Alasan dan Pertimbangan Mengajukan Cicilan Rumah

cicilan rumah

 

Membeli hunian, baik itu beli rumah atau apartemen, secara kontan memang jadi tantangan bagi sebagian orang khususnya para pekerja kantoran maupun wiraswasta. 

 

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk membeli rumah idaman adalah dengan mencicilnya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

 

Dengan sistem KPR, pembeli rumah tidak perlu menyiapkan dana yang terlalu besar, apalagi jika membeli rumah subsidi seperti Griya Bukit Intan dan The Valley Of Esma.

 

Namun perlu dipastikan kalau cicilan Anda tidak memberatkan baik dari jangka waktu maupun jumlah angsurannya.

 

Selain itu, membayar angsuran rumah yang ideal juga harus sesuai dengan jumlah pemasukan serta pengeluaran Anda. 

 

Memiliki angsuran atau cicilan untuk rumah memang bukan sesuatu yang mudah, namun juga bukan alasan untuk menghindarinya. Berikut beberapa pertimbangan dan cara mengajukannya.

3 Alasan Mengapa Cicilan Rumah Wajib Anda Pilih

 

Sejujurnya, ada banyak alasan masuk akal mengapa Anda tidak perlu takut mempunyai cicilan.  

 

Bahkan Anda disarankan untuk segera punya rumah, baik secara kontan atau melalui sistem kredit sejak dini.

 

Jangan menunda, karena hunian adalah kebutuhan esensial dan harganya terus naik dari waktu ke waktu.  

 

Agar makin yakin, berikut tiga alasannya. Silakan disimak!

Harga Properti yang Selalu Naik

Harga Properti yang Selalu Naik

 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hal yang perlu dicamkan dalam pikiran Anda adalah harga properti yang selalu naik.  

 

Jadi, Anda tidak akan pernah rugi apabila membeli rumah saat ini dan menjualnya di masa mendatang.  

 

Dewasa ini, lonjakan harga properti bahkan sangat tinggi, baik itu rumah tapak, rumah toko (ruko) maupun apartemen.  

 

Apalagi kalau Anda membelinya di lokasi yang strategis, Beberapa tahun ke depan harganya pasti akan naik berkali lipat.  

 

Bagaimana, menggiurkan bukan? Alasan ini seharusnya sudah cukup menjelaskan mengapa Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk mencicil rumah.

Dapat Menjadi Investasi Jangka Panjang

Dapat Menjadi Investasi Jangka Panjang

 

Sudah bukan rahasia lagi kalau properti residensial berupa rumah tapak merupakan aset investasi menggiurkan.  

 

Meskipun sifatnya tidak likuid, investasi rumah menawarkan peluang yang cukup menjanjikan.  

 

Selain itu, rumah yang tidak ditinggali pun bisa menjadi sumber penghasilan pasif.  

 

Pasalnya, rumah tersebut bisa disewakan, dikontrakkan atau bahkan dibuat homestay untuk akomodasi liburan para pelancong.

Bentuk Pembuktian Diri

Bentuk Pembuktian Diri

Foto: freepik  

 

Alasan ini memang agak sedikit berlebihan, namun bisa menjadi motivasi menarik untuk membeli rumah idaman Anda.  

 

Pasalnya memiliki rumah sendiri bisa menjadi tanda kalau Anda sudah mapan, serta sedang mempersiapkan masa depan yang lebih baik.  

 

Selain itu, Anda juga bisa terhindar dari konflik keluarga karena tidak perlu tinggal satu atap dengan keluarga atau mertua.  

 

Nah, itu dia tiga alasan paling masuk akal mengapa Anda tidak perlu takut untuk mencicil rumah.  

 

Baca juga:

Jangan Buru-Buru, Cek Dulu 6 Biaya Ini sebelum Mengambil Promo KPR

6 Pertimbangan saat Mengambil Cicilan Rumah

mengambil-cicilan-rumah

 

Setidaknya, ada enam faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Rencana Jangka Panjang

Rencana Jangka Panjang

 

Jika ingin membeli rumah melalui sistem kredit atau KPR, pertama-tama Anda harus memasukkannya ke dalam rencana jangka panjang.  

 

Misalnya rencana Anda 15 tahun ke depan adalah membeli rumah kedua, maka KPR saat ini tenornya jangan lebih dari 10 tahun.  

 

Contoh lainnya ialah, beberapa tahun ke depan Anda berencana untuk berhenti menjadi karyawan dan fokus merintis usaha sendiri.  

 

Maka, Anda harus mempunyai kondisi finansial yang stabil. Sebaiknya lunasi sebelum Anda resign dari kantor.

Ketahui Batas Usia saat Mengambil Cicilan

Ketahui Batas Usia saat Mengambil Cicilan Rumah

 

Usia juga wajib jadi bahan pertimbangan ketika memutuskan untuk mencicil rumah.  

 

Pasalnya setiap lembaga pemberi kredit, baik bank maupun lembaga keuangan lain punya syarat khusus soal batas usia maksimal, biasanya di angka 55 hingga 65 tahun.  

 

Artinya Anda sebaiknya mengambil cicilan di kisaran usia 20 tahun, agar bisa mengambil kredit dengan tenor lebih panjang.

Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial

Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial

 

Setiap orang yang membeli rumah melalui sistem kredit pasti ingin cicilannya cepat lunas.  

 

Sayangnya kondisi finansial sering kali tidak mendukung, sehingga mengambil cicilan dengan tenor panjang menjadi hal paling realistis untuk dilakukan.  

 

Tenor panjang sebenarnya tidak menjadi masalah, apabila jumlah pemasukan atau gaji saat ini memang belum memungkinkan.  

 

Tenor pendek dengan jumlah angsuran besar justru berpotensi untuk menyulitkan Anda, terlebih jika pemasukan terhitung tidak banyak.

Menemukan Program KPR yang Tepat

Menemukan Program KPR yang Tepat

Foto: mandiri  

 

Program KPR yang tepat dapat menjadi pertimbangan penting sebelum membeli rumah.  

 

Carilah cicilan KPR yang ideal dan sesuai dengan kemampuan finansial.  

 

Jangan sampai asal dalam mengambil program KPR, karena jika salah memilih justru akan memberatkan keuangan.  

 

Baca juga:

Sebelum Membeli, Hitung Biaya Cicilan Rumah Subsidi Berikut Ini

Hitung Jumlah Cicilan Lain

Hitung Jumlah Cicilan Lain

 

Jikapun Anda memiliki pemasukkan cukup besar, bukan berarti bisa mengambil cicilan dengan tenor pendek.  

 

Tanggungan lain di luar cicilan harus masuk perhitungan. Idealnya, jumlah seluruh cicilan tidak lebih dari 30% pemasukan bulanan.  

 

Tentunya angka ini di luar pengeluaran lain di bulan yang sama. Jadi, hitung baik-baik jumlah cicilan yang sedang berjalan dan estimasi cicilan untuk rumah yang mampu Anda bayar.

 

Nah untuk mengetahui estimasi cicilan, Anda bisa menggunakan kalkulator KPR dari Rumah123.

Cara Mengambil Cicilan Rumah

cara-mengambil-cicilan-rumah  

 

Mencicil rumah bisa dilakukan dengan dua hal, yaitu melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau tanpa KPR.  

 

Apa saja perbedaan dan bagaimana cara untuk mengambilnya? Simak penjelasan berikut ini!

Melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

 

Langkah pertama membeli rumah dengan sistem kredit KPR adalah menemukan rumah yang bisa dibeli secara kredit.  

 

Anda bisa menemukannya secara offline maupun online seperti di situs jual beli properti rumah123.  

 

Di sini, ada banyak pilihan perumahan baru yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, baik dari segi harga, lokasi hingga fasilitas, seperti:  

 

- Kaze Living  

 

- Grahayana  

 

- Prive Hills Residence  

 

Pertama, cari informasi tentang rumah tersebut selengkap-lengkapnya. Jika sudah cocok, maka bisa dilanjutkan dengan survei rumah.  

 

Siapkan DP rumah, kemudian ajukan kredit cicilan KPR yang ideal ke lembaga keuangan penyedia KPR, misalnya Bank Tabungan Negara Persero Tbk.  

 

Adapun ketentuan umum dan syarat dokumen KPR yang harus Anda siapkan adalah:

Ketentuan Umum

 

Pemohon merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia

 

Pemohon berusia minimal 21 tahun

 

Pemohon memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (profesional/wiraswasta)

Syarat Dokumen

 

Fotokopi kartu identitas bisa berupa KTP, Paspor, KITAS, atau KITAP

 

Slip gaji bulan terakhir/surat keterangan gaji

 

Fotokopi rekening koran

 

Fotokopi surat izin praktek untuk profesional

 

Fotokopi akte perusahaan atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

 

Fotokopi tagihan bulanan kartu kredit 1 bulan terakhir

 

Fotokopi kartu kredit

 

Selain mudah, terdapat pula beberapa potongan bagi Anda yang tertarik untuk mencicil rumah.

 

Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) telah memberlakukan relaksasi rasio loan to value/financing to value atau LTV/ FTV untuk kredit pembiayaan properti

 

Dengan rasio ini, para calon pembeli rumah lewat cicilan bisa membeli properti tanpa membayar uang muka alias down payment (DP) 0 persen.

 

Kita ambil contoh angsuran rumah sebesar Rp400 juta dengan KPR tenor 20 tahun dan DP 0 persen.

 

Untuk menebusnya, Anda harus membayar cicilan per bulan sebesar Rp 3.468.700 pada 12 bulan pertama, sebab dalam kurun waktu ini masih berlaku suku bunga tetap sebesar 8,29 persen.

 

Sedangkan pada bulan ke 13 dan seterusnya cicilan akan naik menjadi Rp 4.841.300 per bulan sesuai suku bunga yang berlaku.

 

Angka ini di luar Biaya Bank Rp 9.500.000 yang terdiri dari Appraisal Rp 1.500.000, Administrasi Rp 0, Proses Rp 0, Provisi Rp 4.000.000, dan Asuransi Rp 4.000.000.

 

Juga di luar Biaya Notaris sebesar Rp 20.000.000 yang mencakup Akte Jual Beli Rp sebesar 4.000.000, Bea Balik Nama Rp 4.000.000, Akta SKMHT Rp 2.000.000, Akta APHT Rp 4.000.000, Perjanjian HT Rp 4.000.000, Cek Sertifikat ZNT, PNBP HT Rp 2.000.000.

 

Jadi, pada pembayaran pertama Anda harus membayar angsuran pertama, total biaya bank serta total biaya notaris yang di dalamnya termasuk Akte Jual Beli dan Bea Balik Nama sebesar Rp 32.968.700.

Cicilan Rumah Tanpa KPR

 

Selain melalui pengajuan KPR, mengambil cicilan untuk rumah juga bisa dilakukan dengan cara tanpa KPR. Contohnya sebagai berikut:

Tanpa KPR

 

Selain dengan sistem kredit KPR, mengambil cicilan juga bisa dilakukan dengan cara tanpa KPR. Contohnya sebagai berikut:  

 

- Mengambil cicilan langsung ke developer yang mengembangkan perumahan

 

- Mengambil cicilan dengan proses cash keras

 

- Mengambil cicilan  dengan skema pembelian secara bertahap pada developer

 

- Mengambil cicilan KPR Syariah DP 0%

 

- Mencoba jadi agen properti atau sales perumahan  

 

Cicilan tanpa KPR bisa dibilang bukan pilihan yang banyak diambil, jika dibandingkan melalui KPR.  

 

Semoga informasi ini bisa membantu, ya!  

 

Baca juga:

Keuntungan hingga Cara Mudah Mengajukan Cicilan ke Developer!  

 

 

Author:

 

Miyanti Rahman