadah yang sangat strategis bagi siapa saja yang sedang berada di jantung kota.

 

Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, jalan utama Kota Solo, masjid ini sangat mudah diakses oleh wisatawan maupun warga yang sedang beraktivitas di sekitar pusat kota.

 

Masjid ini didirikan oleh H. Santosa Doellah, pengusaha batik ternama asal Solo sekaligus pendiri Batik Danar Hadi, sebagai wujud kepeduliannya terhadap kebutuhan ibadah masyarakat urban.

 

Desainnya modern, rapi, dan sangat bersih, memberikan kenyamanan yang optimal bagi setiap jamaah yang berkunjung.

 

Karena lokasinya yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan berbagai hotel berbintang, masjid ini menjadi tempat favorit para musafir untuk beristirahat sejenak dan menunaikan ibadah dengan nyaman di tengah perjalanan.

 


 

Gambar Tips dan trik
Solusi Miliki Hunian dengan KPR
Cicilan per bulan ringan, proses cepat, banyak pilihan bank, dan masih banyak lagi!
Ajukan KPR
Gambar Tips dan trik
Pindah / Take Over KPR
Saatnya pindah KPR (take over) ke bank lain dengan bunga tetap.
Ajukan Take Over
Gambar Tips dan trik
Simulasi KPR
Cek estimasi pembiayaan kredit rumah dengan kalkulator KPR Rumah123.
Hitung Sekarang

Hunian Dijual di Surakarta

Sewa Hunian di Surakarta

Bagikan