Cicilan Rumah Ideal, Bahan Pertimbangan dan Cara Mengajukannya

cicilan rumah


Sebagai akibat dari tingginya harga rumah, hanya segelintir orang saja yang mampu membeli rumah secara kontan.


Sementara sebagian besar masyarakat harus mencari cara lain untuk membeli kebutuhan primer ini.


Selain membayar kontan, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk membeli rumah yaitu melalui sistem kredit.


Dengan sistem kredit, pembeli rumah tidak perlu menyiapkan dana yang terlalu besar, apalagi jika membeli rumah subsidi.


Namun yang perlu digarisbawahi apabila membeli rumah melalui sistem kredit, yaitu cicilan rumah ideal.


Ideal di sana berarti tidak akan memberatkan, baik dari segi tenor alias jangka waktu cicilan maupun jumlah angsuran.


Selain itu, cicilan rumah ideal juga harus sesuai dengan jumlah pemasukan dan pengeluaran lainnya.


Mempunyai cicilan rumah memang bukan sesuatu yang ringan. Namun, hal ini bukan alasan untuk menghindarinya.


Alasan Tidak Perlu Takut Mempunyai Cicilan Rumah


Banyak alasan masuk akal mengapa kamu tidak perlu takut mempunyai cicilan rumah.


Kamu bahkan disarankan untuk membeli rumah, baik secara kontan atau melalui sistem kredit sejak dini.


Apabila ditunda-tunda justru akan berbahaya, ditambah lagi rumah adalah kebutuhan esensial untuk membangun keluarga.


Bayangkan jika tidak ada rumah, orang tua pasti akan kesulitan mendidik anaknya dan si anak akan kesulitan dalam belajar.


Berikut tiga alasan mengapa kamu tidak perlu takut mempunyai cicilan rumah. Silahkan disimak!


Harga Properti Selalu Naik


Hal yang harus selalu dicamkan dalam pikiran adalah harga properti selalu naik. Jadi, kamu tidak akan pernah rugi apabila membeli rumah.


Dewasa ini, lonjakan harga properti bahkan sangat tinggi, baik rumah tapak, rumah toko (ruko) maupun apartemen.


Apalagi jika kamu membeli rumah tapak di titik lokasi yang strategis, beberapa tahun ke depan harganya pasti baik berkali lipat.


Bagaimana, menggiurkan bukan? Alasan yang pertama ini menjadi alasan kuat mengapa kamu tidak perlu takut.


Bentuk Investasi Jangka Panjang


Sudah bukan rahasia lagi bahwa properti residensial berupa rumah tapak merupakan aset investasi menggiurkan.


Meskipun sifatnya tidak likuid, investasi rumah menawarkan peluang investasi yang cukup menjanjikan.


Selain itu, rumah yang tidak ditinggali pun bisa menjadi sumber penghasilan pasif.


Pasalnya, rumah bisa disewakan, dikontrakan, atau dibuat homestay untuk akomodasi liburan para pelancong.


Pembuktian Diri


Tidak bisa dipungkiri, alasan ini memang agak sedikit berlebihan. Namun, bisa menjadi motivasi menarik untuk membeli rumah.


Pasalnya, mempunyai rumah bisa menjadi simbol bahwa kamu sudah dewasa dan mapan.


Dengan membeli rumah sejak dini, kamu bisa mempersiapkan masa depan dan keluarga lebih baik.


Selain itu, bisa terhindar dari konflik keluarga, karena tidak perlu tinggal satu atap dengan mertua.


Itu dia tiga alasan paling masuk akal mengapa kamu tidak perlu takut mempunyai cicilan rumah.


Bagaimana, kamu berani mengambil cicilan rumah dari sekarang? Jika ya, maka jangan lupa mempertimbangkan hal di bawah ini.


Bahan Pertimbangan saat Mengambil Cicilan Rumah


menyicil rumah


Setidaknya ada lima bahan pertimbangan saat mengambil cicilan rumah. Apa saja? Berikut jawabannya.


Rencana Jangka Panjang


Jika ingin membeli rumah melalui sistem kredit, maka harus diselaraskan dengan rencana jangka panjang.


Misalnya rencanamu 15 tahun ke depan adalah membeli rumah kedua, maka kredit rumah saat ini tenornya jangan lebih dari 10 tahun.


Contoh lainya yaitu beberapa tahun ke depan kamu berencana untuk berhenti menjadi karyawan dan fokus usaha sendiri.


Maka harus mempunyai kondisi finansial yang stabil. Jadi, cicilan rumah sebaiknya lunas sebelum kamu keluar/pensiun dari kantor.


Usia pada saat Mengambil Cicilan Rumah


Usia pada saat mengambil cicilan rumah adalah hal krusial yang wajib menjadi bahan perhatian.


Pasalnya, setiap lembaga pemberi kredit, baik bank maupun lembaga pembiayaan lainnya punya syarat khusus soal usia.


Jika mengambil cicilan rumah dari bank, maka usia maksimal biasanya di angka 55 hingga 65 tahun.


Berarti kamu sebaiknya mengambil cicilan pada usia 20 tahunan agar tidak masalah apabila kredit dengan tenor panjang.


Jumlah Pemasukkan


Setiap orang yang membeli rumah melalui sistem kredit, pasti ingin cicilan rumahnya cepat lunas.


Sayangnya, kondisi finansial sering kali tidak mendukung ke arah sana sehingga mengambil cicilan rumah dengan tenor panjang.


Kendati demikian, tenor panjang tentu bukan masalah apabila jumlah pemasukan memang belum memungkinkan.


Tenor pendek dengan jumlah angsuran besar justru berpotensi menyengsarakan apabila pemasukan tidak banyak.


Jumlah Cicilan Lain


Seandainya kamu mempunyai pemasukkan cukup besar, tidak serta-merta bisa mengambil cicilan rumah dengan tenor pendek.


Cicilan lain di luar cicilan rumah pun harus masuk perhitungan. Idealnya, jumlah seluruh cicilan tidak lebih dari 30% pemasukkan.


Hitung baik-baik jumlah cicilan yang sedang berjalan dan estimasi cicilan rumah yang mampu kamu bayar.


Nah,
untuk mengetahui estimasi cicilan rumah, kamu bisa menggunakan kalkulator dari rumah123.com.


Cara Mengambil Cicilan Rumah


cara mengambil cicilan rumah


Cara mengambil cicilan rumah bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau tanpa KPR.


Bagaimana caranya? Simak dalam penjelasan singkat cara mengambil cicilan rumah berikut ini.


Melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR)


Langkah pertama membeli rumah dengan sistem kredit KPR, yaitu menemukan rumah yang bisa dibeli secara kredit.


Kamu bisa menemukannya secara offline maupun online, seperti di situs jual beli properti rumah123.com.


Lalu cari informasi rumah tersebut selengkap-lengkapnya. Jika sudah klik, maka bisa dilanjutkan dengan survei langsung.


Siapkan uang muka alias down payment (DP), kemudian ajukan kredit ke bank penyedia KPR.


Adapun ketentuan umum dan syarat dokumen KPR secara umum yang harus kamu siapkan, di antaranya sebagai berikut.


Ketentuan Umum

- Pemohon merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.

- Pemohon berusia minimal 21 tahun.

- Pemohon memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (profesional/wiraswasta).


Syarat Dokumen

- Fotokopi kartu identitas bisa berupa KTP, Paspor, KITAS, atau KITAP.

- Slip gaji bulan terakhir/surat keterangan gaji.

- Fotokopi rekening koran.

- Fotokopi surat izin praktek untuk profesional.

- Fotokopi akte perusahaan atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

- Fotokopi tagihan bulanan kartu kredit 1 bulan terakhir.

- Fotokopi kartu kredit


Baca juga: 
Tips Lolos KPR untuk Pencari Rumah Impian


Tanpa KPR


Selain dengan sistem kredit KPR, mengambil cicilan rumah bisa dilakukan dengan cara lain tanpa KPR. Contohnya, yaitu sebagai berikut.

- Mengambil cicilan rumah langsung kepada developer yang mengembangkan perumahan.

- Mengambil cicilan dengan proses cash keras (tunai).

- Mengambil cicilan rumah dengan skema pembelian secara bertahap pada developer.

- Mengambil cicilan rumah melalui KPR Syariah DP 0%.

- Menjadi agen atau sales perumahan.


Namun sayangnya, cara mengambil cicilan rumah tanpa KPR seperti di atas bisa dibilang kurang aman dan terlalu berisiko.


Jadi disarankan untuk mengambil cicilan rumah dengan sistem kredit KPR saja, karena lebih terjamin keamanannya.


Itulah sekelumit tentang cara menentukan cicilan rumah ideal untuk kamu yang ingin membeli rumah.


Ingat, jangan lupakan beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan dan cara mengajukannya, pilih yang terbaik dan paling aman.


Author: Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar