Panduan KPR, Cara Pengajuannya agar Cepat Disetujui Bank

Panduan KPR

?Foto: EPlus Consulting

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, dan memiliki rumah pribadi adalah impian sebagian besar orang.

 

Namun dalam mewujudkan impian ini, kita sering terkendala oleh harga jual rumah yang terus melonjak dari waktu ke waktu.

 

Berangkat dari persoalan tersebut, sebuah solusi pun hadir ke tengah masyarakat yang membutuhkan hunian. 

 

Solusi itu adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang membuat kita dapat memiliki rumah meskipun dengan bujet terbatas.

 

Namun sebelum membahas panduan KPR secara lengkap, alangkah baiknya untuk mengenal istilah yang satu ini.

Pengertian Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Pengertian Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Foto: Dobsons Estate Agents

 

Jadi, apa itu KPR?

 

Singkatnya, Kredit Pemilikan Rumah atau yang lebih dikenal sebagai KPR adalah salah satu produk pembiayaan atau pinjaman dari perbankan untuk pembelian rumah.

 

Selain untuk membiayai pembelian rumah, KPR juga bisa membiayai pembelian properti lain seperti apartemen, ruko dan office space.

 

Melalui KPR, pihak bank dapat memberikan pembiayaan atau pinjaman kepada pembeli rumah dengan skema tertentu.

 

Setiap bank menawarkan persentase skema pembiayaan yang berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing bank yang tentunya mengacu kepada aturan yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).

 

Peraturan BI tentang KPR sendiri tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 21/13/PBI/2019.

 

Saat ini, KPR di Indonesia tak hanya disediakan oleh perbankan, tapi juga oleh lembaga non bank seperti perusahaan pembiayaan (leasing). 

 

Biasanya, perusahaan pembiayaan ini menyalurkan pembiayaan atau pinjaman dari lembaga sekunder.

Jenis-jenis KPR 

Jenis-jenis KPRFoto: Investment Property

 

Nah, setelah memahami pengertian tentang apa itu KPR rumah, Anda sebaiknya memahami jenis-jenis KPR yang ada. 

 

Sebagai salah satu produk pembiayaan atau pinjaman dari perbankan, KPR memiliki banyak sekali turunan yang wajib diketahui.

 

KPR sendiri terbagi dalam dua jenis, yaitu KPR berdasarkan agunan dan KPR berdasarkan penerima dan tingkat suku bunga. 

 

Memahami turunan dari jenis-jenis KPR penting untuk mengetahui pilihan KPR terbaik yang cocok untuk Anda.

Jenis KPR Berdasarkan Agunan

 

Berdasarkan agunan atau jaminan yang harus diberikan oleh pembeli rumah kepada pihak bank, KPR dibagi menjadi dua, yaitu KPR pembelian dan KPR multiguna. 

 

Lantas, bagaimana ketentuan kedua KPR ini?

KPR Pembelian

 

KPR pembelian merupakan salah satu jenis KPR yang paling umum digunakan oleh pembeli rumah. 

 

Dengan KPR ini, pembeli rumah menggunakan rumah yang dibeli sebagai agunan atau jaminan yang diberikan kepada pihak bank.

 

Apabila pembeli rumah tak dapat melunasi kredit rumahnya, maka otomatis rumah menjadi milik bank karena digunakan sebagai agunan atau jaminan. 

 

Namun, tentunya kita berharap rumah tak sampai menjadi milik bank ya.

KPR Multiguna atau Refinancing

 

KPR multiguna atau refinancing merupakan pengajuan kembali kredit kepada pihak bank dengan jaminan rumah yang sudah dimiliki. 

 

Dengan kredit multiguna, dilakukan sistem penilaian ulang terhadap rumah yang sudah dibeli dengan KPR pembelian.

 

Pihak bank akan melakukan penyesuaian terhadap KPR lama setelah menilai ulang rumah. KPR barunya akan didasarkan pada nilai baru rumah dan bunga kredit baru setelah dikurangi cicilan KPR pembelian yang sudah dibayarkan sebelumnya.

Jenis KPR Berdasarkan Penerima dan Tingkat Suku Bunga

 

Berdasarkan penerima dan tingkat suku bunga, KPR dibagi menjadi empat, yaitu KPR bersubsidi, KPR konvensional, KPR syariah, dan in-house KPR. 

 

Nah untuk memahami keempat jenis KPR ini, simak ulasan berikut ini.

KPR Subsidi

 

KPR subsidi adalah jenis KPR yang disediakan oleh pihak bank sebagai bagian dari program pemerintah. 

 

Tujuan KPR subsidi adalah menyediakan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Dengan begitu, MBR dapat membeli rumah subsidi misalnya di De Keraton Kosambi Karawang atau The Valley of Esma Bandung.

 

MBR bisa membeli rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), artinya beli rumah dapat subsidi dari pemerintah.

 

Adapun syarat gaji minimal KPR subsidi, yaitu empat juta per bulan dan syarat gaji maksimal delapan juta per bulan.

KPR Konvensional

 

Anda sudah tahu apa itu KPR konvensional atau yang sering disebut juga dengan KPR non-subsidi? 

 

KPR konvensional sendiri merupakan produk pembiayaan atau pinjaman dari perbankan yang disediakan dengan persyaratan sesuai ketentuan umum perbankan.

 

Selain itu, KPR konvensional memiliki tingkat suku bunga reguler yang ditetapkan oleh masing-masing bank pemberi kredit. 

 

Hal yang membedakan KPR subsidi dengan KPR konvensional adalah jangka waktu kredit, perlindungan, persentase pembayaran dan suku bunga.

KPR Syariah

 

Dewasa ini, terdapat banyak properti syariah yang diperjualbelikan di Indonesia, di mana pembayarannya dilakukan melalui sistem KPR syariah.

 

Aturan main dalam KPR syariah sendiri tak jauh berbeda dengan aturan main KPR konvensional. 

 

Bedanya, sistem KPR syariah menganut nilai-nilai dan prinsip-prinsip transaksi secara islami.

 

Meskipun begitu, KPR syariah tak hanya disediakan secara eksklusif bagi mereka yang menganut agama Islam saja. 

 

Pemeluk agama lain pun boleh mengajukan KPR yang satu ini. 

 

KPR syariah sendiri menggunakan prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa).

In-house KPR

 

KPR jenis ini diberikan sebagai fasilitas yang disediakan oleh pengembang. 

 

Dengan in-house KPR, pembeli rumah melakukan kredit rumah tanpa bank, melainkan melalui developer atau kredit rumah langsung ke pemilik.

 

Serah terima rumah dalam in-house KPR umumnya dilakukan jika total pembayaran sudah di atas 80 persen. 

 

Jika bukan 80 persen, maka disesuaikan dengan perjanjian pembelian yang disahkan oleh notaris. 

Syarat-Syarat KPR

Syarat KPR

Foto: Unsplash

 

Dalam bahasan panduan KPR ini, tentunya Anda juga harus tahu syarat yang harus dipenuhi oleh pembeli rumah. 

 

Jadi, apa saja syarat KPR tersebut? Pada umumnya persyaratan tiap bank sama saja. Namun untuk memastikan persyaratan lengkapnya, silahkan hubungi bank pilihan Anda. 

 

Adapun persyaratan umum pengajuan KPR kurang lebih seperti di bawah ini:

 

Pemohon merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.

Pemohon berusia minimal 21 tahun.

Pemohon memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (profesional/wiraswasta).

 

Nah, apabila syarat KPR di atas terpenuhi, siapkan beberapa dokumen berikut:

 

Fotokopi kartu identitas bisa berupa KTP, Paspor, KITAS, atau KITAP

Slip gaji bulan terakhir/surat keterangan gaji

Fotokopi rekening koran

Fotokopi surat izin praktek untuk profesional

Fotokopi akte perusahaan atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Fotokopi tagihan bulanan kartu kredit 1 bulan terakhir

Fotokopi kartu kredit

Prosedur Pengajuan KPR 

Prosedur Pengajuan KPRFoto: Unsplash

 

Setelah tahu syarat-syaratnya, panduan KPR berikutnya adalah membahas prosedur pengajuan.

 

Hal pertama yang harus dilakukan tentu saja memilih properti idaman. Silakan pilih rumah, apartemen, ruko, rukan dan lain-lain yang diinginkan. Anda bisa melakukan pencarian di situs jual rumah Rumah123 dimana tersedia banyak sekali pilihan perumahan baru dari developer terkemuka.

 

Langkah selanjutnya adalah memilih bank penyedia KPR, lalu mengisi formulir pemesanan properti.

 

Saat mengisi formulir pemesanan Anda harus menyiapkan bujet untuk membayar biaya booking atau serta bujet untuk membayar uang muka atau down payment(DP).

 

Kemudian, Anda akan diharuskan mengisi formulir pengajuan kredit dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Untuk formulir ini silahkan hubungi pihak bank dimana Anda akan mengajukan KPR.

 

Jika sudah selesai, prosedur selanjutnya adalah menunggu pengajuan diproses oleh pihak bank yang akan melakukan analisa permohonan kredit dan survey appraisalnilai aset properti.

 

Jika pihak bank sudah menyetujuinya, akad kredit di depan notaris pun siap dilakukan. Nah ketika akad kredit dilaksanakan, biasanya nasabah akan diminta juga untuk melunasi biaya administrasi.

 

Terakhir, Anda tinggal membayar cicilan KPR setiap bulannya selama masa tenor.

Kesalahan atau Kendala dalam Pengajuan KPR

Kesalahan atau Kendala dalam Pengajuan KPR

Foto: Pexels

 

Mengikuti prosedur pengajuan KPR tak selamanya lancar, tapi kadang-kadang ada saja kendala yang terjadi dalam prosesnya. 

 

Sebagai pengetahuan, panduan KPR ini akan mengurai kesalahan atau kendala yang sering terjadi dalam pengajuan, misalnya:

Mengajukan KPR ke Satu Bank Saja

 

Mengurus keperluan administrasi untuk pengajuan KPR ke satu bank saja sudah merepotkan, tapi justru inilah yang harus dipertimbangkan.

 

Mengajukan KPR ke satu bank saja tidak dianjurkan, lebih baik mengajukan ke beberapa bank agar ada cadangan jika ditolak.

Tak Mau Ambil Risiko

Tak Mau Ambil RisikoFoto: iStock

 

Banyak orang memilih untuk kredit rumah dengan jumlah cicilan bernilai paling rendah dan dalam jangka waktu paling pendek.

 

Padahal disarankan untuk berani ambil resiko dengan cara kredit rumah murah dalam jangka waktu panjang.

Turun Plafon

 

Pengertian turun plafon yaitu jumlah pembiayaan atau pinjaman yang dicairkan lebih kecil daripada yang diajukan. 

 

Penyebab turun plafon KPR biasanya karena mengajukan KPR untuk membeli rumah bekas.

 

Nah, untuk mengatasi persoalan ini, Anda dianjurkan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pihak marketing bank. 

 

Dengan menjalin komunikasi yang baik, nasabah bisa dibantu untuk mendapatkan KPR lebih mudah.

Pengajuan KPR yang Ditolak

 

Perlu diingat kalau pihak bank tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskan alasan penolakan KPR.

 

Hal ini dilakukan agar kebijakan umum dari setiap bank tidak disalahgunakan menjadi pemalsuan data.

 

Kurangnya kelengkapan administrasi biasanya menjadi faktor utama penyebab gagal KPR. Selain itu, ada juga faktor-faktor lainnya yang menyebabkan KPR ditolak, seperti:

Kebiasaan Menabung yang Tak Konsisten

Tabungan RUmah

Foto: Unsplash

 

Tahukah Anda, kalau kebiasaan menabung cukup mempengaruhi proses approval dalam proses pengajuan KPR, lho

 

Salah satu alasan KPR ditolak adalah jumlah uang yang ditabung setiap bulannya tak konsisten sehingga pihak bank menganggap keuangan Anda tak stabil.

Rekam Jejak Pembayaran Kredit Kurang Baik

Ilustrasi Kartu Kredit

Foto: Unsplash

 

Jika rekam jejak pembayaran kredit Anda buruk, maka besar kemungkinan kalau pihak bank akan menolak pengajuan KPR Anda. 

 

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya menjaga rekam jejak pembayaran kredit di bank manapun, karena pihak bank bisa melakukan cross-check antar bank melalui BI.

Panduan KPR agar Diterima

Tips agar Pengajuan KPR DiterimaFoto: Unsplash

 

KPR menawarkan sebuah jalan “pintas” untuk mewujudkan impian memiliki rumah pribadi. 

 

Ya, meskipun bisa dibilang jalan pintas, Anda harus tetap bersabar karena prosedur pengajuan KPR yang harus diikuti cukup rumit dan tidak serta merta langsung diterima.

 

Setelah pengajuan diterima pun Anda harus bersiap menghadapi masa pembayaran cicilan yang lamanya bertahun-tahun.

 

Nah, agar pengajuan diterima oleh bank dan cicilannya tak memberatkan, berikut panduan dan tipsnny

Jangan Takut Tenor Panjang

 

Tenor adalah jangka waktu pelunasan cicilan KPR biasanya berkisar antara 10, 15, hingga 30 tahun. 

 

Dalam kredit rumah, Anda tak perlu takut mengambil tenor panjang karena harga rumah akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Perhatikan Besar Cicilan

 

Selain jangan takut tenor panjang, Anda juga harus memperhatikan besar cicilan KPR agar tak menjadi beban di kemudian hari. 

 

Jangan sampai besar cicilan KPR ditambah cicilan lain yang di luar KPR melebihi 30 persen pendapatan per bulan.

Siapkan Uang Tunai

Ilustrasi Uang Tunai

Foto: Unsplash

 

Uang tunai tak hanya dibutuhkan untuk membayar uang muka atau down payment (DP), tapi juga diperlukan untuk biaya administrasi, booking fee, biaya penilaian jaminan dan provisi kredit. 

 

Jika dihitung-hitung, uang tunai untuk keperluan tersebut jumlahnya tak sedikit lho.

Bandingkan KPR dan Pilih yang Paling Cocok

 

Hampir setiap bank menawarkan produk KPR, saking banyaknya pilihan kadang-kadang kita malah bingung.

 

Tapi jangan terburu-buru, ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk membandingkan berbagai produk KPR tersebut.

 

Coba pertimbangkan untuk memilih produk KPR dari bank di mana Anda sudah menjadi nasabahnya.

 

Hal ini bisa memudahkan Anda jika terjadi masalah pada pengajuan KPR, dan yang pasti pilihlah yang sesuai dengan kondisi finansial.

 

 

Itu dia uraian panduan KPR secara lengkap yang bisa membantu Anda untuk membeli rumah.

 

Bagi yang masih mencari pilihan hunian, Rumah123 menyediakan banyak sekali listing rumah idaman yang bisa Anda intip, contohnya ada Grand Cinunuk, CitraGrand CBD Cibubur serta masih banyak lagi.

 

Semoga informasi ini bermanfaat ya!

 

 

Author:

Miyanti Rahman