Cara Kerja Agen Properti dari Awal hingga Transaksi
Terakhir diperbarui 07 Oktober 2026 · 7 min read · by Yongky Yulius

Ringkasan Artikel:
- Cara kerja agen properti meliputi mencari properti; membuat surat izin memasarkan; bertemu pemilik; memasarkan properti; survei lokasi; memandu visit unit; hingga membantu proses transaksi.
- Agen properti perlu memiliki pengetahuan mengenai properti serta memahami kondisi pasar dan industri properti.
- Persyaratan menjadi agen properti dapat berbeda, tetapi beberapa perusahaan menetapkan pendidikan minimal D3 atau S1.
- Sertifikasi; kemampuan pemasaran; komunikasi; negosiasi; membangun relasi; serta konsistensi menjadi bekal penting bagi agen properti.
Cara kerja agen properti adalah bertindak sebagai perantara antara pemilik properti dan calon pembeli, mulai dari mencari dan memasarkan properti hingga membantu proses transaksi.
Dengan mengetahui cara kerjanya, Anda jadi bisa mempersiapkan diri secara lebih matang karena telah mendapatkan gambaran apa saja yang akan dilakukan sebagai agen.
Dalam dunia properti, istilah tersebut dikenal pula sebagai broker properti atau makelar properti.
Daftar Isi:
- Apa Itu Broker Properti?
- Bagaimana Cara Kerja Agen Properti?
- 1. Mencari Properti yang Dijual
- 2. Membuat Surat Izin Memasarkan
- 3. Bertemu Pemilik Properti
- 4. Memasarkan Properti
- 5. Survei Lokasi dan Memandu Pembeli untuk Melihat Unit
- 6. Menyelesaikan Proses Transaksi
- Apa Kualifikasi dan Persyaratan Menjadi Agen Properti?
- Minimal Pendidikan
- Memiliki Sertifikasi
- Memiliki Pengetahuan Properti
- Memiliki Hard Skill dan Soft Skill yang Mumpuni
Apa Itu Broker Properti?
Agen properti adalah pihak yang menjadi perantara antara pembeli dengan penjual properti.
Agen membantu pihak penjual dalam pemasaran hingga proses transaksi jual beli properti terjadi.
Di samping itu, agen juga akan membantu pembeli, baik dalam memberikan rekomendasi properti sampai transaksi dan pengurusan dokumen legal.
Menurut buku Cara Gampang Membeli Rumah Tanpa Modal oleh Suprayitno Marlan, keberadaan broker properti sangat membantu bagi para penjual atau pembeli yang ingin membeli, menyewa, dan menjual properti yang diinginkan.
Agen properti terdiri dari broker properti freelance dan broker bersertifikat yang bekerja di bawah naungan perusahaan agen properti.
Bagaimana Cara Kerja Agen Properti?
1. Mencari Properti yang Dijual

Tugas agen properti adalah mencari properti yang sedang dijual, misalnya, mencari rumah dijual di Yogyakarta atau apartemen dijual di Semarang untuk ditawarkan pada calon pembeli.
Untuk mencari properti yang sedang dijual, ada beberapa cara yang biasa dilakukan oleh seorang agen, di antaranya:
- Menawarkan jasa kepada developer atau pemilik properti. Agen menghubungi melalui telepon atau aplikasi pesan instan dengan melampirkan proposal kerja sama agen properti, baik individu maupun perusahaan.
- Menelusuri internet, seperti di media sosial untuk mencari properti yang dijual.
- Membantu menjualkan properti milik teman atau keluarga sendiri.
Baca juga:
Begini Cara Menjual Rumah Melalui Agen Properti & Keunggulannya
2. Membuat Surat Izin Memasarkan

Setelah pemilik properti setuju menggunakan jasanya, agen dapat membuat surat izin memasarkan properti.
Surat ini berisi informasi detail mengenai properti yang akan dipasarkan.
Keberadaannya penting sebagai bukti bahwa agen mendapat izin dari pemilik untuk menawarkan properti tersebut.
Dengan adanya surat izin memasarkan, broker properti memiliki dasar tertulis yang dapat membantu mencegah konflik atau kesalahpahaman di kemudian hari.
3. Bertemu Pemilik Properti
Saat bertemu, agen akan meminta pemilik properti untuk memeriksa dan menandatangani surat izin memasarkan yang telah dibuat sebelumnya.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi agen untuk memperdalam product knowledge mengenai properti yang akan dipasarkan.
Agen dapat menanyakan secara detail mengenai spesifikasi, harga, keunggulan, serta hal lain yang membedakan properti tersebut dari properti lainnya.
Di sisi lain, pemilik properti juga dapat mengajukan sejumlah pertanyaan kepada agen, misalnya, mengenai program kerja, strategi pemasaran, besaran komisi agen, hingga ketentuan yang tercantum dalam perjanjian.
4. Memasarkan Properti
Cara kerja agen properti berikutnya adalah melakukan marketing atau pemasaran.
Kegiatan ini penting agar properti yang dipasarkan lebih dikenal dan menjangkau calon pembeli yang sesuai.
Selain pemasaran konvensional, agen properti saat ini juga perlu memahami pemasaran digital.
Dibandingkan pemasaran konvensional, pemasaran digital memungkinkan agen menjangkau target pasar yang lebih spesifik sesuai karakteristik calon pembeli.
Beberapa cara pemasaran yang dilakukan agen di antaranya adalah:
- Memasarkan lewat situs jual beli properti seperti Rumah123. Situs ini memiliki listing lengkap dan berkualitas.
- Memasarkan ke kenalan atau relasi.
- Memasarkan lewat media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Agen sekarang harus memiliki kemampuan copywriting, social media strategy, dan membuat video.
- Pemasangan banner. Cara ini dilakukan agar calon pembeli yang melihat properti dapat langsung mengetahui bahwa properti tersebut sedang dipasarkan dan menghubungi nomor agen yang tercantum pada banner.
5. Survei Lokasi dan Memandu Pembeli untuk Melihat Unit

Survei lokasi dilakukan untuk mengetahui kondisi properti yang akan dijual, mulai dari kondisi fisik bangunan hingga lingkungan di sekitarnya.
Dengan survei ini, agen properti dapat memiliki product knowledge yang cukup untuk menjelaskan properti kepada calon pembeli.
Jadi, ketika ada calon pembeli yang tertarik dan melakukan visit unit, agen dapat menjawab berbagai pertanyaan dengan jelas dan detail.
Saat visit unit, agen juga perlu memandu calon pembeli dengan baik.
Selain memberikan informasi yang tepat, agen harus memberikan pelayanan yang nyaman dan profesional.
Baca juga:
Daftar Agen Properti Terbaik di Indonesia, Siapa Juaranya?
6. Menyelesaikan Proses Transaksi

Selanjutnya, cara kerja agen properti yang tidak kalah penting adalah membantu proses transaksi.
Dalam tahap ini, agen properti dapat mendampingi pembeli hingga proses pembelian properti selesai.
Agen juga dapat membantu menjelaskan tahapan transaksi dan memastikan dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan.
Jika pembelian menggunakan skema KPR, agen dapat membantu mengarahkan pembeli dalam menyiapkan dokumen dan mengikuti proses pengajuan KPR sesuai ketentuan bank.
Apa Kualifikasi dan Persyaratan Menjadi Agen Properti?
Minimal Pendidikan
Untuk menjadi agen properti independen, seseorang tidak harus memiliki latar belakang pendidikan atau gelar tertentu.
Namun, jika ingin bergabung dengan perusahaan broker properti atau bekerja di perusahaan pengembang, persyaratan pendidikan bisa berbeda.
Beberapa perusahaan dapat menetapkan minimal pendidikan D3 atau S1 bagi calon agen properti.
Memiliki Sertifikasi

Salah satu cara menjadi agen properti adalah memiliki sertifikasi.
Sertifikasi tersebut dapat menjadi bukti kompetensi dan kredibilitas agen properti dalam menjalankan pekerjaannya.
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 105/M-DAG/PER/12/2015, terdapat ketentuan mengenai sertifikasi bagi tenaga perantara perdagangan properti.
Di Indonesia, terdapat beberapa lembaga yang menyelenggarakan sertifikasi bagi tenaga profesional di bidang properti, di antaranya LSP Agen Real Estate Andalan (AREA) Indonesia dan LSP Broker Properti Nasional.
Baca juga:
Cara Sertifikasi Agen Properti dan Manfaatnya
Memiliki Pengetahuan Properti
Seorang broker properti tentu perlu memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai properti yang dipasarkannya.
Pengetahuan tersebut mencakup hal-hal dasar, seperti tipe properti, spesifikasi, harga, desain, lokasi, hingga fasilitas yang tersedia.
Agen juga perlu memahami kondisi industri properti secara lebih luas, termasuk perkembangan pasar, tren harga, kebijakan pemerintah, serta faktor lain yang dapat memengaruhi minat pembeli.
Memiliki Hard Skill dan Soft Skill yang Mumpuni

Selanjutnya, seorang agen properti perlu memiliki hard skill dan soft skill yang mendukung pekerjaannya. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pemasaran, baik secara konvensional maupun digital.
- Komunikasi, termasuk public speaking dan kemampuan persuasif.
- Negosiasi, untuk membantu mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.
- Kemampuan mendengarkan, agar dapat memahami kebutuhan dan keinginan calon pembeli.
- Kemampuan membangun relasi, untuk menjalin hubungan baik dengan pemilik properti maupun calon pembeli.
- Persisten dan konsisten, terutama dalam melakukan pemasaran dan membangun jaringan.
***
Demikian informasi mengenai cara kerja agen properti.
Tertarik memulai karier sebagai agen properti? Daftar menjadi agen di Rumah123 sekarang dan mulai kembangkan kariermu di industri properti!
Semoga ulasannya bermanfaat!



