OK

Penjelasan Lengkap Terkait Perbedaan PPAT dan Notaris

Penjelasan Lengkap Perbedaan PPAT dan Notaris di Indonesia

Meskipun sering dianggap sama, namun notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah memiliki tugas yang cukup berbeda.

Kedua profesi ini banyak disalahartikan, terutama saat masyarakat hendak melakukan jual beli properti seperti jual rumah atau jual tanah.

Ya, kedua profesi tersebut memang dibutuhkan pada saat melakukan klaim hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.

Namun, jika dipahami lebih mendalam, kedua pekerjaan itu berbeda dari banyak segi, baik dasar hukum, kode etik, hingga cara kerja.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai kedua profesi tersebut, berikut perbedaannya.

Pengertian PPAT

PPAT Adalah

Dilansir dari Wikipedia, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah Pejabat Umum yang berwenang untuk membuat akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu, seperti hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.

Selain itu ada pula istilah PPAT Sementara dan Khusus.

-. Sementara adalah Pejabat Pemerintah yang ditunjuk dengan salah satu kewenangannya untuk membuat akta di daerah yang belum memiliki PPAT.

-. Khusus adalah Pejabat Badan Pertahanan Nasional yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas dengan cara membuat akta tertentu dalam rangka pelaksanaan program atau tugas pemerintah.

Notaris Adalah…

Notaris Adalah

Notaris adalah sebutan profesi untuk seseorang yang telah mendapatkan pendidikan hukum yang dilisensi oleh pemerintah.

Orang ini biasanya bertugas melakukan hal-hal atau praktik hukum, khususnya sebagai saksi penandatanganan pada dokumen.

Baca juga:

Akta Notaris Tanah dan Perbedaannya dengan Akta PPAT

Perbedaan Notaris dan PPAT di Indonesia

Perbedaan Notaris dan PPAT di Indonesia

Seperti yang telah disebutkan, perbedaan keduanya bisa kita identifikasi berdasarkan hukum, kode etik, kewenangan, hingga cara kerjanya. Supaya jelas, simak uraiannya di bawah ini!

Perbedaan Dasar Hukum

Perbedaan Dasar Hukum Notaris dan PPAT

Profesi notaris diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Ham No. 62 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 25 Tahun 2014.

Hal tersebut membahas tentang syarat dan tata cara pengangkatan, perpindahan, pemberhentian dan perpanjangan masa jabatan notaris.

Sedangkan hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah merujuk pada PP 24/2016 tentang syarat pengangkatan, larangan dan lingkup kewenangan dalam menjalankan profesinya.

Kode Etik

Kode Etik Notaris dan PPAT

Dari segi kode etik, kedua profesi ini memiliki perbedaan ketika hendak menjalankan perannya.

Kode etik notaris memiliki dasar hukum yang diatur dalam Pasal 1 Ayat 2.

Sedangkan kode etik Pejabat Pembuat Akta Tanah diatur dalam Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 112/KEP-4.1/IV/2017 tentang Pengesahan Kode Etik Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Selain itu, kode etik ini mengatur tentang kewajiban dalam menjalankan pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan Kewenangan

Perbedaan Kewenangan Notaris dan PPAT

Agar lebih jelas lagi, berikut rincian perbedaan kewenangan antara keduanya.

Notaris berwenang untuk:

– Mengesahkan tandatangan dan menetapkan tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus (legalisasi).

– Membuat akta otentik tentang perjanjian dan ketetapan-ketetapan.

– Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta.

– Membuat akta jual beli dan sertifikat tanah.

– Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus.

PPAT berwenang untuk:

– Mengurus jual beli pertanahan.

– Melakukan pembagian hak bersama.

– Pemberian Hak Guna atau Hak Pakai atas Tanah Hak Milik.

– Pemberian Hak Tanggungan dan Pemberian Kuasa.

Perbedaan Cara Kerja

Cara kerja notaris telah diatur berdasarkan Pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Jabatan Notaris, yakni sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan atau yang dikehendaki oleh pihak yang berkepentingan.

Tugas notaris sendiri adalah menjamin kepastian tanggal pembuatan akta, menyimpan akta, memberikan grosse dan salinan, serta kutipan akta.

Sementara itu, kerja Pejabat Pembuat Akta Tanah adalah fokus melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah dalam membuat akta, sebagai bukti dilakukannya perbuatan hukum tertentu untuk hak atas tanah dan Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.

Sedikit menyinggung biaya, tarif PPAT dipengaruhi banyak faktor, sehingga di tiap daerah bisa berbeda, salah satunya dilihat dari tempat kedudukannya, yang di kota besar akan memiliki tarif lebih mahal daripada kota kecil.

Baca juga:

Rincian Biaya Notaris Jual Beli Rumah

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Penuhi kebutuhan properti hanya melalui Rumah123. Banyak pilihan rumah dijual menarik untuk Anda.

Tertarik membeli rumah dijual di Jakarta? CitraGarden City bisa menjadi opsi menarik.

Author:

Rachmi Arin Timomor

Rekomendasi Properti