Pengertian dan Skema Perhitungan Bunga Floating yang Perlu Diketahui

Bunga Floating KPR

 

Jika Anda ingin membeli rumah menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya simak dulu penjelasan mengenai bunga floating berikut ini.

 

Saat ini, masyarakat Indonesia bisa memiliki rumah dengan mudah karena pembeliannya dilakukan secara kredit.

 

Meskipun pembayarannya dilakukan dengan mencicil dan membuat harga rumah jadi lebih mahal, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat dalam melakukan pengajuan KPR ke bank.

 

Saat membeli rumah dengan KPR, terdapat beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu. Salah satunya tentang skema bunga, sebab biasanya akan meningkat setiap tahunnya. 

 

Suku bunga KPR di Indonesia secara umum terbagi menjadi dua, yakni bunga fixed dan floating. 

 

Lalu, apa perbedaanya? Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Bunga Floating KPR?

Apa-Itu-Bunga-Floating-KPR1

 

Bunga floating adalah jenis suku bunga yang digunakan oleh bank untuk perhitungan pinjaman kredit.

 

Pinjaman kredit yang dimaksud adalah kredit berupa rumah, toko, atau apartemen – dikenal juga sebagai KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). 

 

Berbeda dengan metode lainnya, perhitungan bunga floating biasanya tidak tetap. Ini tergantung pada suku bunga Bank Indonesia (BI), pasar, atau kebijakan bank KPR itu sendiri.

 

Tentunya jika suku bunga BI naik, maka bunga KPR pun ikut naik dan membuat cicilan rumah lebih besar. 

 

Begitupun sebaliknya, jika suku bunga turun maka bunga dan cicilan KPR juga akan ikut turun. 

 

Nah sebagai gambaran, misalnya Anda mencicil sebuah rumah selama 15 tahun. Di tahun pertama KPR, cicilannya hanya Rp1,5 juta per bulan dengan suku bunga 10%. 

 

Tapi, dikarenakan ada kenaikan suku bunga BI sebesar 12%, maka cicilan KPR ikut naik menjadi Rp1,7 juta per bulan pada tahun ketiga.

 

Baca juga:

Begini Cara Menghitung Bunga KPR Berdasarkan Jenisnya

Apa Itu Bunga Fixed KPR?

Apa Itu Bunga Fixed KPR

 

Berbeda dengan floating, suku bunga fixed adalah suku bunga yang dipatok pada nilai tertentu dan tidak berubah hingga tenor selesai.

 

Misalnya jika Anda mendapatkan besaran cicilan per bulan Rp5 juta dan bunganya Rp2 juta, maka sepanjang bunga fixed itu berjalan besaran bunganya tetap Rp2 juta.

 

Nah pada contoh di atas, maka dapat disimpulkan konsep bunga fixed berbeda dengan bunga floating.

 

Sistem bunga fixed pun sangat cocok bagi mereka yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya dan tidak ingin mengambil risiko.

Keunggulan Bunga Floating dan Fixed

Keunggulan Bunga Floating dan Fixed

 

Sebenarnya baik bunga floating atau fixed, keduanya memiliki keunggulannya masing-masing.

 

Bunga fixed jelas menguntungkan nasabah, sebab memberikan kepastian besaran cicilan di setiap bulannya. 

 

Dengan begitu, nasabah bisa menyiapkan dana dan mengatur keuangan dengan lebih mudah.

 

Sedangkan dengan bunga floating, cicilan kredit Anda bisa saja berkurang apabila terjadi penurunan suku bunga KPR.

Skema Perhitungan Bunga Floating KPR

Skema Perhitungan Bunga Floating KPR

 

Nah setelah mengetahui perbedaan floating rate dan fixed, berikut skema perhitungan bunga floating yang dapat dijadikan referensi.

 

Sejauh ini terdapat dua skema floating rate, yakni menggunakan skema efektif maupun anuitas.

 

Skema efektif menerapkan perhitungan bunga berdasarkan saldo pinjaman dan juga suku bunga KPR.

 

Sedangkan skema anuitas adalah skema perhitungan yang digunakan oleh bank-bank di Indonesia, untuk memudahkan nasabah membayar angsuran tiap periode. 

 

Baik skema efektif dan anuitas, keduanya memiliki total angsuran yang tidak mengalami perubahan. Namun bukan berarti keduanya serupa dengan skema fixed.

 

Lalu, berapa besaran bunga KPR di tahun 2022? BI memperkirakan suku bunga KPR dan KPA pada kuartal I tahun ini sebesar Rp9,98%.

 

Jika Anda hendak mengajukan cicilan rumah, sebaiknya perhatikan perhitungan floating rate pada masing-masing bank terlebih dahulu.

 

Itulah informasi mengenai bunga floating KPR. Jangan lupa, penuhi kebutuhan properti Anda hanya melalui Rumah123.

 

Terdapat banyak pilihan rumah yang direkomendasikan di situs kami, di antaranya Bukit Podomoro Jakarta, Kota Taman Sunggal, dan Podomoro River View.

Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat, ya.

Baca juga:

Mengenal Floating Rate KPR dalam Kredit Pembelian Rumah

 

 

Author:

Rachmi Arin Timomor