4 Cara Membuat Spanduk Agen Properti yang Menarik & Contoh Desainnya
Dipublikasikan 15 Januari 2026 · 4 min read · by Yongky Yulius

Bagi agen properti, spanduk adalah salah satu alat penting ketika memasarkan properti.
Biasanya, agen yang sudah berkantor seperti di Brighton atau Ray White, punya format spanduk tersendiri.
Tentu saja spanduk tersebut dirancang agar bisa menarik perhatian dan memudahkan calon pembeli/penyewa properti untuk menghubungi.
Nah, bagaimana dengan agen independen? Tentu Anda pun membutuhkan spanduk agen properti yang menarik.
Berikut adalah cara membuat spanduk agen properti yang menarik beserta contoh desainnya.
Cara Membuat Spanduk Agen Properti
1. Tentukan Terlebih Dahulu Tujuan Dibuatnya Spanduk
Umumnya kita hanya mengenal spanduk jual rumah, spanduk jual tanah, atau spanduk jual ruko.
Namun selain spanduk tersebut, bisa juga sebagai agen properti Anda lebih kreatif.
Contohnya, Anda bisa membuat spanduk yang berisi bahwa Anda sedang mencari orang yang butuh dibantu dalam hal penjualan propertinya.
Atau, Anda juga bisa membuat spanduk untuk membangun personal branding, misalnya dengan menempatkan foto profesional, capaian, dan penghargaan yang sudah pernah diraih.
Nah, tujuan tersebut bisa membantu menentukan isi, gaya visual, dan call-to-action.
2. Gunakan Copywriting yang Memikat
Sebagai agen properti, Anda harus belajar dasar-dasar dari copywriting.
Singkatnya, copywriting adalah kalimat persuasif yang dirancang sedemikian rupa agar mendorong orang untuk melakukan tindakan spesifik.
Berikut adalah beberapa tips membuat copywriting yang memikat untuk spanduk agen properti:
- Fokus pada manfaat, bukan sekadar deskripsi. Alih-alih hanya menuliskan “rumah 5 kamar tidur”, Anda bisa menambahkan “rumah 5 kamar, nyaman buat keluarga”.
- Gunakan kata-kata yang bisa mendorong tindakan. Contohnya: Dijual Cepat, Siap Huni, Harga Nego, Bisa KPR, Investasi Menarik.
- Buat kalimat yang ringkas. Idealnya, satu pesan utama hanya berisi maksimal 5-7 kata. Contohnya: Rumah Baru Siap Huni, Tanah Strategis Pinggir Jalan, Apartemen Furnished, Siap Pakai.
- Gunakan urgensi secara halus. Kata-kata ini berfungsi untuk mendorong calon pembeli bertindak lebih cepat. Contohnya: Stok Terbatas, Harga Promo, Unit Terakhir, Siap Serah Terima.
- Sesuaikan copy dengan target pasar. Misalnya, untuk keluarga, Anda bisa menggunakan kata-kata ini: Lingkungan Tenang, Cocok untuk Keluarga. Sementara untuk pembeli rumah pertama, bisa menggunakan kata ini: Cicilan Ringan.

3. Gunakan Desain dan Tata Layout yang Tepat
Materi pada spanduk sebaiknya jangan terlalu penuh.
Urutan idealnya, dari atas ke bawah adalah:
- Headline
- Jenis dan lokasi properti.
- CTA (call to action) atau ajakan untuk bertindak spesifik.
- Kontak agen.
Kemudian, gunakan layout tersebut pada desain yang bisa menarik perhatian.
Prinsip utama dari desain spanduk yang menarik perhatian adalah sebagai berikut:
- Menggunakan background terang lalu teks gelap, atau sebaliknya, bisa menggunakan teks terang lalu background gelap. Kedua elemen ini harus menggunakan warna yang berkebalikan dan kontras.
- Jangan menggunakan lebih dari 3 warna utama. Jika warnanya banyak, malah akan membuat orang bingung saat membaca spanduknya.
- Pastikan spanduknya tetap terbaca pada siang atau malam hari.
Jika bingung dengan pemilihan desain, Anda bisa memanfaatkan aplikasi desain seperti Canva.
Tinggal install saja aplikasi tersebut, lalu daftar akun, dan begitu sampai di halaman berandanya langsung saja cari “real estate banner” di kolom pencarian.
Nantinya, akan tampil beberapa contoh banner yang bisa Anda gunakan dan sesuaikan.
Tips berikutnya juga penting tapi sering disepelekan saat membuat desain spanduk agen properti.
Saat memilih font, Anda mesti memilih font Arial, Helvetica, Montserrat, dan Poppins.
Font tersebut memiliki karakter tegas, dan dari kejauhan akan terbaca secara jelas.
Jadi, sebaiknya hindari memilih font di luar font tersebut, apalagi font dekoratif yang bisa mengurangi keterbacaan.

4. Pilih Percetakan dengan Layanan Berkualitas
Tahapan berikutnya, adalah mencari percetakan dengan layanan berkualitas.
Percetakan yang dimaksud, harus bisa menghasilkan spanduk yang tajam dan tidak pudar, teks terlihat jelas dan tidak pecah, serta resolusi gambar tinggi.
Selain itu, kita tahu, cuaca di beberapa wilayah di Indonesia sekarang tidak menentu.
Siangnya bisa cerah dan panas, lalu malamnya hujan deras.
Jadi, untuk spanduk yang ditempatkan di tempat yang sering terkena panas dan hujan, sebaiknya gunakan bahan yang tahan cuaca.
Rekomendasi bahannya adalah Flexi Korea, Flexi China tebal, dan tambahan finishing mata ayam (eyelet).
Berikutnya, akan lebih baik percetakannya memiliki layanan konsultasi desain, seperti bisa memberikan saran layout dan memberikan masukan soal ukuran dan warna.
Ukuran dari spanduk yang umum dan efektif biasanya adalah:
- 60 × 160 cm (vertikal, pinggir jalan)
- 80 × 120 cm (horizontal)
- 1 × 3 meter (area ramai atau kavling besar)
Contoh Desain Spanduk Agen Properti
Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

Contoh 4

***
Sekarang, Anda mengetahui bahwa spanduk agen properti masih menjadi media pemasaran yang efektif jika dibuat dengan strategi yang tepat.
Dari penjelasan di atas, pastikan spanduk properti yang dibuat memiliki desain yang jelas, copywriting yang memikat, dan dicetak oleh percetakan berkualitas.
Pastikan setiap spanduk yang dipasang mampu menyampaikan pesan utama secara cepat, jelas, dan meyakinkan.


