Semarang terkenal dengan kekayaan kuliner yang beragam. Apa saja kuliner Semarang yang populer dan wajib dicoba wisatawan?
Pengaruh budaya Jawa, Tionghoa, dan kolonial membuat kuliner di Semarang punya cita rasa unik.
Dari jajanan ringan hingga hidangan berat, kuliner Semarang selalu menggugah selera.
Kota ini sering disebut Kota Lumpia karena salah satu makanan ikoniknya.
Saat berkunjung, jangan lewatkan mencicipi beberapa makanan khas yang legendaris di Semarang. Penasaran apa saja?
Berikut rekomendasi kuliner populer Semarang yang patut dicoba.

Lumpia Semarang adalah makanan khas Semarang yang wajib dicoba.
Makanan ini berupa gulungan kulit tipis yang diisi dengan rebung, telur, daging ayam atau udang, dan sayuran.
Ada dua varian lumpia yang bisa kamu pilih, yaitu lumpia goreng yang renyah dan lumpia basah yang lebih lembut.
Lumpia ini biasanya disajikan dengan saus kental, acar, dan cabai rawit untuk menambah sensasi.
Cita rasa lumpia gurih dan sedikit manis dari campuran bumbu kecap serta rebung yang segar.
Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam membuatnya cocok sebagai camilan atau lauk.
Lumpia Semarang sudah ada sejak lama dan menjadi favorit wisatawan.
Kamu bisa menemukannya di Gang Lombok atau toko oleh-oleh di Jalan Pandanaran.
Tahu Gimbal adalah kuliner Semarang yang banyak ditemukan di area kaki lima alias pinggir jalan.
Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, gimbal (bakwan udang yang pipih), lontong, irisan kol, tauge, dan telur.
Semuanya disiram dengan bumbu kacang yang dicampur petis udang khas Semarang.
Tahu gimbal menawarkan rasa gurih dari tahu dan gimbal, manis-pedas dari bumbu kacang petis, serta segar dari sayuran.
Ini makanan sederhana tapi penuh rasa, cocok untuk makan siang atau malam.

Bandeng Presto adalah olahan ikan bandeng yang menjadi andalan Semarang.
Ikan bandeng dimasak dengan teknik presto menggunakan panci bertekanan tinggi sehingga duri dan tulangnya menjadi lunak dan bisa dimakan langsung.
Biasanya, bandeng presto dibumbui dengan rempah seperti kunyit, bawang, dan serai, lalu digoreng atau dibakar.
Rasanya gurih dan empuk dengan aroma rempah yang kuat.
Bandeng Presto sering disajikan dengan nasi hangat dan sambal atau dibawa sebagai oleh-oleh karena tahan lama.
Ini makanan khas pesisir Semarang yang sudah legendaris sejak 1970-an.
Wingko Babat adalah kue tradisional yang manis dan menjadi camilan favorit di Semarang.
Kue ini terbuat dari campuran kelapa parut, tepung ketan, dan gula, lalu dipanggang hingga matang.
Bentuknya bulat pipih, dengan varian rasa seperti original, cokelat, atau durian. Wingko sering dijual di stasiun atau toko oleh-oleh.
Wingko babat memiliki rasa manis legit dari gula dan gurih dari kelapa parut yang disangrai.
Teksturnya kenyal di dalam dan sedikit renyah di luar sehingga cocok dinikmati dengan teh atau kopi.
Meski asalnya dari Lamongan, Wingko Babat sudah identik dengan Semarang dan jadi buah tangan wajib.
Kuliner Semarang yang wajib dicoba lainnya adalah nasi ayam Semarang.
Nasi Ayam Semarang berisi hidangan nasi lengkap yang disajikan dengan suwiran ayam, opor telur atau tahu, sambal goreng krecek, dan kerupuk.
Kuah opor yang creamy membuatnya berbeda dari nasi ayam biasa.
Kuliner di Semarang ini memiliki rasa gurih dan creamy dari santan opor, dengan pedas ringan dari sambal.
Ayamnya empuk dan krecek menambah tekstur kenyal.
Ini makanan hangat yang cocok untuk sarapan atau makan malam.
Nasi ayam Semarang biasanya dijual di kaki lima malam hari atau kawasan Simpang Lima.
Itulah sejumlah kuliner Semarang yang tidak hanya lezat, tapi juga mencerminkan sejarah kota.
Dengan harga terjangkau, kamu bisa menikmati semuanya dengan nikmat.
Selamat mencoba!
Sumber gambar: YouTube Mbok Midut/banggasemarang.id/Unsplash kevin Hansen


