icon
Rumah 123
Tersedia di App Store & Google Play
logo rumah123

Taman Hutan Raya Pancoran Mas, Cagar Alam Depok Tertua

Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang memiliki ekosistem khusus, vegetasi tumbuhan dan satwa yang khas yang berkembang secara alami.

Ada banyak cagar alam di Indonesia seperti Cagar Alam Pananjung di Kabupaten Pangandaran, Cagar Alam Nusakambangan Barat dan Timur.

Salah satu cagar alam tertua Indonesia rupanya ada di kota besar, yakni Depok. Kini cagar alam Depok itu menjadi Taman Hutan Raya Pancoran Mas.

Nah, sebelum membahas hal menarik dari Taman Hutan Raya Pancoran Mas, sebaiknya kita simak terlebih dahulu sejarahnya sebagai cagar alam Depok.

Sejarah Cagar Alam Depok

Sejarah Cagar Alam Depok.jpg
Foto Cagar Alam Depok: Google Photos

 

Sebelum menjadi cagar alam, hutan ini adalah tanah partikelir yang sangat luas. Pemiliknya adalah Cornelis Chastelein, seorang akuntan dan pengusaha Belanda.

Pada 1691 hingga 1704, Cornelis Chastelein memperoleh berbagai perkebunan di koridor selatan Batavia, termasuk di Cimanggis dan Pancoran Mas.

Cornelis Chastelein membuat perkebunan lada di tanahnya yang berada di Depok. Di sini dia mempekerjakan 12 keluarga budak dari penjuru Nusantara.

Mereka berasal dari suku Bali, Ambon, Bugis dan Sunda. Singkat cerita, ke-12 keluarga budak ini menerima warisan tanah di Depok seluas 1240 hektare.

Cornelis Chastelein meninggal pada 28 Juni 1714. Akuntan sekaligus pengusaha Belanda ini mewariskan semua lahannya, kecuali sepetak lahan hutan.

Dalam wasiatnya Cornelis Chastelein mengatakan lahan hutan tersebut tidak boleh dipindahtangankan. Melainkan harus dikelola dengan baik sebagai cagar alam.

Lahan hutan berada di tengah-tengah tanah yang diwariskan. Keindahan alamnya sangat luar biasa dan tidak tergantikan.

Dua abad kemudian, cagar alam itu diserahkan kepada Pemerintah Hindia Belanda. Lalu dikelola oleh Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda.

Lahan hutan dikukuhkan sebagai Cagar Alam Pancoran Mas pada 13 Mei 1926 berdasarkan Keputusan Jenderal Hindia Belanda Nomor 7.

Waktunya bersamaan dengan pengukuhan Cagar Alam Cibodas Gede. Sekarang cagar alam ini bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Singkatnya begitulah sejarah Cagar Alam Pancoran Mas ini. Pada masanya, cagar alam ini memiliki kekayaan flora dan fauna, apa saja? Yuk, simak.

Kekayaan Cagar Alam Depok Pancoran Mas

Kekayaan Cagar Alam Depok Pancoran Mas.jpg
Foto Cagar Alam Depok: Google Photos

 

Cagar alam Depok sebelumnya adalah sebuah hutan dataran rendah di pulau Jawa bagian barat. Kondisinya selalu basah, lembap dan kaya akan vegetasi.

Sebagai hutan dataran rendah, lahan didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), tingginya rata-rata 40 meter ke atas.

Pepohonan tersebut menjadi habitat yang sangat nyaman bagi berbagai jenis burung. Sedang semaknya menjadi habitat bagi aneka serangga dan hewan liar.

Ada harimau Jawa, monyet kra, kancil, kijang muncak, rusa Jawa, kelinci hutan dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana dengan jenis tumbuhannya?

Penelitian 2011 menyebutkan masih ada 83 spesies dan 43 famili tumbuhan. Terdiri dari 27 jenis pohon, 30 jenis tumbuhan bawah dan empat jenis liana.

Jenis pohon ada Artocarpus elastica, Macaranga rhizinoides dan Grewia acuminata, sedangkan tumbuhan bawah salah satunya Dioscorea aculeata.

Ada juga waru, kopo, laban, kapok randu, nangka dan rengas tembaga. Itulah kekayaan flora dan fauna milik cagar alam tertua di Indonesia ini.

Lambat laun wilayah cagar alam Depok mengalami penyempitan akibat pertumbuhan permukiman. Keanekaragaman hayati pun telah berkurang.

Cagar alam Depok dinilai tidak layak lagi disebut cagar alam. Meskipun begitu, sisanya tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau di Depok.

Dari Cagar Alam Pancoran Mas kini menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas. Pemerintah menetapkannya sebagai hutan kota pada 1999.

Penetapan itu dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 276/KPTS-II/1999. Lalu bagaimana akses menuju ke sini?

Akses ke Tahura Pancoran Mas

Akses ke Tahura Pancoran Mas.jpg
Foto Cagar Alam Depok: Google Photos

 

Walaupun sudah berubah dari cagar alam menjadi taman hutan kota, masyarakat tetap menyebutnya sebagai Cagar Alam Depok.

Lokasi Tahura Pancoran Mas di Jalan Raya Cagar Alam Nomor 54, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Apabila penasaran dengan kesegaran dan keindahannya, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum sebab aksesnya sangat mudah.

Pengguna kendaraan umum bisa menggunakan angkutan kota dari Terminal Depok. Kode angkutannya yaitu nomor D07 dan D07A.

D07 mengangkut penumpang dari Terminal Depok ke terminal Citayam (pulang pergi). D07A beroperasi dari Terminal Depok ke Pitara dan Rawa Denok.

Trayek angkutan kota tersebut merupakan armada milik Kota Depok. Jika datang dari arah Bogor atau Jakarta, maka bisa menggunakan Commuter Line.

Tahura Pancoran Mas jaraknya hanya 2,6 kilometer dari Stasiun Depok Baru. Waktu tempuh yang diperlukan sekitar 10 sampai 15 menit berkendara.

Jangan lewatkan Tahura Pancoran Mas ketika berkunjung ke Depok, ya. Mengajak keluarga jalan-jalan ke ruang terbuka hijau banyak manfaatnya lho.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Rumah123 Tools

Sedang Mencari Properti?

Sedang Mencari Properti?

Temukan rumah impian Anda di Rumah123.com!
Cari Properti
Solusi Miliki Hunian dengan KPR

Solusi Miliki Hunian dengan KPR

Cicilan per bulan ringan, proses cepat, dan masih banyak lagi!
Ajukan KPR
Cek Harga Properti

Cek Harga Properti

Ketahui estimasi harga properti berdasarkan spesifikasi dan lokasi.
Cek Sekarang
Bagikan
Gagal menyimpan properti
Silahkan login/register untuk menyimpan properti lebih banyak