Surat Pemesanan Rumah (SPR): Pengertian, Fungsi, Isi, dan Contohnya
Terakhir diperbarui 14 September 2026 · 7 min read · by Yongky Yulius
Ringkasan Berita:
- Surat Pemesanan Rumah adalah dokumen komitmen awal antara pembeli dan pengembang yang diterbitkan setelah pembayaran booking fee sebagai bukti pemesanan unit tertentu.
- Dokumen ini wajib memuat informasi detail mengenai identitas pemesan, spesifikasi unit, harga jual, serta skema pembayaran sesuai standar regulasi PUPR.
- Meski tidak sekuat PPJB, SPR berfungsi sebagai bukti kesepakatan perdata yang mengikat kedua belah pihak dalam proses transaksi properti.
Surat Pemesanan Rumah atau SPR adalah dokumen yang wajib disertakan dalam pembelian rumah sebagai bukti ketertarikan calon pembeli.
SPR diajukan kepada developer sebagai bentuk komitmen dan keinginan calon pembeli untuk memesan unit rumah tertentu.
Daftar isi:
- Apa Itu SPR Rumah?
- Apa Fungsi Surat Pemesanan Rumah?
- Apa Isi Surat Pemesanan Rumah?
- Apakah SPR Rumah Mengikat secara Hukum?
- Bagaimana Contoh Surat Pemesanan Rumah?
- 1. Contoh Surat Pemesanan Rumah dari Developer
- 2. Contoh Surat Pemesanan Rumah KPR
- 3. Contoh Surat Pemesanan Rumah
- Perbedaan SPR dan PPJB
- Tips Sebelum Menandatangani SPR
- 1. Baca Seluruh Isi Dokumen dengan Teliti
- 2. Pastikan Identitas dan Spesifikasi Unit Jelas
- 3. Cek Ketentuan Booking Fee
- 4. Tanyakan Proses Lanjutan Setelah SPR
- 5. Minta Salinan Resmi & Simpan Bukti Pembayaran
- 6. Periksa Legalitas Developer
Apa Itu SPR Rumah?
Menurut buku Hukum Properti Serta Perlindungan Hukumnya karya Suwardi, SPR rumah adalah dokumen pemesanan rumah bagi masyarakat yang serius ingin membeli hunian.
SPR menjadi salah satu tahapan awal dalam transaksi pembelian rumah.
Setelah menandatangani SPR rumah, calon pembeli perlu membayar sejumlah biaya, seperti booking fee rumah dan uang muka.
Isi SPR mencakup mengenai informasi rumah, skema pembayaran, dan alamat rumahnya.
Apa Fungsi Surat Pemesanan Rumah?
- Bukti bahwa unit rumah telah terjual.
- Bukti pembeli setuju dengan unit yang dipilihnya.
- Bukti kesepakatan pembayaran unit rumah selain kwitansi.
- Penanda identitas pembeli dan penjual properti.
- Dokumen yang berisi penjelasan detail informasi rumah.
Apa Isi Surat Pemesanan Rumah?
- Tanggal pemesanan rumah.
- Nama dan identitas pemesan rumah.
- Alamat pemesanan.
- Nomor kontak pembeli dan penjual.
- Harga rumah.
- Cara pembayaran rumah.
- Alamat rumah.
- Detail unit yang dipesan, seperti blok, nomor kavling, luas bangunan, dll.
- Nilai booking fee dan uang muka (DP rumah).
- Informasi lain, seperti persyaratan, konsekuensi pembatalan, dan lain sebagainya.
Baca juga:
Cara Membuat Surat Minat Beli Tanah yang Benar beserta Contohnya
Apakah SPR Rumah Mengikat secara Hukum?
Surat Pemesanan Rumah memang tidak memiliki kekuatan seperti akta yang dibuat oleh notaris.
Namun, SPR tetap dapat mengikat secara perdata apabila ditandatangani oleh para pihak dan memenuhi syarat sahnya perjanjian menurut hukum.
SPR rumah juga dapat menjadi bukti tertulis apabila terjadi perselisihan antara pembeli dan penjual, misalnya terkait pembatalan transaksi atau pengembalian booking fee.
Kekuatan dokumen tersebut bergantung pada kejelasan isi perjanjian dan bukti pembayaran yang menyertainya.
Karena itu, pembeli perlu memperhatikan setiap klausul dalam SPR, terutama yang mengatur pembatalan transaksi, pengembalian dana, kewajiban para pihak, serta batas waktu pembayaran.
Bagaimana Contoh Surat Pemesanan Rumah?
1. Contoh Surat Pemesanan Rumah dari Developer
2. Contoh Surat Pemesanan Rumah KPR

3. Contoh Surat Pemesanan Rumah
SURAT PEMESANAN RUMAH
Nomor: 012/SPR/ABC/VIII/2026
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Pemesan : Budi Santoso
No. KTP : 317xxxxxxxxxxxxx
Alamat : Jl. Melati No. 10, Jakarta Timur
No. Telepon : 08xxxxxxxxxx
Dengan ini menyatakan telah memesan satu unit rumah kepada:
Nama Developer : PT ABC Properti Sejahtera
Alamat Kantor : Jl. Raya Properti No. 88, Jakarta
Adapun spesifikasi rumah yang dipesan adalah sebagai berikut:
-
Nama Proyek : Green Residence
-
Tipe Rumah : Tipe 45/90
-
Blok / Nomor : Blok B No. 12
-
Luas Bangunan : 45 m²
-
Luas Tanah : 90 m²
-
Harga Jual : Rp450.000.000,-
Sebagai tanda jadi, pemesan telah membayarkan booking fee sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) pada tanggal 10 Agustus 2026, yang akan diperhitungkan sebagai bagian dari harga jual rumah.
Pemesan memahami dan menyetujui bahwa:
-
SPR ini merupakan bukti pemesanan awal dan bukan akta jual beli.
-
Pembayaran selanjutnya akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh pihak developer.
-
Apabila pemesan membatalkan secara sepihak, maka booking fee tidak dapat dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian Surat Pemesanan Rumah ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 10 Agustus 2026
Pemesan,
(tanda tangan)
Budi Santoso
Mengetahui,
Pihak Developer
(tanda tangan & stempel)
PT ABC Properti Sejahtera
Perbedaan SPR dan PPJB
| Aspek | SPR (Surat Pemesanan Rumah) | PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) |
|---|---|---|
| Tujuan | Mencatat pemesanan dan komitmen awal calon pembeli terhadap unit rumah | Mengikat kesepakatan jual beli antara pembeli dan penjual sebelum AJB |
| Tahapan | Umumnya dibuat pada tahap awal sebelum transaksi jual beli dilanjutkan | Dibuat setelah syarat dan ketentuan jual beli terpenuhi sesuai kesepakatan |
| Isi | Data pembeli unit harga booking fee dan ketentuan pemesanan | Hak dan kewajiban para pihak harga pembayaran serah terima serta ketentuan lainnya |
| Kekuatan hukum | Dapat menjadi bukti perjanjian apabila memenuhi syarat sah perjanjian | Merupakan perjanjian pengikatan jual beli yang mengatur kesepakatan para pihak secara lebih lengkap |
| Notaris | Tidak selalu memerlukan notaris | Dapat dibuat di hadapan notaris sesuai bentuk dan ketentuan yang disepakati |
Tips Sebelum Menandatangani SPR
1. Baca Seluruh Isi Dokumen dengan Teliti
Pastikan kamu membaca semua klausul dalam SPR, terutama yang berkaitan dengan pembatalan, refund, dan ketentuan uang hangus.
Jangan hanya fokus pada harga dan tipe rumah saja.
2. Pastikan Identitas dan Spesifikasi Unit Jelas
Periksa apakah alamat unit, tipe rumah, luas bangunan, dan harga sudah sesuai dengan brosur atau penawaran yang kamu terima sebelumnya.
3. Cek Ketentuan Booking Fee
Pastikan nominal booking fee, cara pembayaran, dan apakah booking fee bisa dikembalikan jika pembelian dibatalkan.
Hal tersebut sering menjadi sumber masalah.
4. Tanyakan Proses Lanjutan Setelah SPR
Ketahui kapan akan dilanjutkan ke PPJB dan AJB, serta syarat apa yang perlu dipenuhi agar SPR tetap berlaku.
Ini penting agar kamu tahu alur proses pembelian rumah.
Baca juga:
Perbedaan PPJB dan AJB: Pengertian, Fungsi, hingga Cara Membuatnya
5. Minta Salinan Resmi & Simpan Bukti Pembayaran
Setelah menandatangani SPR dan membayar booking fee, minta salinan resmi SPR beserta kwitansi atau bukti transfer sebagai bukti yang sah.
6. Periksa Legalitas Developer
Pastikan pengembang memiliki izin lengkap, proyeknya terdaftar, dan reputasinya baik.
Jangan ragu untuk mencari ulasan atau menanyakan ke notaris/agen properti terpercaya.
***
Jadi, itu dia beberapa informasi terkait SPR, mulai dari contoh surat pemesanan rumah dari developer hingga untuk KPR.
Surat tersebut dapat dipergunakan jika kamu ingin membeli rumah baru, seperti rumah di Medan atau rumah di Balikpapan.
Ada pertanyaan lain seputar dokumen dan persyaratan beli rumah? Tanyakan di Teras123 untuk mendapatkan jawabannya.
Tak lupa, beli rumah dari berbagai developer official terbaik hanya di Rumah123, #RumahUntukSemua.






