OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

7 Tanaman Pemakan Serangga, Perangkap Lalat di Rumah
r123-share-title

Dipublikasikan 28 Nopember 2025 · 4 min read · by Imam

tanaman pemakan serangga

Tanaman pemakan serangga bukan hanya unik untuk dikoleksi, tapi juga bisa bekerja sebagai “perangkap lalat alami” di rumah. 

Mereka memikat, menangkap, lalu mencerna serangga untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, terutama di lingkungan yang miskin hara. 

Di dunia berkebun, kelompok tanaman ini disebut carnivorous plants dan berasal dari genera seperti Nepenthes, Drosera, Pinguicula, Dionaea, dan Sarracenia, yang telah diteliti luas dalam botani modern.

Berikut rekomendasi untuk kamu yang ingin tahu jenis terbaik tanaman pemakan serangga, terutama yang bisa membantu mengurangi serangga kecil di rumah.

R123_Owner-Sambil-Selonjoran-1280-x-305

1. Kantong Semar (Nepenthes spp.)

tanaman pemakan serangga, kantung semar

Foto tanaman pemakan serangga, kantung semar: Instagram @plantitasbyliz

Dikenal sebagai salah satu tanaman karnivora paling fotogenik, Nepenthes memiliki kantong berisi cairan enzim yang bekerja sebagai perangkap. 

Serangga tertarik oleh nektar di bibir kantong, lalu tergelincir masuk dan dicerna.

Kenapa cocok untuk rumah:

  • Bentuknya dekoratif dan eksotis.
  • Efektif menangkap lalat, semut, sampai nyamuk kecil.
  • Banyak spesies berasal dari Indonesia, sehingga lebih adaptif dengan iklim tropis.

Perawatannya: Cahaya terang tidak langsung, kelembapan tinggi, dan media tanam porous (sphagnum moss atau campuran serupa).

R123_KV Tebus Rumah 1280 x 305

2. Embun Matahari (Drosera spp.)

tanaman perangkap lalat, tanaman sundew

Foto tanaman perangkap lalat, tanaman sundew: Instagram @bisqueandbotany_

Sekilas tampak imut, tetapi Drosera punya tentakel kecil berkilau yang mengeluarkan lendir lengket. 

Saat serangga menempel, tentakel akan melingkar pelan hingga mangsa tak bisa kabur.

Alasan banyak dipilih pemula:

  • Perawatannya mudah.
  • Efektif menangkap nyamuk kecil, lalat buah, dan serangga pengganggu dapur.
  • Reaksinya saat menangkap mangsa sangat menarik untuk diamati.

Perawatannya low-maintenance: Cukup cahaya kuat, siram dengan air rendah mineral (RO/air hujan), dan jangan diberi pupuk biasa.

Aset Bank (RumahUntukSemua)

3. Butterwort (Pinguicula spp.)

tanaman butterwort

Foto tanaman butterwort: Instagram @photo_kimmy

Pinguicula adalah tanaman karnivora yang mengandalkan daun berlapis lendir untuk menjerat mangsa. 

Jenis ini tidak tampak “menakutkan”, justru seperti tanaman hias mungil dengan warna lembut.

Daya tariknya:

  • Daunnya halus dan cantik, cocok jadi dekorasi meja.
  • Sangat efisien menangkap serangga terbang kecil dan lalat fungus gnat.

Kelebihan Pinguicula dibanding tanaman pemakan serangga lain:

  • Lebih toleran terhadap lingkungan indoor kering.
  • Tidak sebesar Nepenthes, sehingga cocok untuk ruangan kecil.

Baca juga:

7 Tanaman Pengusir Semut yang Ampuh untuk Dalam dan Luar Rumah

4. Perangkap Lalat Venus (Dionaea muscipula)

tanaman venus, perangkap lalat

Foto tanaman venus, perangkap lalat: Instagram @carniterrace

Inilah tanaman pemakan serangga yang paling populer di dunia. 

Daunnya membentuk “rahang” dengan sensor rambut halus. 

Begitu dua sensor disentuh dalam waktu singkat, jebakan akan menutup dalam hitungan detik.

Kelebihan untuk perangkap lalat rumah:

  • Mekanisme jebakan cepat dan efektif.
  • Mampu menangkap lalat rumah, lebah kecil, hingga serangga besar tertentu.

Perlu diperhatikan: 

Tanaman ini berasal dari habitat rawa yang dingin dan lembap di Amerika Serikat bagian Timur. 

Jadi, butuh cahaya kuat dan air yang sangat rendah mineral. Meski sedikit lebih rewel, hasilnya sepadan.

Baca juga:

5 Tanaman Pengusir Rayap untuk Rumah Bebas Hama

5. Tanaman Pitcher Amerika (Sarracenia spp.)

tanaman pemakan serangga, sarracenia spp

Foto tanaman pemakan serangga, sarracenia spp: Instagram @carni_world

Berbeda dari Nepenthes yang punya kantong menggantung, Sarracenia memiliki tabung tinggi yang berdiri tegak. 

Serangga mengikuti aroma manis di bibir pitcher lalu jatuh ke dalam, tempat enzim pencernaannya bekerja.

Kenapa menarik untuk pekarangan atau area outdoor:

  • Pitcher-nya tinggi dan warna-warni.
  • Sangat agresif menangkap lalat rumah.
  • Cocok untuk iklim panas dan mendapat sinar matahari penuh.

Sarracenia relatif mudah dirawat asalkan mendapatkan cahaya kuat dan air bersih (air hujan/RO).

6. Drosera Capensis

tanaman perangkap serangga, drosera capensis

Foto tanaman perangkap serangga, drosera capensis: Instagram @predatory.perennials

Sebenarnya masih satu genus dengan embun matahari, tetapi Drosera capensis pantas mendapat slot tersendiri karena sangat toleran dan hampir mustahil mati selama mendapat cahaya.

Kelebihan spesifik:

  • Menangkap serangga jauh lebih banyak dibandingkan ukurannya.
  • Tumbuh cepat dan sering bereproduksi sendiri.
  • Sangat ramah untuk pemula yang ingin coba koleksi tanaman pemakan serangga.

Letakkan di dekat jendela yang terang dan jaga kelembapannya, maka ia akan bekerja otomatis sebagai perangkap lalat kecil.

7. Nepenthes Alata

tanaman pemakan serangga, nepenthes alata

Foto tanaman pemakan serangga, nepenthes alata: Instagram @growurban

Walau sudah disebut genus Nepenthes di poin pertama, N. alata pantas jadi rekomendasi tersendiri karena jenis ini paling gampang dipelihara di rumah.

Alasannya:

  • Tahan panas.
  • Rajin menghasilkan kantong baru.
  • Stabil untuk ditaruh outdoor maupun semi-indoor terang.

Bagi pemilik rumah di kota besar yang sering terganggu lalat buah dan semut, Nepenthes alata adalah pilihan ideal.

Mana Tanaman Pemakan Serangga Terbaik untuk Mengurangi Lalat di Rumah?

Jika kamu ingin fungsi paling nyata untuk mengurangi lalat, urutannya biasanya:

  1. Drosera spp. (paling agresif menangkap serangga kecil)
  2. Sarracenia spp. (efektif untuk lalat rumah di area outdoor)
  3. Dionaea muscipula (ikonik, tapi butuh cahaya kuat)
  4. Nepenthes spp. (lebih fleksibel & cantik)
  5. Pinguicula spp. (cocok untuk indoor)

Semua pilihan di atas bekerja tanpa pestisida, sehingga lebih aman untuk rumah dan ramah lingkungan.

{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2023\/09\/06094834\/FAB-HomeOwner.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pemilik-properti\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=homeowner&utm_term=owner","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}