Mengenal Konsep Rumah Islami yang Populer di Indonesia

Rumah IslamiFoto: Archello

 

Maraknya pembangunan properti membuat para developer memutar otak untuk menciptakan hunian dengan konsep yang berbeda.

 

Sebagian developer kini juga mulai memakai konsep islami, salah satunya adalah Muhasabah Land yang mengembangkan rumah islami di Cluster Alsagriya.

 

Meski cukup populer di Indonesia, masih banyak yang belum mengetahui konsep hunian satu ini. Jadi, apa itu rumah islami? 

 

Seperti namanya, rumah atau perumahan islami adalah hunian yang mengedepankan nilai-nilai dan konsep dari agama Islam. 

 

Tak hanya dalam desain arsitektur bangunan, konsep tersebut juga diaplikasikan ke dalam lingkungan sosial sampai transaksi jual beli yang menggunakan skema syariah.

 

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Desain Arsitektur Rumah Islami 

Desain Arsitektur Rumah Islami

Foto: BGD Interior Design

 

Pertama-tama, terdapat beberapa aspek prinsip dan filosofis yang perlu diperhatikan dalam desain arsitektur rumah islami, yakni sebagai berikut:

Menyediakan Ruangan Khusus untuk Ibadah

Menyediakan Ruangan Khusus untuk Ibadah

Foto: iStock

 

Dengan menyediakan ruangan khusus untuk ibadah di dalam rumah, Anda akan mewujudkan ungkapan “Baiti Jannati” atau “rumahku, surgaku.”

 

Ruangan tersebut bisa digunakan untuk salat, membaca Al-Qur'an, atau aktivitas ibadah lainnya.

 

Ruang ibadah juga dapat digunakan sebagai tempat belajar bagi anggota keluarga, khususnya anak yang harus mendapatkan pendidikan agama sejak dini.

 

Baca juga:

5 Denah Rumah Dengan Mushola di Dalam, Bikin Ibadah Makin Khusyuk

 

Di samping itu, rumah islami dapat dijadikan pusat kajian ilmu, sekaligus miniatur kecil dalam membangun peradaban Islam.

 

Sedangkan untuk fasilitas internal, biasanya satu kompleks perumahan Islami telah dilengkapi oleh masjid, mushola, Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), dan sebagainya. 

 

Bahkan, perumahan syariah seperti Pesona Asih Village menyediakan rumah tahfiz di dalamnya.

 

Tentunya, hal tersebut menjadi nilai plus bagi Anda yang sedang mencari rumah dijual di Bandung dengan konsep islami.

Tidak Menghalangi Silaturahmi

 

Rumah juga harus menjadi tempat untuk memuliakan tamu dan tetangga. 

 

Maka dari itu, penting untuk memilih rumah dengan desain interior yang apik seperti yang ada di Perumahan Andalusia Residence di Bogor.

 

Desain fasad juga harus dibuat dengan mementingkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar bersosialisasi, salah satunya adalah dengan meniadakan pagar. 

 

Seperti yang diketahui, denah rumah mewah di perkotaan besar cenderung memiliki pagar yang tinggi sehingga menyulitkan kita untuk berinteraksi dengan tetangga di sekitar hunian.

 

Padahal, agama Islam tidak menganjurkan umatnya untuk memasang pagar yang tinggi karena bisa mengurangi esensi dari silaturahmi itu sendiri.

 

Perlu diingat bahwa silaturahmi menjadi hal yang sangat penting dalam Islam, walau hal itu sekadar tersenyum atau menyapa tetangga yang lewat.

 

Namun, tidak adanya pagar dapat menjadi isu tersendiri bagi beberapa pemilik hunian.

 

Bagi yang khawatir tentang keamanan, sebagian besar perumahan islami juga sudah dilengkapi oleh sistem keamanan mutakhir dengan CCTV dan one gate system.

 

Maka dari itu, penting untuk melihat berbagai fasilitas yang ditawarkan sebelum memilih target hunian Anda.

Memiliki Pencahayaan yang Baik

Memiliki Pencahayaan yang BaikFoto: Unsplash

 

Rumah yang rutin tersinari cahaya matahari akan semakin terlihat hidup, serta membuat penghuninya menjadi lebih sehat. 

 

Khusus untuk poin ini, ajaran Islam menyinggung masuknya cahaya matahari ke dalam rumah agar umatnya bisa merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Lagi pula, siapa yang tidak akan merasa lebih nyaman jika memiliki rumah dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang baik?

 

Tak heran kalau hunian dengan high ceiling, void rumah dan jendela besar semakin mudah ditemukan di dalam rumah-rumah syariah di Indonesia.

Toilet Tidak Menghadap Kiblat

Toilet Tidak Menghadap Kiblat

Foto: Unsplash

 

Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak umum, kiblat adalah arah yang dijadikan acuan beribadah bagi umat Muslim di seluruh dunia. 

 

Tak hanya saat melakukan ibadah saja, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam selalu menganjurkan umatnya untuk menghadap kiblat ketika tidur dan melakukan kegiatan lain.

 

Namun tidak dengan kegiatan buang hajat, yang justru dianjurkan untuk tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

 

Maka dari itu, toilet yang dibuat di dalam rumah islami pun tidak boleh menghadap kiblat karena dianggap tidak layak.

 

Terakhir, ada hal yang tidak kalah penting dalam aturan rumah Islami, yaitu kebersihan yang harus selalu dijaga karena hal itu adalah sebagian dari iman.

 

Selanjutnya, ada beberapa tips dalam menata rumah dengan prinsip-prinsip islami.

Tips Menata Rumah Sesuai Syariat Islam

Selalu Fungsional dan Syar'i

Fungsional dan Syar_i

Foto: Qanvast

 

Rumah yang indah memang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, akan sangat dianjurkan jika rumah tersebut dapat menunjang ibadah dan aktivitas sehari-hari kita. 

 

Oleh karena itu, ruang yang dibangun dan perabotan yang digunakan di dalamnya harus sesuai kebutuhan dan tak berlebihan.

 

Dalam hal ini, dekorasi rumah minimalis dapat menjadi opsi untuk diterapkan ke dalam hunian.

 

Konsep syar'i sebuah rumah juga bisa dilihat dari bangunan yang menjaga aurat penghuninya, menetapkan ruang ibadah di dalam rumah, dan sebagainya. 

 

Dengan kata lain, Anda harus memerhatikan konstruksi dan tata letak rumah.

 

Misalnya, pintu rumah tidak langsung menghadap ke depan yang bisa menampilkan seluruh isi rumah, sehingga ada baiknya mengaplikasikan pintu depan dari samping rumah.

 

Hal ini dilakukan untuk menerapkan ajaran Islam untuk menjaga aurat atau kebiasaan penghuni rumah yang tidak perlu diketahui orang lain.

 

Penggunaan sekat rumah minimalis juga bisa diterapkan jika memang dirasa perlu untuk memberikan “batas” antar ruangan agar privasi lebih terjaga.

 

Selanjutnya, ada anjuran untuk memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan. Maka dari itu, penting juga untuk memilih desain kamar tidur anak yang tepat.

 

Sekadar tips, Anda bisa memilih rumah 3 kamar atau bahkan mencoba ide kreatif dengan membuat kamar tambahan di loteng rumah untuk anak yang lebih besar.

Hindari Memajang Patung dan Lukisan

 

Agama Islam melarang penggunaan patung sebagai desain dekorasi rumah. 

 

Alasannya adalah bahwa patung bisa menjadi tempat tinggal jin serta ditakutkan menjadi barang yang akan dipuja oleh penghuni rumah.

 

Dalam hadis Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya, malaikat tidak akan memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada patung.”

 

Selain itu, hiasan dinding berupa gambar, foto, dan lukisan makhluk seperti hewan dan manusia juga tidak boleh ditampilkan.

 

Dalam hal ini, Rasulullah menjelaskan bahwa “Di mata Allah, orang yang menerima hukuman paling berat di hari kebangkitan adalah para juru gambar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Untuk lebih jelasnya, Nabi Muhammad bersabda “Janganlah engkau biarkan gambar makhluk bernyawa kecuali engkau rusak, dan jangan biarkan ada kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan,” (HR. Muslim).

Memajang Lafadz Allah dan Rasulullah

Memajang Lafadz Allah dan RasulullahFoto: Nordic Wall Decor

 

Sebaliknya, umat Muslim dianjutkan untuk menempatkan ayat-ayat Al-Quran sebagai hiasan pada dinding rumah mereka. 

 

Salah satunya adalah hiasan yang berbentuk kaligrafi. 

 

Hal itu diperbolehkan jika untuk tujuan kebaikan dan agar selalu mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

 

Oleh karena itu, Anda harus meluruskan niat terlebih dahulu sebelum memajang kaligrafi di dinding rumah.

 

Pastikan niatnya hanya untuk Allah dan bukan yang lainnya. Jika niatnya sudah lurus, maka Allah akan senantiasa memberikan keberkahan di dalam rumah Anda.

 

Dalam hal ini, Anda bisa memajang kaligrafi, nama Rasulullah, atau gambar Masjidil Haram yang di dalamnya terdapat Ka'bah sebagai kiblat umat Islam.

Hindari Perabotan Emas dan Perak

 

Hal lain yang tidak boleh ada di dalam rumah islami adalah perabotan emas dan perak untuk makan dan minum. 

 

Hukumnya haram dan ancamannya sangatlah keras.

 

Rasulullah bahkan bersabda: “Sesungguhnya orang yang makan dan minum dengan bejana emas dan perak, maka akan gemercik suara api neraka dalam perutnya,” (HR. Muslim).

Memilih Warna Kesukaan Nabi

Memilih Warna Kesukaan Nabi

Foto: Unsplash

 

Tips rumah islami berikutnya bersifat opsional, jadi bisa diterapkan atau tidak. 

 

Dijelaskan dalam beberapa riwayat bahwa Rasulullah menyukai beberapa warna. Namun yang paling disukai adalah warna putih dan hijau.

 

Berikut salah satu hadis yang meriwayatkan bahwa beliau menyukai warna putih dan mengajarkan kepada umatnya untuk memakainya:

 

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda “Hendaklah kalian memakai pakaian putih semasa hidup kalian, dan kafanilah yang mati di antara kalian dengannya (warna putih). Sebaik-baik pakaian kami adalah warna putih.” 

 

Selain itu, Imam an-Nasa'i juga meriwayatkan bahwa “Rasulullah pernah menemui kami dalam keadaan memakai dua pakaian (atas dan bawah) yang berwarna hijau.”

 

Sedangkan dalam Al-Qur'an, tepatnya di dalam Surah Ar-Rahman ayat 64, disebutkan kalau warna surga adalah hijau. 

 

“Kedua surga yang lain itu tampak hijau tua warnanya karena lebat-nya pepohonan. Di dalam dua surga yang lain itu terdapat tumbuhtumbuhan dan bunga-bungaan yang hijau tua warnanya.”

 

Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengaplikasikan kedua warna ini ke dalam hunian kita untuk desain rumah islami.

Tanami dengan Tumbuhan

Tanami dengan Tumbuhan

Foto: Unsplash

 

Terakhir, berikan sentuhan tanaman hijau di dalam serta halaman rumah islami. 

 

Tumbuhan akan memberikan kenyamanan, kesegaran, dan keindahan, sekaligus ikut berkontribusi dalam menyerap udara kotor dan menggantinya dengan oksigen.

 

Bahkan, Anda bisa mendapatkan pahala dari menanam tumbuhan.

 

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim). 

Baca juga:

8 Contoh Taman Depan Rumah yang Asri dan Modern

 

 

Nah, itu tadi beberapa ciri dan tips untuk menata rumah islami.

 

Penting untuk diketahui juga kalau perumahan Islami umumnya dijual lewat cara-cara syariah, seperti lewat KPR syariah yang dimiliki oleh bank-bank syariah.  

 

Bahkan dewasa ini terdapat banyak developer property syariah yang menyediakan banyak rumah-rumah berkualitas tinggi dengan cicilan tanpa riba.

 

Pilihannya juga cukup banyak, mulai dari perumahan Islami yang harganya di bawah Rp500 juta hingga miliaran rupiah.

 

Semoga informasi di atas bermanfaat dan selamat mencari hunian idaman!


 

 

Author:

Shandy Pradana