Lampung, yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatra, dikenal sebagai destinasi wisata dengan pesona yang lengkap.
Dari pantai berpasir putih yang memikat, taman nasional yang kaya keanekaragaman hayati, hingga budaya lokal yang sarat tradisi, semuanya bisa ditemukan di Lampung.
Namun, pesona Lampung tidak hanya terbatas pada keindahan alamnya.
Bagi pencinta sejarah dan budaya, Museum Lampung menjadi destinasi yang sayang untuk dilewatkan.
Museum ini bagaikan jendela untuk melihat perjalanan panjang masyarakat Lampung, lengkap dengan koleksi bersejarah yang memikat.
Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya? Mari mengenal lebih dalam Museum Lampung!

Pembangunan Museum Lampung dimulai pada tahun 1975, dengan peletakan batu pertama yang dilakukan pada 1978, dan akhirnya diresmikan pada 1988.
Peresmian Museum Lampung sendiri dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Fuad Hassan.
Museum yang juga dikenal dengan nama Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” menyimpan beragam koleksi peninggalan bersejarah.
Hingga kini, terdapat sekitar 4.735 koleksi yang terdiri dari benda biologika, historika, etnografika, numismatika, seni rupa, hingga teknografika.
Salah satu daya tarik utamanya adalah meriam kuno peninggalan masa penjajahan yang menjadi ikon khas Museum Lampung.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Museum Lampung menyimpan beragam koleksi benda bersejarah.
Tak hanya koleksi geologika, teknologika, atau meriam kuno, di museum ini kamu juga bisa menemukan pakaian adat, aksesori tradisional, serta alat musik.
Kemudian, terdapat juga koleksi perlengkapan rumah tangga khas Lampung yang sarat nilai budaya.
Saat memasuki halaman depan museum, kamu akan disambut oleh rumah adat khas Lampung “Nuwo Sesat” yang berdiri megah dengan ukiran dan ornamen tradisional.
Selain itu, terdapat pula Rumah Limas dan Rumah Kampuh yang menambah kekayaan arsitektur khas Lampung di kawasan museum.
Jika ingin mengenal lebih jauh sejarah dan budaya Lampung, kamu bisa berkunjung ke Perpustakaan Museum Lampung.
Di sini tersedia beragam informasi yang mendukung koleksi museum sehingga pengalaman belajar menjadi lebih lengkap dan menyeluruh.
Saat berkunjung ke Museum Lampung, jangan lupa mengabadikan momen seru di sini!
Pasalnya, ada banyak spot foto menarik yang bisa kamu temukan di tempat wisata Lampung ini.
Spot foto tersebut mulai dari latar rumah adat hingga koleksi pakaian tradisional khas Lampung.
Museum Lampung berlokasi di Jalan Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Jika berangkat dari pusat Kota Bandar Lampung, kamu bisa melewati Jalan Kartini menuju Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam untuk menuju ke tempat wisata di Lampung ini.
Apabila kamu pergi dari Terminal Rajabasa lokasi museum hanya sekitar 1 km dari terminal dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, naik ojek, atau angkot.
Sedangkan, jika berangkat dari dari Stasiun Tanjung Karang, Museum Lampung hanya berjarak sekitar 6 km atau sekitar 20–25 menit perjalanan.
Untuk menuju ke Museum Lampung dari Stasiun Tanjung Karang, kamu bisa naik taksi online atau angkot jurusan Rajabasa.

Museum Lampung buka setiap Selasa–Kamis serta Sabtu–Minggu pukul 08.00–14.00 WIB.
Sementara itu, pada hari Jumat museum hanya buka dari pukul 08.00–10.30 WIB.
Adapun pada hari Senin dan libur nasional, museum tutup.
Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya sebagai berikut:
Bagaimana, wisata di Lampung ini sangat murah meriah bukan?
***Header: Myeatandtravelstory.wordpress.com, Indonesiakaya.com


