Ingin Beli Rumah? Simak Dulu Syarat Jual Beli Properti Ini!

syarat jual beli rumah

 

Memiliki rumah menjadi impian setiap orang. Namun proses pembelian rumah pun tidak semudah yang dibayangkan.

 

Cukup banyak syarat administrasi yang harus dipenuhi. Baik penjual atau pembeli, perlu mengetahui hal ini agar transaksi yang dilakukan berjalan lancar.

 

Bagi Anda yang berencana membeli rumah, pastikan sudah mengetahui proses jual beli yang benar. Terutama persyaratan yang perlu dilengkapi.

 

Bahkan, sebagian orang memilih menggunakan jasa profesional dalam mengurus dokumen legalitas ini.

 

Lalu, apa saja ya syarat jual beli properti yang diperlukan? Untuk ulasan lebih lanjut, simak panduan di bawah ini yuk!

 

Syarat Jual Beli Properti

syarat jual beli properti

 

Dalam melakukan proses jual beli properti baik pihak penjual dan pembeli perlu mengurus beberapa dokumen dan persyaratan yang diperlukan.

 

Biasanya syarat yang diperlukan oleh penjual dan pembeli saat hendak melakukan jual beli properti adalah sebagai berikut.

 

Data Penjual

1. Fotokopi identitas diri KTP/Paspor (jika sudah menikah, fotokopi KTP suami dan istri)
 

2. Fotokopi Kartu Keluarga
 

3. Surat Nikah
 

4. Sertifikat Asli Hak Atas Tanah: SHM (Sertifikat Hak Milik), SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan), SHGU (Sertifikat Hak Guna Usaha), SHMSRS (Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun)
 

5. Akta Notaris
 

6. Bukti Pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan 5 tahun terakhir
 

7. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
 

8. Surat bukti persetujuan suami istri
 

9. Akta kematian (jika pemilik sudah meninggal)
 

10. Surat Penetapan dan Akta Pembagian Harta Bersama (jika suami istri telah bercerai)

 

Data Pembeli

1. Fotokopi identitas diri KTP/Paspor (jika sudah menikah, fotokopi KTP suami dan istri)
 

2. Fotokopi Kartu Keluarga
 

3. Surat Nikah
 

4. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

 

Syarat Jual Beli Menggunakan KPR

syarat jual beli menggunakan kpr

 

Ada pula syarat jual beli untuk Anda yang ingin mengajukan KPR/KPA untuk membeli rumah. 

 

KPR alias Kredit Pemilikan Rumah bisa Anda pakai untuk memberi kemudahan dalam membeli hunian. KPR menjadi solusi yang banyak digunakan masyarakat jika terkendala membeli rumah. 

 

Pasalnya dengan menggunakan KPR, Anda bisa mencicil rumah dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan.

 

Dalam mengajukan KPR, Anda diharuskan telah berusia 21 tahun dan maksimal berusia 55 tahun. Adapun sejumlah persyaratan berupa dokumen yang harus dilengkapi, yakni:

 

1. Fotokopi identitas diri berupa KTP/Paspor (suami dan istri bila sudah menikah)
 

2. Fotokopi Kartu Keluarga
 

3. Fotokopi Surat Nikah
 

4. Surat Keterangan Penghasilan (Slip Gaji)
 

5. Fotokopi Rekening Koran (kurun waktu 3 bulan terakhir)
 

6. Fotokopi Surat Izin Usaha
 

7. Fotokopi NPWP/SPT PPh 21

 

Adapun beberapa persyaratan lainnya seperti memiliki penghasilan tetap atau memiliki masa kerja minimal 1 tahun.

 

Baca juga:

4 Cara Mudah agar Pengajuan KPR Cepat Disetujui

 

Pembuatan AJB dan Balik Nama Menggunakan Jasa PPAT

pembuatan ajb bersama ppat

 

Seperti yang telah dikemukakan, saat melakukan transaksi jual beli, Anda memerlukan AJB atau Akta Jual Beli yang sah.

 

Setelah berbagai syarat administrasi dan perjanjian antara penjual dan pembeli, maka kedua pihak pun akan membuat AJB lewat jasa PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

 

Adapun proses pembuatan AJB yang dilakukan yakni PPAT akan melakukan pemeriksaan keaslian sertifikat di kantor pertanahan terlebih dahulu.

 

Hal ini dilakukan agar sertifikat memiliki kepemilikan yang jelas dan bukan tanah sengketa.

 

Setelah memeriksa sertifikat, penjual pun diharuskan membayar PPh (Pajak Penghasilan) dan pembeli diharuskan membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dengan ketentuan yang berlaku, seperti berikut.

 

Pajak Penjual = (NJOP / Harga Jual) x 5%
 

Pajak Pembeli = (NJOP / Harga Jual – Nilai Tidak Kena Pajak) x 5%

 

Semua pembayaran pajak oleh penjual dan pembeli dibayarkan di Bank atau Kantor Pos. Setelah melunasi pajak, barulah akta bisa diurus oleh PPAT.

 

Jika Anda kesulitan dalam membayar PPh maupun BPHTB, biasanya PPAT yang bersangkutan akan membantu mekanisme pembayaran.

 

Proses pembuatan AJB pun harus dihadiri oleh pihak penjual dan pembeli serta sedikitnya dua saksi. Ada baiknya jika dihadiri oleh pihak yang diberi kuasa dengan surat tertulis.

 

PPAT pun akan menjalankan tugasnya dengan membacakan dan menjelaskan isi akta dan setelah itu ditandatangani oleh penjual, pembeli, saksi dan PPAT.

 

Akta pun akan dibuat dua copy asli yang disimpan oleh PPAT dan yang satu lembar lainnya diserahkan ke kantor pertanahan untuk keperluan balik nama.

 

Setelah membuat AJB, adapun proses balik nama yang dilakukan ke kantor pertanahan. PPAT akan menyerahkan berkas AJB selambat-lambatnya tujuh hari kerja setelah proses tanda tangan.

 

Berkas yang akan diserahkan pun meliputi surat permohonan balik nama, AJB dari PPAT, sertifikat hak atas tanah, fotokopi KTP penjual dan pembeli serta bukti lunas pembayaran PPh dan BPHTB.

 

Nah, itulah syarat jual beli yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat dan membantu, ya!

 

Kunjungi situs properti Rumah123 untuk berbagai penawaran rumah dijual terbaik hanya untuk Anda.

 

 

 

Author:
Rachmi Arin Timomor

Tambahkan Komentar