Bagi pecinta barang antik, rasanya berkunjung ke Pasar Triwindu Solo adalah hal yang tak boleh dilewatkan.
Â
Pasar Triwindu adalah pasar barang antik yang berada di Jalan Diponegoro, Surakarta.
Â
Kamu akan menemukan berbagai barang antik di pasar ini, mulai dari berbagai koleksi unik yang mencakup guci, lampu antik, patung wayang, topeng, dan banyak lagi.
Â
Berikut adalah ulasan seputar Pasar Triwindu Solo.
Â
Â
Alamat lengkap Pasar Triwindu Solo berada di Jalan Diponegoro, Keprabon.
Â
Lokasinya berada di selatan kompleks Istana Mangkunegaran, atau berada di tengah-tengah Solo.
Â
Dengan lokasinya tersebut, tak heran Pasar Triwindu mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.
Â
Jika menggunakan Bus Solo Trans (BST) kamu bisa menggunakan bus di koridor 2 dan 3 melewati Jalan Diponegoro dan turun di halte dekat pasar.
Â

Â
Pasar Triwindu merupakan salah satu tempat bersejarah di wilayah Surakarta.
Â
Pasar antik ini dibangun pada tahun 1939 oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII.
Â
Penamaannya sendiri sesuai dengan tujuan dari pembangunan pasarnya, yaitu sebagai peringatan 24 tahun, atau tiga windu masa pemerintahannya.
Â
Pasar ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan agar semakin nyaman.
Â
Misalnya, pada 2008 pasar tersebut dipugar agar sesuai dengan arsitektur di sekitar Solo dan dibuat menjadi dua lantai.
Â
Bersamaan dengan renovasi itu, dilakukan juga penggantian nama menjadi Pasar Windujenar.
Â
Namun pada akhirnya di 2018, nama pasar tersebut kembali menjadi Pasar Triwindu yang sarat makna.
Â

Â
Pasar Triwindu adalah pusat penjualan barang antik yang mejajakan beragam barang unik dan menarik. Berikut adalah beberapa barang yang dijual di Pasar Triwindu:
Â
Barang antik: Guci, piring antik, lampu gantung antik, patung kayu, patung batu, dan topeng tradisional.
Â
Uang kuno: Terdapat pedagang yang menjual uang koin dan uang kertas yang diterbitkan pada abad ke-19, termasuk uang dari berbagai negara.
Â
Perhiasan kuno: Perhiasan yang dijual pedagang di Pasar Triwindu di antaranya adalah cincing, kalung, bros, dan aksesori yang memiliki desain khas.
Â
Kain batik dan kebaya: Beragam kain batik serta kebaya lawas, baik yang baru maupun bekas.
Â
Senjata tradisional: Di Pasar Triwindu, kamu juga bisa membeli keris dan senjata tradisional lainnya yang memiliki nilai sejarah.
Â
Harga barang di Pasar Triwindu Solo bervariasi. Untuk barang antik umum, kisaran harganya dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Â

Â
Bangunan dan tata letak: Setelah direnovasi, Pasar Triwindu memiliki struktur dua lantai, sehingga kios-kios yang tadinya berdempetan jadi lebih longgar. Pengunjung pun bisa memiliki alur pergerakan lebih leluasa.
Â
Halaman parkir luas: Dengan adanya fasilitas ini, pengunjung bisa lebih menemukan tempat parkir untuk motor atau mobil. Tempat parkir ini juga kerap dijadikan sebagai tempat untuk menggelar kegiatan seni dan budaya.
Â
Fasilitas pendukung: Terdapat fasilitas kantin, toilet umum, musala, lahan parkir, dan gazebo.
Â
***
Â
Demikian pembahasan mengenai Pasar Triwindu Solo.
Â
Pasar Triwindu tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya di Kota Solo.
Â
Silakan berkunjung ke Pasar Triwindu jika kamu ingin merasakan atmosfer nostalgia dan menemukan barang-barang unik yang penuh cerita.
Â
Sumber foto cover: Google Maps/LYNOM
Â


