OK

Panduan Perhitungan Bunga Anuitas serta Simulasinya

28 September 2022 · 3 min read · by Septian Nugraha

Perhitungan Bunga Anuitas (Cover)

Anuitas, merupakan salah satu jenis suku bunga bank yang lazim diterapkan dalam sistem pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Dinukil dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, anuitas adalah metode perhitungan bunga yang mengatur jumlah angsuran pokok, ditambah angsuran bunga yang dibayar agar sama setiap bulannya. 

Karena itu, dalam perhitungan bunga anuitas, alokasi pembayaran bunga di awal kredit porsinya akan sangat besar dari angsuran pokok. 

Akan tetapi, situasi akan berubah pada masa akhir kredit. Alokasi pembayaran pokok pinjaman porsinya akan lebih besar dari bunga.

Meski begitu, skema pembayaran kredit dengan bunga anuitas mirip dengan suku bunga tetap (fixed).

Sehingga, debitur yang menggunakan jenis suku bunga ini akan membayar angsuran dengan jumlah tetap hingga akhir masa kredit.

Selain KPR, bunga anuitas pun biasa digunakan pada jenis kredit berjangka waktu panjang lainnya, seperti kredit investasi. 

Rumus Perhitungan Bunga Anuitas

Rumus yang digunakan dalam perhitungan bunga anuitas sama dengan rumus perhitungan bunga efektif; Bunga = SP x i x (30/360)

Keterangan: 

  • SP = saldo pokok pinjaman pada bulan sebelumnya. 
  • I = suku bunga per tahun. 
  • 30 =  jumlah hari dalam sebulan. 
  • 360 = jumlah hari dalam setahun. 

Kendati demikian, untuk mendapatkan nilai yang sesuai, rumus tersebut dikembangkan lagi menjadi; P X (i/12) /( (1-(1+(i/12))^(-t)

Keterangan: 

  • P = pokok pinjaman.
  • i = suku bunga. 
  • t = periode kredit dalam satuan bulan.

Baca juga:

Begini Cara Menghitung Bunga KPR Berdasarkan Jenisnya

Simulasi Perhitungan Bunga Anuitas 

Simulasi Perhitungan Bunga Anuitas

Iman hendak mengajukan pinjaman KPR ke bank untuk melunasi sisa pembayaran rumahnya.

Pengajuan KPR tersebut pun diterima, dengan skema pembayaran menggunakan suku bunga anuitas.

Asumsikan bila Iman mendapat plafon pinjaman sebesar Rp120 juta (P), tenor 10 tahun alias 120 bulan (t), dan suku bunga 11% per tahun (i). 

Bila mengacu pada rumus perhitungan di atas, maka jumlah cicilan yang harus dibayarkan Iman adalah Rp1.653.000

Nilai tersebut didapatkan dari; Rp 120.000.000 x (11 persen/12) : (1-((1+(1/12)) ^ (-120 )) = Rp 1.653.000. 

Adapun rincian angsuran yang dibayarkan Iman setiap bulannya, ialah:

  • Cicilan bunga bulan 1: Rp120.000.000 x 11 persen : 12 = Rp1.100.000 
  • Cicilan bunga bulan 2: Rp119.446.999 x 11 persen : 12 = Rp1.094.930 
  • Cicilan bunga bulan 3: Rp118.888.930 x 11 persen : 12 = Rp1.089.815 

Angsuran pokok kredit per bulan: 

  • Cicilan pokok bulan 1: Rp1.653.000 – Rp1.100.000 = Rp553.000 
  • Cicilan pokok bulan 2: Rp1.653.000 – Rp1.094.930 = Rp558.069 
  • Cicilan pokok bulan 3: Rp1.653.000 – Rp1.089.815 = Rp563.184 

Perhitungan ini terus berlanjut hingga berakhirnya masa tenor. 

Kelebihan dan Kekurangan Bunga Anuitas

Kelebihan dan Kekurangan Bunga Anuitas

Seperti dua sisi mata uang, penerapan bunga anuitas dalam sistem pembayaran kredit pun memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Berikut ini adalah sejumlah kelebihan dan kekurangan bunga anuitas. 

Kelebihan Bunga Anuitas

Kelebihan pertama dari penerapan bunga KPR ini tentu pada skema pembayarannya, yang mirip dengan suku bunga fix. 

Artinya, debitur akan membayar sejumlah angsuran dengan nilai yang sama setiap bulan hingga berakhirnya masa kredit. 

Hal tersebut tentu lebih memudahkan debitur, sebab ia tidak perlu menghitung lagi besaran bunga ketika hendak membayar cicilan, seperti halnya debitur yang menggunakan suku bunga floating.   

Kelebihan lainnya, nilai bunga atau balas jasa untuk bank dihitung secara jelas, lewat sisa pokok pinjaman yang belum dibayarkan.

Baca juga:

Mengenal Jenis-Jenis KPR yang Populer di Masyarakat

Kekurangan Bunga Anuitas

Adapun kekurangan dari bunga anuitas adalah sistem perhitungan yang rumit.

Sehingga disarankan untuk menggunakan software tertentu, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. 

Selain itu, bagi sebagian orang skema pembayaran cicilan dengan bunga anuitas dianggap memberatkan. 

Pasalnya pada awal masa kredit, proporsi angsuran bunga lebih besar dari cicilan pokok. 

Skema tersebut dianggap memberatkan, karena beban utama dari utang baru akan berkurang ketika mendekati masa akhir kredit.

Itulah ulasan terkait perhitungan bunga anuitas beserta simulasinya.

Jangan lupa, kamu juga bisa melakukan simulasi penghitungan KPR lewat laman Kalkulator KPR Rumah123

Selain itu, laman Rumah123 pun memiliki berbagai rekomendasi perumahan terbaik dengan harga kompetitif, seperti D Hills Residence Pamulang, Pondok Indah Karah, hingga Paradise Serpong City.

Semoga bermanfaat!

 

Author:

Septian Nugraha

 

Meta desc:

 

Simulasi KPR

Kredit rumah dengan pilihan plafon dan tenor pinjaman sesuai kebutuhan

Simulasi KPR Syariah

Sistem pembiayaan rumah tanpa bunga, sesuai syariat Islam

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BNI
Bank BNI
Suku bunga mulai dari2,76
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,88
Tenor Max.12 Tahun