Merancang Desain Kantor Minimalis agar Lebih Nyaman dan Produktif

Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Bisa lebih produktif ketika melakukan suatu pekerjaan, tentu saja memberikan kepuasan tersendiri.

 

Apalagi jika didukung oleh suasana nyaman, maka bekerja di mana pun—baik di rumah ataupun di kantor—pasti akan terasa lebih enjoy.

 

Pendapat itu sejalan dengan hasil penelitian berjudul The Impact of Office Layout on Productivity dalam Journal of Facilities Management (2008).

 

Menurut hasil penelitian tersebut, lingkungan fisik yang baik di tempat bekerja bisa meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 19%.

 

Adapun salah satu indikator lingkungan fisik baik di tempat bekerja ialah layout alias tata ruang kantor yang sesuai kebutuhan kerja.

 

Oleh sebab itu, rumah123.com merekomendasikan penerapan gaya arsitektur dan desain kantor minimalis untuk Anda.

 

Mengapa Desain Kantor Minimalis?

Arsitektur Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Gaya arsitektur dan desain minimalis merupakan salah satu yang paling populer di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak muda.

 

Kesan berkelas dan sleek menjadi kekuatan utama bangunan yang menerapkan gaya satu ini.

 

Namun bukan hanya itu, gaya arsitektur dan desain minimalis juga mengedepankan tata letak ruangan lebih fungsional.

 

Sehingga, denah ruangan menjadi lebih mudah dimengerti, serta lebih efisien tanpa elemen-elemen yang kompleks.

 

Nah, salah satu karakteristik gaya arsitektur dan desain minimalis ini cocok dengan indikator lingkungan fisik baik di tempat bekerja.

 

Di mana layout alias tata letak sebaiknya sesuai dengan kebutuhan kerja karyawan alias fungsional.

 

Selain itu, minimnya elemen-elemen yang kompleks juga bisa membuat karyawan lebih fokus dalam melakukan suatu pekerjaan.

 

Langkah-langkah Merancang Desain Kantor Minimalis

Tidak perlu renovasi besar-besaran untuk menerapkan gaya arsitektur dan desain minimalis pada tempat bekerja Anda.

 

Untuk mewujudkan desain kantor minimalis bisa dimulai dengan melakukan perubahan-perubahan kecil di sekitar ruangan.

 

Nah berikut inspirasi desain kantor minimalis yang bisa Anda wujudkan, mulai dari inspirasi dengan to do tersimpel hingga perlu usaha lebih.

 

Utamakan Simplicity

Merancang Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Suasana di luar tempat bekerja kita rasanya sudah sangat riuh, hiruk pikuk lalu lintas yang kusut pun menjadi santapan sehari-hari.

 

Setibanya di kantor, sering kali kita butuh suasana yang menenangkan dan bersahaja saja, tetapi tetap memberikan kenyamanan maksimal.

 

Oleh sebab itulah, gaya arsitektur dan desain minimalis mengedepankan simplicity yang menghidupkan atmosfer kalem.

 

Untuk menerapkan simplicity ini, Anda bisa menerapkan satu atau maksimal dua warna saja pada ruangan.

 

Atau, pasang meja dan kursi kerja yang terlihat lebih bold sekaligus simple seperti pada gambar di atas.

 

Terapkan Pendekatan Marie Kondo

Desain kantor marie kondo

Foto: unsplash.com

 

Ya betul, mengatur benda-benda sesuai tempatnya adalah kunci menerapkan desain kantor minimalis.

 

Namun tidak bisa dipungkiri untuk melakukan hal ini butuh waktu yang tidak sebentar, tetapi Anda tidak usah khawatir.

 

Sebab, ada satu metode yang bisa dipraktekkan, yaitu dengan pendekatan Marie Kondo alias Konmari yang sempat populer.

 

Jika menerapkan pendekatan tersebut, maka Anda bisa memulainya dengan mengelompokan tiga hal berikut.

 

Pertama, sesuatu yang diperlukan sekarang, kedua sesuatu yang tertunda atau perlu approval, dan ketiga sesuatu yang perlu disimpan selamanya.

 

Pasangkan Benda-Benda yang Seragam atau Mirip

Item Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Memasangkan benda-benda yang seragam atau mirip juga merupakan metode Konmari yang bisa Anda terapkan.

 

Contohnya, alat-alat kantor seperti folder, staples, notes, dan lain sebagainya bisa Anda tempatkan dalam kategori stationery.

 

Sementara itu, tisu, kotak obat dan lain sebagainya bisa Anda tempatkan dalam kategori safety.

 

Nah untuk merancang desain kantor minimalis dengan metode ini, Anda bisa memulainya dengan membuat daftar kategori item.

 

Tidak hanya membuat ruangan lebih rapi dan clean, ini juga bisa memudahkan Anda mencari benda-benda yang diperlukan.

 

Simpan Benda-benda yang Meningkatkan Mood

Mood Desain Kantor Minimalis

Foto: officeworkdesign.com

 

Anda tipikal orang yang suka menumpuk barang? Kalau ya, pasti sering menemukan benda-benda yang sebenarnya tidak membuat bahagia.

 

Kebiasaan itu, tentu saja jauh dari konsep simplicity yang menjadi peraturan utama dalam desain kantor minimalis.

 

Jika Anda ingin menyimpan sesuatu di area kerja, maka simpanlah benda-benda yang mampu meningkatkan mood.

 

Hindari menyimpan tumpukkan buku yang tidak dibaca atau frame foto yang sebenarnya jarang Anda lihat.

 

Dengan begitu, ruangan tempat bekerja akan terasa lebih lapang, sebab hanya ada benda-benda penting dan menyenangkan saja.

 

Gunakan Psikologi Warna

Warna Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Dalam gaya arsitektur dan desain apapun, termasuk desain kantor minimalis, psikologi warna memainkan peran penting.

 

Psikologi warna sendiri adalah sebuah teori yang menjelaskan pengaruh warna terhadap suasana hati, emosi dan perilaku manusia.

 

Desain kantor minimalis sendiri sebaiknya tidak melulu didominasi oleh warna netral dan monokrom.

 

Anda bisa bermain dengan warna lainnya seperti warna-warna yang bernuansa hangat dan alami seperti krem atau cokelat.

 

Atau, warna oranye misalnya di mana warna ini bisa meningkatkan semangat dan membuat kita lebih energik.

 

Aplikasikan Elemen-Elemen Alami

Elemen Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Untuk mempercantik ruangan dengan warna netral atau monokrom, Anda bisa mengaplikasikan elemen-elemen alami yang bisa membuat ruangan terasa lebih hidup, tetapi tidak menghilangkan simplicity di dalamnya.

 

Nah contoh elemen alami yang bisa Anda aplikasikan adalah tanaman hias dalam ruangan yang memberikan sentuhan hijau.

 

Atau, Anda pun bisa menambahkan elemen kayu yang mampu memberikan nuansa hangat.

 

Dengan begitu, tempat bekerja terasa lebih nyaman dan bisa mengurangi kadar stress ketika melakukan suatu pekerjaan.

 

Gunakan Partisi Modular atau Kaca

Modular Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Dibanding memasang tembok atau partisi biasa, menggunakan partisi modular atau kaca lebih baik untuk desain kantor minimalis.

 

Dengan kedua jenis partisi ini, ruangan tempat bekerja akan terasa lebih luas, lapang dan tidak sumpek.

 

Selain itu, penggunaan partisi modular atau kaca juga mampu menjaga privasi dan personal space karyawan.

 

Namun, tetap memudahkan antar karyawan untuk saling berkomunikasi atau berkoordinasi dengan satu sama lain.

 

Tidak mengherankan apabila penggunaan partisi modular atau kaca sangat disarankan dalam perancangan desain kantor minimalis.

 

Gunakan Space-saving Furniture

Furniture Desain Kantor Minimalis

Foto: unsplash.com

 

Sebagaimana namanya, space-saving furniture bisa meminimalkan kekacauan dalam ruangan.

 

Selain itu, furniture jenis tersebut bisa mengoptimalkan fungsi tempat dan memaksimalkan produktivitas selama bekerja.

 

Baca juga:

Tips Bagaimana Cara Menata Interior Kantor yang Ideal agar Lebih Produktif

 

Namun memang, untuk memasang space-saving furniture tidak mudah, apalagi jika dibuat secara kostum.

 

Ya, memang banyak space-saving furniture yang tersedia di pasaran. Namun, sering kali kurang fit dengan ruangan.

 

Pemasangan space-saving furniture sangat cocok di ruangan yang tidak begitu besar seperti desain kantor minimalis di atas.

 

 

Nah itulah delapan langkah merancang desain kantor minimalis agar lebih produktif dalam melakukan suatu pekerjaan.

 

Anda sudah memiliki ruangan tempat bekerja yang bakal dirancang dengan gaya arsitektur dan desain kantor minimalis?

 

Jika belum, maka kunjungi saja halaman sewa kantor atau jual kantor di Indonesia untuk menemukan office space yang dicari.

 

Mencari properti apa pun lewat rumah123.com saja, karena kami akan selalu #AdaBuatKamu dan memberikan penawaran terbaik.

 

 

 

Author:

Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar