OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Bisakah THR untuk DP Rumah? Ini 6 Tips Memanfaatkannya
r123-share-title

Dipublikasikan 20 Februari 2026 · 4 min read · by Yongky Yulius

Pasangan suami istri sedang mempersiapkan alokasi THR untuk DP rumah

Bisa jadi saat ini kamu sedang mempertimbangkan, apakah THR bisa untuk DP rumah?

Jika sedang berpikir demikian, berarti THR bukan lagi dipandang sebagai tambahan dana yang langsung habis untuk berbagai kebutuhan hari raya.

Lebih dari itu, THR difungsikan sebagai untuk tujuan jangka panjang, seperti untuk DP pembelian rumah.

Namun pertanyaannya, sebenarnya seberapa realistis menggunakan THR untuk langkah awal membeli hunian tanpa mengganggu kebutuhan utama?

Artikel dari Panduan Rumah123 ini membahas beberapa tips bermanfaat agar THR bisa dimanfaatkan secara lebih terencana.

1. Tentukan prioritas finansial sebelum membagi THR

Pertama, kamu mesti ingat, secara fungsi THR adalah bagian dari arus kas tahunan keluar.

Jadi, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memetakan terlebih dahulu kebutuhan wajib yang tidak bisa ditunda selama Ramadhan.

Misalnya, kebutuhan itu adalah:

  • Zakat
  • Pengeluaran Lebaran
  • Cicilan berjalan
  • Dana darurat

Jika kebutuhan itu sudah terpenuhi melalui pengalokasian gaji dan THR, barulah kamu bisa melihat berapa ruang yang tersedia untuk dialokasikan ke DP rumah.

Berkat pendekatan tersebut, kamu bisa mencegah keputusan emosional yang bisa membuat kondisi keuangan terasa sempit setelah hari raya.

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123
Bank BTN
Bunga mulai
3.75%
Tenor maks.
30 tahun
Angsuran mulai dari
Rp. 1.111.477
*Perhitungan angsuran berdasarkan tenor maksimal, harga rumah Rp 300 juta, dan uang muka 20%. Lihat Semua Bank

2. Gunakan pendekatan persentase, bukan nominal

Saat menyisihkan THR untuk DP rumah, sebaiknya mengalokasikan secara angka tetap.

Pasalnya, penentuan secara angka tetap bisa berat karena kondisi finansial setiap orang berbeda.

Solusinya, kamu bisa menggunakan pendekatan presentase.

Contohnya, menyisihkan 20–40% THR memberi ruang untuk kebutuhan konsumtif sekaligus investasi masa depan.

Metode tersebut bisa membantumu menjaga disiplin finansial karena kamu bekerja dengan kerangka yang konsisten, bukan keputusan impulsif.

Selain itu, pembagian berbasis presentasi membuat rencana terasa lebih realistis dan berkelanjutan.

3. Jadikan THR sebagai pelengkap, bukan satu-satunya sumber DP

Dalam kenyataannya, kebutuhan DP rumah itu cukup bisa dan jarang bisa terpenuhi hanya dari THR saja.

Jadi, posisi terbaiknya adalah, THR dijadikan sebagai pelengkap untuk mempercepat pencapaian target yang sudah direncanakan sebelumnya.

Kurang lebih, fungsinya bisa seperti ini:

  • Jika sudah ada tabungan DP rumah, tambahan THR bisa untuk meningkatkan kesiapan finansial secara signifikan.
  • Jika belum ada tabungan khusus, THR bisa menjadi titik awal membangun tabungan DP rumah.

4. Simulasikan dampaknya terhadap cash flow bulanan

Selalu ingat hal ini: keputusan finansial besar apa pun harus diuji terhadap arus kas rutin.

Jadi, setelah mengalokasikan THR untuk DP rumah, coba bayangkan kondisi keuangan 1–3 bulan berikutnya.

Apakah masih ada ruang untuk kebutuhan harian, cicilan, dan tabungan lain?

Simulasi sederhana itu bisa membantu mengidentifikasi potensi tekanan finansial sejak awal.

Dengan begitu, kamu bisa memastikan apakah langkah yang diambil itu tidak mengganggu stabilitas bulanan.

5. Sisakan dana likuid untuk kebutuhan tak terduga

Jangan sampai mengunci terlalu banyak dana untuk tujuan jangka panjang, tanpa mempertimbangkan kebutuhan mendadak.

Padahal, bisa saja kejadian tak terduga bisa muncul kapan saja.

Jadi, jangan lupa untuk menyisakan dana likuid untuk menjaga fleksibilitas finansial tanpa harus berutang atau membongkar rencana DP.

Likuiditas berfungsi sebagai bantalan keamanan yang membuat strategi finansial lebih tahan terhadap risiko.

Prinsipnya sederhana. Investasi properti itu, termasuk membeli rumah, adalah hal yang penting.

Tapi, jangan lupakan juga soal ketahanan finansial.

6. Selaraskan keputusan dengan rencana membeli rumah

Tips terakhir dalam artikel ini yaitu, kamu harus membuat target yang jelas terlebih dahulu.

Misalnya, lokasi rumah, kisaran harga, dan timeline pembelian.

Tanpa arah yang spesifik, dana berisiko tercampur dengan pengeluaran lain.

Menempatkan alokasi THR dalam rekening atau tabungan khusus membantu menjaga komitmen jangka panjang.

Selain itu, perencanaan yang matang memungkinkan kamu mengevaluasi kesiapan finansial secara objektif.

Rumah adalah keputusan besar, sehingga setiap langkah menuju ke sana perlu terstruktur.

***

Sebagai kesimpulan, menggunakan THR untuk DP rumah bisa menjadi langkah cerdas, selama didasari perhitungan yang realistis dan tidak mengorbankan stabilitas keuangan keluarga.

Kuncinya bukan pada seberapa besar nominal yang dialokasikan, tetapi pada kedisiplinan dan kesiapan finansial jangka panjang.

Apabila perencanaan matang, THR dapat menjadi momentum awal untuk bergerak lebih dekat ke tujuan memiliki hunian sendiri.

Jika ingin memahami opsi pembiayaan, simulasi cicilan, atau informasi KPR secara lebih lengkap, silakan cek laman KPR dari Rumah123.

Simulasi Kemampuan KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp /bulan
Tahun
Hasil Simulasi
Harga Properti Maksimal Rp. 3.560.495.673
Angsuran maksimal yang disarankan Rp. 30.000.000
Uang muka yang harus disiapkan Rp. 712.099.135
*Hasil berdasarkan suku bunga terendah di Rumah123, dan asumsi kamu tidak memiliki cicilan bulanan lain yang berjalan saat ini.