OK

Ini Standar Lebar Jalan Perumahan yang Berlaku di Indonesia

Lebar Jalan PerumahanLebar jalan perumahan adalah hal yang penting bagi warga komplek, sebab tergolong fasilitas utama yang dapat menunjang mobilitas.

Lalu, berapakah lebar ideal jalan perumahan di Indonesia? Apakah terdapat peraturan khusus yang mengatur perihal ini?

Perlu diketahui, jalan yang terdapat di sebuah komplek perumahan merupakan jalan khusus.

Jalan khusus tersebut dibangun oleh instansi terkait (developer) untuk kepentingan penghuni perumahan. Peraturan ini tertuang pada UU No. 38 tahun 2004.

Maka itu, jalan khusus perumahan perlu dibangun secara tepat, agar tidak menimbulkan kemacetan di dalam perumahan.

Ini juga diperuntukkan bagi warga perumahan saja, sepanjang status jalan tidak dialihkan kepada negara.

Tentunya yang bertanggung jawab atas kondisi jalan di perumahan adalah developer atau pengembang.

Lalu, bagaimana peraturan mengenai lebar jalan perumahan? Nah untuk mengetahuinya, baca ulasan di bawah ini.

Baca juga:

Kenali 5 Fasilitas Perumahan yang Wajib Ada dalam Hunian

Peraturan Pemerintah tentang Lebar Jalan Perumahan

Peraturan Pemerintah tentang Lebar Jalan PerumahanMenurut Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 32 tahun 2006, jalan Lokal Sekunder I harus memenuhi standar lebar jalur ideal minimum untuk jalan satu dan dua jalur, yakni mulai dari 5,5-6 meter. 

Sedangkan untuk bahu jalan umumnya selebar 1 sampai 1,5 meter, agar dapat dilalui sebanyak 800-2.000 kendaraan per harinya.

Selain itu, untuk perumahan kelas menengah ke atas lebar jalannya di atas 8 meter, dengan garis sempadan bangunan (GSB) 3-4 meter.

Contohnya, bila developer mencantumkan informasi ROW jalan perumahan 7 meter, maka jalan yang bisa dilalui hanya 60%-nya saja.

Sementara 40% sisanya dapat menjadi saluran air, jalur pedestrian, dan lain sebagainya.

Fakta Lebar Jalan Perumahan di Indonesia 

Fakta Lebar Jalan Perumahan di IndonesiaSeperti yang disebutkan sebelumnya, rata-rata lebar jalan perumahan yang ditetapkan pemerintah adalah 8 meter. 

Sedangkan pada perumahan subsidi, ukuran lebar jalan perumahan lebih kecil yakni berkisar dari 3 hingga 6 meter.

Tapi, sebenarnya standar lebar jalan perumahan dapat disesuaikan dengan letak geografis kawasan perumahan.

Bahkan, ada yang bisa membangun ROW jalan hingga 10 meter karena banyaknya kendaraan yang terparkir di sisi kiri dan kanan jalan.

Biasanya satu kendaraan roda empat membutuhkan ruang 1-1,5 meter di sisi kiri jalan, dan satu kendaraan lain pada sisi kanan jalan. 

Dengan begitu bahu jalan yang digunakan untuk parkir akan memakan ruang hingga 3 meter.

Lalu ukuran lebar jalan pun akan tersisa hingga 7 meter, agar kendaraan bisa lewat dengan normal.

Meskipun sudah ada ketentuan lebar jalan perumahan, tapi rata-rata jalan perumahan di Indonesia tidak memiliki ukuran yang begitu luas, bahkan biasanya hanya 5 meter saja.

Ukuran tersebut pun belum dikurangi dengan adanya parkir kendaraan pada bahu jalan, sehingga jalan yang tersisa hanya 2 meter.

Karena itu kemacetan di area perumahan pun rentan terjadi. Saat jalan sibuk membuat kondisi jalanan menjadi semakin tersendat.

Sebaiknya saat Anda sedang mencari rumah dijual, pertimbangkan infrastruktur di dalam perumahan terutama ROW jalannya.

Jika butuh rekomendasi, terdapat Paradise Serpong City yang memiliki ROW jalan hingga 9 meter. 

Ada pula Mustika Park Place at Setu Bekasi, yang memiliki infrastruktur jalan utama selebar 16 meter dan jalan lingkungan sekitar 6-10 meter.

hunian yang sudah dilengkapi dengan carport

Selain itu, terdapat cara lain untuk mengantisipasi kemacetan pada jalan perumahan, yakni dengan memilih hunian yang sudah dilengkapi dengan carport dan garasi.

Untuk rekomendasi rumah yang sudah dilengkapi dengan carport, terdapat Adhi City Sentul dan Dago Village Bandung yang bisa dipilih.

Nah, itulah ulasan mengenai lebar jalan perumahan yang bisa menjadi informasi untuk Anda.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya.

Baca juga:

Pindah ke Apartemen? Patuhi dan Ketahui Peraturan Tinggal di Apartemen Berikut Ini!

 

Author:

Rachmi Arin Timomor

Rekomendasi Properti