Apa Saja Ciri-ciri KPR Ditolak? Berikut Tanda dan Alasannya
Terakhir diperbarui 02 September 2025 · 7 min read · by Yongky Yulius

Ada beberapa ciri-ciri KPR ditolak bank yang mesti diketahui oleh nasabah.
Dengan mengetahui ciri-ciri ini, kamu yang sedang mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk membeli rumah bisa mempersiapkan diri.
Jika memang KPR ditolak, kamu bisa melengkapi apa saja yang kurang dan mengajukannya kembali ke bank yang sama atau ke bank lain.
Agar semakin paham mengenai proses KPR, berikut adalah ciri-ciri pengajuan kredit rumah ditolak beserta penyebab dan solusinya.
Informasi ini bisa dijadikan referensi awal jika kamu ingin membeli rumah secara KPR, seperti rumah di Tanakayu BSD City atau Enchante BSD City.
Daftar isi:
Ciri-Ciri KPR Ditolak oleh Pihak Bank
1. Bank Tidak Menghubungi

Foto: mortgagemaster.co.id
Setelah melengkapi semua syarat dan dokumen, biasanya bank memerlukan waktu 14-30 hari dalam proses Kredit Pemilikan Rumah untuk memberi keputusan akhir.
Prosesnya bisa membutuhkan waktu cukup lama karena adanya verifikasi data dan analisis mendalam.
Tentu bank tidak ingin meloloskan nasabah yang berpotensi menunggak saat proses pengajuan KPR.
Nah, jika bank tidak menghubungi, melebihi batas waktu tersebut, besar kemungkinan pengajuan KPR ditolak.
Perlu dicatat, bank hanya menghubungi melalui saluran resmi mereka, yang tercatat di situs web resmi, baik itu telepon maupun e-mail.
2. Ketidakmampuan Mencicil
Saat proses analisis, pihak bank tentu ingin mengetahui kemampuan mencicil KPR nasabah.
Pengajuan KPR tentunya akan ditolak jika nasabah dinilai akan kesulitan mencicil KPR.
Biasanya, bank menetapkan setidaknya 30–40% dari pendapatan nasabah per bulan, untuk dijadikan patokan kemampuan mencicil.
Kemudian, faktor lain yang dianalisis adalah biaya rumah tangga.
Apabila biaya rumah tangga lebih dari 50 persen dari penghasilan, itu juga bisa menjadi ciri-ciri KPR ditolak bank.
Simulasi Kemampuan KPR
Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.
3. Jawaban Wawancara Tidak Meyakinkan
Pada saat proses wawancara, sebenarnya kamu sudah bisa menyadari ciri-ciri KPR ditolak.
Apabila saat wawancara kamu menjawab pertanyaan secara bertele-tele dan kurang meyakinkan, hal tersebut bisa memberikan pengaruh negatif terhadap penilaian.
Jika seperti itu, besar kemungkinan pengajuan KPR ditolak bank.
Karena itu, saat proses wawancara, sebaiknya berikan jawaban yang jelas dan lugas, agar bisa meyakinkan bank bahwa kondisi keuangan saat ini memungkinkan untuk melakukan cicilan rumah.
Tapi tentu saja, jangan sampai melebih-lebihkan fakta atau berbohong saat proses wawancara dengan bank.
4. Skor Kredit Rendah atau Pernah Masuk Daftar Hitam BI
Saat mengajukan KPR, sebaiknya cek terlebih dahulu skor kredit milikmu. Caranya, kamu bisa cek di idebku.ojk.go.id.
Apabila skor kreditnya berada di luar kolektibilitas 1 (lancar), besar kemungkinan pengajuan KPR bisa ditolak bank.
Kemudian, ciri-ciri KPR ditolak lainnya adalah, kamu memiliki riwayat pernah masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia (BI) atau SLIK OJK.
Hal tersebut mengindikasikan, kamu pernah lalai dalam membayar pinjaman di masa lalu.
Baca juga: Syarat, Tips dan Cara Beli Rumah KPR Terlengkap
5. Punya Banyak Pinjaman
Apakah saat ini kamu memiliki banyak pinjaman seperti kredit motor, ponsel, atau peralatan rumah tangga?
Jika iya, hal tersebut juga bisa menjadi ciri-ciri KPR ditolak bank.
Proses KPR merupakan komitmen jangka panjang. Jadi, dibutuhkan kemampuan finansial yang baik dari nasabah.
Apabila kamu memiliki banyak pinjaman, bank akan sangsi apakah kondisi keuanganmu akan baik-baik saja setelah adanya kewajiban membayar cicilan KPR.
6. Informasi yang Tidak Sesuai
Setelah mendapatkan data yang diperlukan, pihak bank akan melakukan verifikasi dan menyesuaikan informasi dengan fakta.
Apabila ada informasi yang tak sesuai, kemungkinan bisa menjadi faktor yang membuat KPR ditolak.
Jadi, pastikan kamu memberikan informasi yang benar kepada pihak bank.
Apabila ada informasi yang tidak sesuai, itu bisa menjadi ciri-ciri KPR ditolak bank.
Sekarang, kamu sudah mengetahui beberapa ciri-ciri KPR ditolak.
Lantas, faktor apa saja yang bisa jadi penyebab KPR ditolak pihak bank?
Simulasi KPR Bank Danamon
Hitung pembiayaan KPR Bank Danamon dengan bunga terbaik di Rumah123
7. Pengajuan KPR Ditolak Secara Tertulis
Biasanya bank akan mengirimkan surat atau email resmi untuk memberitahukan soal penolakan.
Isinya tidak selalu detail, tapi setidaknya memberi kepastian bahwa pengajuan tidak bisa diproses lebih lanjut.
Berbekal surat tersebut, kamu bisa mendatangi pihak bank untuk bertanya lebih lanjut mengenai proses KPR-nya.
8. Limit Pinjaman Tidak Sesuai (Penolakan Parsial)
Bisa jadi bank tidak langsung menolak pengajuan KPR secara tegas, tapi tapi hanya menyetujui pinjaman dengan plafon lebih kecil dari yang diajukan.
Misalnya kamu mengajukan Rp600 juta, tapi hanya disetujui Rp400 juta.
Situasi tersebut bisa disebut sebagai “penolakan parsial” karena nilai pinjaman tidak sesuai dengan rencana.
Penyebab KPR Ditolak
1. Status Kepemilikan dan Kondisi Rumah

Foto: analyticsvidhya.com
Pastikan rumah yang akan dibeli secara KPR memiliki sertifikat kepemilikan yang sah.
Hal itu semakin penting apabila kamu mengajukan KPR rumah second.
Apabila ada permasalahan, seperti kepemilikan ganda, itu bisa menghambat proses kredit.
Sementara itu, untuk pembelian rumah baru secara KPR, bank juga akan selektif dalam memilih developer perumahan.
Developer yang lebih mudah diterima pihak bank adalah perusahaan yang memang sudah ada ikatan kerja sama untuk mengurangi risiko penipuan.
2. Dokumen yang Kurang Lengkap
Alasan KPR ditolak lainnya bisa jadi karena dokumen persyaratan yang diajukan ke bank kurang lengkap.
Sebagai informasi, berikut adalah dokumen yang wajib nasabah sertakan sebagai persyaratan awal pengajuan KPR:
- Fotokopi KTP
- Fotokopi Surat NIkah
- Fotokopi KK
- Fotokopi NPWP pribadi
- Dokumen slip gaji (karyawan)
- Fotokopi rekening koran
- Fotokopi neraca laba rugi (pengusaha & profesional)
- Fotokopi izin praktik profesi (profesional)
- Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan (pengusaha)
3. Masa Kerja Kurang dari Dua Tahun
Biasanya, bank mensyaratkan karyawan yang akan mengajukan KPR harus memiliki masa kerja lebih dari dua tahun.
Jika masa kerjanya lama, itu bisa menjadi indikasi stabilnya pekerjaan dan pendapatan nasabah.
Jadi, kamu sudah memenuhi beberapa persyaratan itu atau belum?
Agar peluang KPR diterima lebih tinggi, yuk ikuti beberapa tips berikut ini.
4. Rasio Utang terhadap Penghasilan Terlalu Tinggi (Debt to Income Ratio/DTI)
Bank umumnya hanya memperbolehkan cicilan total (termasuk KPR dan pinjaman lain) maksimal 30–40% dari penghasilan bulanan.
Jadi, jika cicilan yang ada ditambah KPR baru melebihi batas itu, pengajuan bisa langsung ditolak.
Sebelum mengajukan, pastikan beban cicilanmu tidak terlalu tinggi.
5. Riwayat Pajak Bermasalah
Periksa terlebih dahulu riwayat pajakmu, apakah bermasalah atau tidak.
Karena KPR biasanya jangka panjang, bank ingin memastikan calon debitur punya rekam jejak pajak yang tertib dan kredibel.
Tidak memiliki NPWP, belum pernah lapor SPT, atau ada tunggakan pajak bisa menurunkan kepercayaan bank.
6. Harga Properti Tidak Sesuai dengan Appraisal Bank
Walaupun harga rumah yang kamu incar sesuai harga pasaran, bank tetap melakukan appraisal sendiri.
Jika hasil appraisal lebih rendah dari harga jual, maka pinjaman yang bisa disetujui ikut berkurang.
Akibatnya, pengajuan bisa gagal apabila kamu tidak siap menambah DP.
Tips agar Pengajuan KPR Diterima
1. Mencari Opsi Hunian yang Lebih Terjangkau
Apabila pengajuan KPR pertamamu ditolak, coba untuk mencari opsi rumah yang lebih sederhana.
Kamu juga dapat memilih rumah yang harganya lebih murah agar memberikan kemudahan dalam cicilannya nanti.
2. Bersihkan Nama dari Daftar Hitam
Jika kamu memiliki skor kredit yang buruk dan pernah masuk daftar hitam, sebaiknya lakukan pembersihan nama.
Kamu bisa melunasi utang di masa lalu dan melakukan pemutihan BI checking sesuai dengan prosedur terbaru.
3. Usia dan Tenor yang Mumpuni

Foto: nerdwallet.com
Jika usiamu berada di bawah 21 tahun, permohonan KPR akan ditolak.
Selain itu, waktu mencicil (tenor) juga harus menjadi hal yang diperhatikan.
Saat masa akhir kredit, pastikan usiamu tidak melebihi 55 atau 60 tahun.
4. Ajukan Down Payment (DP) Besar
Tips lainnya agar KPR diterima bank adalah dengan mengajukan DP besar.
Pengajuan tersebut juga akan bermanfaat untuk dirimu sendiri, karena bisa meringankan beban cicilan di masa depan.
Biasanya, uang muka atau DP rumah ditetapkan sebesar 20% dari harga rumah.
Agar bank menilai baik kualitas kredit serta kemampuan mencicil, silakan ajukan DP lebih besar dari jumlah itu.
5. Siapkan Dana DP Lebih Besar
Semakin besar uang muka, semakin kecil risiko bank.
Misalnya DP 30% biasanya membuat cicilan lebih ringan dan plafon lebih realistis dibanding DP minimum.
Cara ini sangat efektif untuk meningkatkan persetujuan.
6. Gunakan Fasilitas KPR Bersubsidi (jika memenuhi syarat)
Untuk pembeli rumah pertama dengan penghasilan sesuai ketentuan pemerintah, KPR subsidi bisa jadi pilihan.
KPR tersebut memberlakukan bunga lebih rendah dan tenor panjang.
Jadi, cicilan KPR subsidi lebih ringan, sehingga peluang disetujui lebih tinggi.
7. Konsultasi dengan Marketing Bank atau Agen Properti
Coba konsultasikan terlebih dahulu ke marketing bank atau agen properti.
Mereka bisa membantu menyiapkan dokumen, menjelaskan produk KPR yang paling sesuai, hingga memberi gambaran simulasi cicilan.
Dengan begitu, kamu lebih siap menghadapi proses verifikasi dan kemungkinan penolakan bisa diminimalisir.
***
Itulah ciri-ciri KPR ditolak beserta penyebab dan solusinya.
Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menonton video berikut ini.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Baca juga: Tips Lolos KPR untuk Pencari Rumah Impian

