5 Jenis Bunga Wijayakusuma & Cara Merawatnya
Dipublikasikan 06 Januari 2026 · 4 min read · by Imam

Jangan sampai salah pilih jenis bunga wijayakusuma (Epiphyllum), setiap jenis memiliki karakteristik mekar dan kebutuhan cahaya yang sedikit berbeda.
Berikut adalah varian terbaik yang layak masuk dalam daftar koleksimu!
Daftar Isi:
- 1. Wijayakusuma Putih atau Keraton (Epiphyllum oxypetalum)
- 2. Wijayakusuma Merah yang Eksotis (Epiphyllum ackermannii)
- 3. Si Unik Wijayakusuma Keris (Selenicereus anthonyanus)
- 4. Wijayakusuma Mini (Epiphyllum guatemalense)
- 5. Koleksi Epiphyllum Cactus (Hibrida Warna-warni)
- Cara Perawatan Wijayakusuma
- Mengapa Wijayakusuma Saya Tidak Mau Berbunga?
1. Wijayakusuma Putih atau Keraton (Epiphyllum oxypetalum)

Foto: Instagram @pdxplantsman
Ini adalah jenis yang paling legendaris di Indonesia.
Sering disebut sebagai Wijayakusuma Keraton, tanaman ini memiliki kelopak bunga besar berwarna putih bersih dengan aroma wangi yang sangat kuat saat mekar.
Secara botani, Epiphyllum oxypetalum adalah spesies asli yang menjadi standar kecantikan bunga malam.
Daunnya pipih, hijau tua, dan cenderung menjuntai, sehingga sangat cantik jika diletakkan di pot gantung yang tinggi.
Keistimewaannya? Momen mekarnya sering dianggap membawa keberuntungan bagi pemilik rumah.
2. Wijayakusuma Merah yang Eksotis (Epiphyllum ackermannii)

Foto: Instagram @harripa_
Bosan dengan warna putih?
Bunga wijayakusuma merah adalah jawabannya.
Berbeda dengan kerabat putihnya, varian ini biasanya mekar di pagi hingga siang hari dan mampu bertahan lebih lama sebelum layu.
Warna merah menyalanya memberikan kontras yang luar biasa di sudut ruangan yang minimalis.
Kelopaknya lebih kaku dan memberikan kesan berani serta modern.
3. Si Unik Wijayakusuma Keris (Selenicereus anthonyanus)

Foto: Instagram @_green.life___
Jika kamu mencari tekstur daun yang tidak biasa, jenis ini adalah juaranya.
Mengapa disebut keris?
Karena bentuk daunnya yang berkelok-kelok tajam menyerupai senjata tradisional keris atau tulang ikan (fishbone).
Meskipun secara teknis berada di genus yang sedikit berbeda, di pasar tanaman hias Indonesia, ia tetap dikategorikan sebagai keluarga Wijayakusuma karena bentuk bunganya yang serupa.
4. Wijayakusuma Mini (Epiphyllum guatemalense)

Foto: Instagram @qmposony
Sesuai namanya, ukurannya jauh lebih kecil dari varian keraton.
Jenis ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki keterbatasan lahan atau ingin menghias meja kerja dekat jendela.
Bunganya tetap cantik meski mungil, dan biasanya lebih sering berbunga tanpa harus menunggu musim tertentu.
Baca juga:
5 Jenis Bunga Telang Paling Populer & Ciri-Cirinya
5. Koleksi Epiphyllum Cactus (Hibrida Warna-warni)

Foto: Instagram @agarwalrradhika
Dunia epiphyllum cactus sangatlah luas.
Melalui persilangan, kini tersedia varian dengan gradasi warna kuning, oranye, hingga ungu tua.
Tanaman ini pada dasarnya adalah kaktus hutan yang hidup sebagai epifit (menumpang pada pohon lain), sehingga mereka tidak butuh tanah yang padat, melainkan media yang sangat poros.
Cara Perawatan Wijayakusuma
Memelihara Wijayakusuma sebenarnya tidak sesulit mitosnya.
Sebagai “kaktus hutan” (epifit), mereka memiliki karakter yang berbeda dari kaktus gurun pada umumnya.
Untuk memastikan tanaman kamu tumbuh subur dan rajin berbunga, perhatikan empat pilar utama berikut ini:
Pencahayaan yang Terukur
Wijayakusuma sangat menyukai cahaya terang namun tidak langsung (bright indirect light).
Hindari meletakkannya tepat di bawah paparan sinar matahari terik pada siang bolong, karena ini dapat menyebabkan daunnya terbakar atau menguning.
Tempat terbaik adalah di teras yang memiliki naungan atau di dekat jendela yang menghadap ke arah timur.
Pola Penyiraman Moderat
Jangan memanjakan tanaman ini dengan air yang berlebihan.
Kamu hanya perlu melakukan penyiraman saat 2-3 cm lapisan tanah bagian atas sudah terasa kering ketika disentuh.
Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang, karena air yang diam di dasar pot adalah musuh utama yang memicu busuk akar.
Media Tanam yang Poros dan Ringan
Kunci kesehatan akarnya terletak pada media yang tidak padat.
Gunakanlah campuran sekam bakar, cocopeat (serabut kelapa), dan sedikit kompos.
Kombinasi ini memungkinkan oksigen masuk ke akar dengan mudah dan membuang kelebihan air dengan cepat, meniru habitat aslinya di batang pepohonan hutan.
Suhu dan Kelembapan Ideal
Tanaman ini tumbuh paling optimal pada rentang suhu 18°C hingga 30°C.
Meskipun mereka adalah kaktus, Wijayakusuma menyukai udara yang agak lembap dengan sirkulasi udara yang lancar.
Jika kamu meletakkannya di dalam ruangan (indoor), sesekali bawalah keluar untuk mendapatkan udara segar agar pertumbuhannya tidak terhambat oleh udara pengap.
Mengapa Wijayakusuma Saya Tidak Mau Berbunga?

Foto: Instagram @jennyfranceslau
Ini adalah pertanyaan paling umum.
Bunga Wijayakusuma membutuhkan kondisi stres terkendali untuk memicu pembuangan.
- Faktor Usia: Pastikan tanaman sudah cukup dewasa (biasanya setelah 1-2 tahun masa tanam).
- Nutrisi Fosfor: Gunakan pupuk dengan kandungan Fosfor (P) tinggi satu bulan sekali untuk merangsang munculnya kuncup bunga.
- Periode Gelap: Di malam hari, pastikan tanaman tidak terpapar cahaya lampu yang terlalu terang secara terus-menerus. Biarkan ia merasakan kegelapan alami untuk memicu jam biologis mekarnya.
Menanam bunga Wijayakusuma di rumah bukan hanya soal mempercantik ruangan, tapi juga melatih kesabaran.
Menunggu kuncupnya perlahan membuka di tengah sunyinya malam memberikan kepuasan spiritual tersendiri.
Dengan pemilihan jenis yang tepat, apakah itu si klasik Epiphyllum oxypetalum atau si merah yang berani, rumahmu akan memiliki karakter yang lebih kuat.
Jadi, sudah siap berburu bibit Wijayakusuma untuk sudut rumah kamu akhir pekan ini?




