7 Faktor Penting saat Merancang Tata Ruang Kantor Terbuka

Tata-Ruang-Kantor-Terbuka1

?Foto: interactivespace

 

Ruang Kantor terbuka sangat populer belakangan ini, bahkan menjadi salah satu bentuk tata ruang kantor yang paling banyak digunakan di berbagai perusahaan. 

 

Apalagi bagi perusahaan rintisan, yang kebanyakan dikelola oleh karyawan berusia muda dan ekspatriat.

 

Open plan offices alias kantor dengan tata ruang terbuka dianggap lebih cocok untuk mengakomodasi dinamika perusahaan.

 

Dengan tata ruang kantor terbuka, komunikasi dan koordinasi antar tim menjadi lebih lancar. Bertukar ide pun menjadi lebih mudah!

 

Namun sama seperti tata ruang kantor tertutup, bentuk kantor ini pun mempunyai kelebihan dan kekurangan.

 

Tentunya, kelebihan dan kekurangan tata ruang kantor terbuka maupun tertutup memengaruhi kenyamanan karyawan dalam bekerja.

 

Lantas, apa itu open plan offices secara teori? Faktor apa saja yang perlu diperhatikan ketika merancang konsep ini? Yuk, simak jawabannya!

7 Pertimbangan dalam Merancang Open Plan Offices

Merancang-Open-Plan-Offices1

Foto: Unsplash.com

 

Bergesernya tren dari layout kantor tradisional atau tertutup ke tata ruang kantor terbuka, telah dikaji oleh berbagai disiplin ilmu.

 

Mulai dari disiplin ilmu arsitektur, ilmu desain, engineering, ilmu kesehatan, hingga ilmu psikologi.

 

Pengertian tata ruang kantor terbuka sendiri adalah kantor yang di dalamnya tidak terdapat sekat atau pembatas antar ruang, antar tim, maupun antar karyawan.

 

Kantor pun menjadi lebih hemat ruang, sebab sebagian besar karyawan ditempatkan di satu ruang yang sama.

 

Biasanya layout kantor terbuka dipengaruhi oleh kehadiran mesin-mesin kantor, serta peralatan dan perlengkapan kerja.

 

Ketiadaan sekat atau pembatas antar ruang membuat penempatan benda-benda tersebut harus sangat berhati-hati. 

 

Selain itu, supaya tata ruang kantor terbuka terasa nyaman, ada beberapa faktor yang wajib diperhatikan, seperti berikut ini. 

Cahaya

Faktor Pencahayaan yang Tepat

Foto: dezeen

 

Seperti layout kantor tertutup, layout terbuka pun harus memiliki sistem pencahayaan alami dan buatan yang baik.

 

Baik di sini artinya cukup terang, tidak menyilaukan mata, tidak ada ketajaman kontras, menyebar rata dan tidak menimbulkan bayangan. 

Warna

Pilih Warna Berdasarkan Sisi Psikologis

 

Faktor selanjutnya adalah warna, sebab faktor yang satu ini sangat memengaruhi kondisi emosional karyawan.

 

Sebaiknya, layout kantor terbuka didominasi oleh warna kuning, biru atau hijau, yang melambangkan kehangatan, ketenangan serta keselarasan.

Udara

 

Faktor ini berpengaruh terhadap daya tahan tubuh karyawan selama bekerja. Sistem udara yang buruk bisa membuat karyawan mudah lelah.

 

Karena itu, penting untuk memperhatikan faktor udara pada layout kantor terbuka, apalagi di sini satu ruang ditempati oleh banyak karyawan.

Suara

 

Kebisingan lebih rentan terjadi pada kantor yang dirancang dengan konsep open space. Akibatnya, karyawan sulit berkonsentrasi.

 

Untuk meredam kebisingan tersebut, open plan offices sebaiknya menggunakan interior kayu atau karpet yang mampu meredam suara.

 

Jika memungkinkan, sebaiknya rancang tata letak kantor terbuka dengan menambahkan ruang terpisah yang memiliki peredam suara tingkat tinggi.

 

Baca juga:

Desain Kantor Minimalis yang Nyaman agar Jadi Lebih Produktif

Privasi

Kelola Visibilitas

Foto: selectinteriors

 

Dinding dan partisi kaca membiarkan cahaya matahari menembus lebih dalam ke inti bangunan, tetapi juga mengurangi privasi kita. 

 

Saat sedang meeting bersama client penting, hiruk-pikuk aktivitas di luar ruangan biasanya membuat kita gugup bahkan terganggu.

 

Untuk mengakalinya, tambahkan stiker buram atau grafik pada dinding untuk memudarkan visual secara langsung.

Budaya

 

Pemilihan ruang kantor terbuka atau tertutup sangat tergantung pada budaya perusahaan yang sudah, sedang dan akan dibentuk.

 

Layout kantor terbuka sendiri sangat cocok untuk budaya perusahaan yang penuh semangat, kreatif, inovatif dan dinamis.

 

Itu dia sekilas tentang open plan offices dan faktor-faktor yang wajib diperhatikan ketika merancangnya.

 

Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan layout kantor terbuka yang perlu menjadi bahan pertimbangan? Berikut rangkumannya.

Kelebihan Tata Ruang Kantor Terbuka

Kelebihan-Tata-Ruang-Kantor-Terbuka1

Foto: Pexels 

 

- Pembagian ruang lebih efisien.

 

- Komunikasi dan koordinasi menjadi lebih mudah.

 

- Memudahkan pengawasan.

 

- Memudahkan kerja sama tim.

 

- Lebih mudah dirawat.

 

- Lebih fleksibel untuk ditata ulang.

Kekurangan Layout Kantor Terbuka

 

- Lebih gaduh dan berisik.

 

- Konsentrasi karyawan akan lebih mudah terganggu.

 

- Tidak ada privasi antar karyawan.

 

- Lebih rawan penyebaran penyakit.

 

- Fasilitas harus dipakai bersama-sama, sehingga lebih rentan menimbulkan perdebatan.

 

- Lebih mudah berantakan.

Contoh Tata Ruang Kantor dengan Desain Terbuka

 

Setelah membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menata area kantor serta kelebihan dan kekurangannya.

 

Berikut ini kami berikan beberapa contoh layout dari ruang kantor terbuka, di antaranya:

Layout Ruang Kerja Terbuka dengan Tim

Layout Ruang Kerja Terbuka dengan Tim

Foto: RoomSketcher

 

Salah satu contoh layout terbaik untuk membuat ruang kerja terbuka, ialah coworking  space.

 

Ruang kerja bersama ini menerapkan tata letak yang cukup detail dan memungkinkan penyewa mengakses semua aspek kantor, mulai dari pantry, cubicle hub, hingga area komunal.

 

Setiap rancangannya pun dibuat sangat modern dengan fasilitas yang lengkap dan mampu memenuhi segala kebutuhan perusahaan.

Desain Ruang Kantor Linier

Desain Ruang Kantor Linier

Foto: officesnapshots

 

Gambar di atas merupakan konsep layout linier. Pembagian letak antar divisi pun hanya dipisah dengan jarak antar meja.

 

Selain lebih hemat tempat, koordinasi antar tim pun makin mudah dan cepat berkat konsep interior kantor semacam ini.

 

Namun dalam keadaan riuh atau ramai, model tata ruang kantor semacam ini dapat memengaruhi konsentrasi pegawai.

Desain Kantor Terbuka dengan Ruang Meeting Bertingkat

Desain Kantor Terbuka dengan Ruang Meeting Bertingkat

Foto: officesnapshots

 

Jika biasanya ruang meeting sejajar dengan area kerja, layout kali ini membuat area pertemuan tersebut berada di posisi lebih tinggi.

 

Hal ini memungkinkan area tersebut memiliki privasi lebih, bebas gangguan dan hilir-mudik karyawan.

 

Untuk meminimalisir suara bising, sebaiknya ruang pertemuan dibuat dengan partisi kedap suara.

 

Nah, untuk merancang tata ruang kantor terbuka yang sesuai standar dan ideal, tentu harus diawali dengan pemilihan properti yang tepat.

 

Bagaimana, Anda sudah mempunyai pilihan properti untuk disulap menjadi open plan offices? Atau, masih mencarinya?

 

Bagi yang masih mencari, kami mempunyai banyak referensi yang bisa ditemukan di laman sewa kantor atau jual kantor Rumah123.

 

Di situs ini, Anda juga bisa menemukan rekomendasi small office home office (SOHO) yang nyaman untuk dijadikan kantor kecil, seperti:

 

- SOHO Pancoran

 

- SOHO @ Podomoro City Apartment

 

- SOHO Meikarta

 

Tentunya, properti yang direkomendasikan di atas mampu memberikan nilai lebih untuk Anda, terutama dari segi investasi.

 

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

7 Desain Kantor Unik untuk Suasana Kerja Lebih Kreatif dan Produktif

 

 

Author:

Miyanti Rahman